Kegiatan di Wilayah Sumatera

Keharmonisan dalam Memperingati Tiga Hari Besar Tzu Chi di Pekanbaru

Acara Peringatan Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia yang diadakan pada hari Minggu, 10 Mei 2026, di Tzu Chi Pekanbaru menjadi momen yang istimewa. Hari itu juga bertepatan dengan penanggalan Lunar, bulan 3 tanggal 24 yang merupakan hari lahir Pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen. Acara ini juga dihadiri 16 anggota Sangha, pembuka agama, tokoh masyarakat, dan juga masyarakat umum sebanyak 320 peserta.
Penampilan Tim Gendang Jing Si yang memukau hadirin menjadi tanda dibuka acara prosesi pemandian rupang Buddha dimulai. Setelah relawan pembawa persembahan meletakkan Bunga, Pelita, dan Air Wangi, kemudian para anggota Sangha memimpin prosesi pemandian rupang Buddha yang dilanjutkan oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh hadirin.
Salah seorang anggota Sangha yang hadir adalah Ayya Supesala. Ia sangat terkesan dengan barisan persembahan yang berjalan dengan begitu rapi dan penuh kesadaran. “Momen Vesakha Puja seperti ini ya kita untuk mengingat kembali kelahiran sang Buddha, dan sang Buddha datang dengan ajaran Dharma yang sangat-sangat penting bagi kita. Ajaran ini bukan hanya untuk agama Buddha, karena ajaran Dharma dari Sang Buddha ini berlaku untuk semua orang, semua manusia, dan semua makhluk agar bebas dari penderitaan,” ungkapnya.
Tzu Chi Pekanbaru mengadakan Peringatan Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia di Kantor Tzu Chi Pekanbaru. Kegiatan ini dihadiri 16 anggota Sangha, pembuka agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum sebanyak 320 peserta.
Para Sangha dengan khidmat memimpin prosesi pemandian rupang Buddha dan diikuti oleh seluruh peserta.
Tata cara prosesi pemandian rupang Buddha di Tzu Chi dimulai dari bersujud di kaki Buddha (Li Fo). Dari proses ini kita belajar memurnikan dan menyucikan hati kembali. Kita juga diajarkan berikrar dengan tulus di hadapan Buddha. Setelah itu, kita juga menerima keharuman Dharma. Dalam perayaan Waisak kali ini, para peserta juga menerima souvenir berupa daun Bodhi dari Taiwan yang terbuat dari bahan plastik yang didaur ulang.
Budhi Dharma dari Sariputta Buddhis Studies mengungkapkan kekagumannya dalam perayaan Waisak di Tzu Chi. “Saya melihat ada hal-hal baru yang harus diperkenalkan kepada masyarakat. Perayaan Waisak nggak selalu hanya itu dan bentuknya menonton gitu. Jadi masyarakat juga tahu, bahwasannya ajaran Buddha masih eksis loh. Master Cheng Yen lebih futuristik yah. Jadi kita lebih menarik dengan format kegiatan seperti ini,” ungkap Budhi Dharma.
Kepala Sekolah Dharma Loka, Dessy Pratiwi yang menjadi undangan dalam kegiatan ini merasakan kebersamaan yang begitu besar saat ikut dalam kegiatan. “Di Tzu Chi saya juga merasakan kebersamaan ya, saya lihat dari berbagai mazhab, berbagai majelis datang hadir seutuhnya kesini, makanya kenapa begitu ramai. Nah tadi saya juga lihat, ada video bahkan di video tersebut bukan cuman umat Buddha saja yang harus harmonis, tetapi umat Buddha dengan umat agama lain itu juga sangat harmonis,” jelas Dessy Pratiwi.
Dalam kegiatan ini juga diadakan peringatan Hari Ibu dengan kegiatan membasuh kaki ibu yang dilakukan oleh anak-anak.
Setelah prosesi dan doa bersama Waisak, juga diadakan perayaan Hari Ibu. Dalam kesempatan ini, para anak-anak dapat menunjukkan baktinya kepada orang tua lewat membasuh kaki ibu. “Tadi ikut mencuci kaki dan lap kaki ibu, menyuapi dan memberi minum ibu. Habis itu bilang sama mama, mama wo ai ni. Dan mau berjanji mau menjadi anak yang baik dan rajin belajar,” ucap Hariya Wijaya, salah satu peserta perayaan Hari Ibu.
Wismina, relawan yang menjadi koordinator kegiatan, berharap agar masyarakat atau tamu yang hadir bisa memahami bahwa sebenarnya Buddha itu ajaran dalam kehidupan sehari-hari.
“Ajaran Buddha ada dalam kehidupan sehari-hari, bisa kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi sangat penting kita butuh Dharma dan kita sangat gan en kepada Master Cheng Yen yang bisa membabarkan Dharma dengan bahasa yang sederhana sehingga bahasanya lebih mudah dipahami. Jadi berharap lebih banyak yang bisa memahami bahwa ajaran agama Buddha itu dalam kehidupan sehari-hari dan bisa kita praktikkan,” ungkap Wismina.
Wismina, relawan yang menjadi koordinator kegiatan memberikan instruksi dalam kegiatan Peringatan Tiga Hari Besar Tzu Chi.
Jurnalis : Valentina Angela (Tzu Chi Pekanbaru),
Fotografer : Kho Ki Ho, Pricilla, Tomy Tok, Arya Putra, Amy Parmi, Cindy (Tzu Chi Pekanbaru),
Editor : Arimami Suryo A.

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888