Kisah Persahabatan antara Dokter dan Pasien setelah Operasi Angioplasti
Menyaksikan Renato Sanzhez bangkit dari tempat duduknya di Aula Jing Si dari Buddhist Tzu Chi Center (BTCC) di Sta. Mesa, Manila, dan berjalan ke atas panggung untuk memberikan testimoni atas bantuan operasi yang telah menyelamatkan jiwanya oleh Yayasan Tzu Chi, sulit dipercaya bahwa pria berusia 48 tahun tersebut beberapa bulan yang lalu tidak bisa bangkit berdiri tanpa harus menarik nafas dalam terlebih dahulu.
Sebagai pembicara tamu di acara Tzu Chi Charity Day pada tanggal 27 Maret 2022, sebuah acara yang berlangsung di pagi hari bagi para penerima bantuan medis jangka panjang dan penerima bantuan lainnya, Santos mengisahkan kesaksian individual yang emosional tentang bagaimana cara dia menderita sakit akut di dadanya dan mengalami serangan jantung pada bulan September 2021 – sebagai akibat dari tersumbatnya pembuluh darah utama di jantung yang nyaris mencapai 100% penyumbatan. Dia memerlukan operasi untuk membuka pembuluh darahnya yang tersumbat (angioplasty). Tetapi biaya operasi tersebut mencapai ratusan ribu Peso, dan itu terlalu mahal untuknya.
Kemudian seorang temannya menyarankan agar dia meminta bantuan kepada Yayasan Tzu Chi. Apa yang terjadi berikutnya adalah diluar mimpinya yang terliar. Setelah permohonan bantuan operasi angioplasty untuknya disetujui, dia menjalani operasi pada bulan November 2021 di Chinese General Hospital tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. Terbaring diatas meja operasi, Santos menangis dengan mata terpejam ketika tim medis yang melakukan operasi bertepuk tangan atas keberhasilan operasi.
Tersentuh dengan welas asih dan perhatian yang diberikan oleh para relawan Tzu Chi kepadanya, dia bahkan menerima kue ulang tahun ketika dia tiba dirumah.
“Tetapi ini bukan hari ulang tahunku,” kata Santos.
“Kue ini untuk merayakan kehidupan barumu,” jawab para relawan.
Selain kesempatan hidup yang baru, Santos mendapatkan persahabatan dari dokter Kent Tan, ahli jantung yang melakukan operasi angioplasty tersebut. Dr. Tan, anak dari relawan Tzu Chi bernama Tony dan Therese Tan, baru baru ini kembali ke Filipina setelah menyelesaikan pendidikan khusus tentang jantung di Nastional University Heart Center di Singapura. Setelah temu sapa dengan CEO Tzu Chi Filipina Henry Yunez, dia telah melakukan operasi angioplasty kepada sedikitnya tiga penerima bantuan medis Tzu Chi, dimana Santos adalah yang pertama.
“Dia penuh perhatian,” kata si pasien tentang dokter yang merawatnya. “Dia mengatakan kepada saya bahwa dia akan mencari stent yang tepat untuk jantungnya, kemudian secara pribadi merawat saya ketika saya mengalami kesulitan bernafas. Dokter mana yang akan melakukan itu ?”
Dalam upaya untuk menekan biaya agar minimal, Dr. Tan membuat daftar apa-apa saja yang diperlukan untuk melakukan operasi. Dia juga tidak mau memunggut biaya sepeserpun. “sebagai seorang dokter, saya ingin pasien yang saya rawat merasa nyaman. Saya juga ingin membangun kepercayaan dan keyakinan mereka kepada saya. Sangat penting agar seorang pasien percaya bahwa dia akan sembuh melalui perawatan yang baik yang layak mereka dapatkan.”
Sebulan kemudian, jelas bahwa operasi tersebut berdampak besar pada kedua pria tersebut. Semakin hari semakin baik, Santos yang dulunya susah bernafas kini bisa berjalan dan bersepeda dengan mudah. Dia menganjurkan makan sehat dan mempromosikan makan vegetarian daripada makan makanan olahan.
“Bagi dokter, tidak ada penghargaan yang lebih besar daripada melihat pasien anda sembuh menjadi lebih baik,” kata Dr. Tan yang tersentuh dengan bagaimana semua pengalaman ini mempengaharuinya. “Jadi, jika saya menolong Bapak Santos secara fisik, beliau menolong saya secara spiritual. Menolong adalah obat bagi jiwa. Setiap orang, terlepas dari apapun statusnya, punya kapasitas untuk menolong orang lain.”
Jurnalis : Joy Rojas,
Fotografer : Dok. Tzu Chi Filipina,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.