Kolaborasi Tzu Chi dan ASG Renovasi Rumah Warga Tangerang
Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni telah berjalan di Kabupaten Tangerang sejak tanggal 13 Mei 2025, dimulai dengan survei dan verifikasi data warga yang rumahnya akan dibantu renovasi. Sebanyak 114 rumah menjadi sasaran di Kecamatan Teluknaga, Kosambi, Mauk, Kemiri, Kronjo, dan Pakuhaji.
Kini, progres Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni telah menunjukkan hasil. Sebanyak 68 unit rumah telah selesai direnovasi dan kini dihuni, dengan rincian: Kecamatan Teluknaga 45 unit, Kecamatan Kosambi 1 unit, Kecamatan Pakuhaji 1 unit, Kecamatan Kronjo 20 unit, dan Kecamatan Mauk 1 unit. Sementara itu, sebanyak 46 unit rumah lainnya sedang dalam proses pengerjaan, yaitu di Kecamatan Kosambi 2 unit, Kecamatan Pakuhaji 1 unit, Kecamatan Kronjo 2 unit, Kecamatan Teluknaga 10 unit, dan Kecamatan Kemiri 31 unit.
Pada hari Jumat, 4 Juli 2025, rombongan relawan Tzu Chi bersama Agung Sedayu Group (ASG) dan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) mengunjungi lokasi program di Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten.
Kini, progres Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni telah menunjukkan hasil. Sebanyak 68 unit rumah telah selesai direnovasi dan kini dihuni, dengan rincian: Kecamatan Teluknaga 45 unit, Kecamatan Kosambi 1 unit, Kecamatan Pakuhaji 1 unit, Kecamatan Kronjo 20 unit, dan Kecamatan Mauk 1 unit. Sementara itu, sebanyak 46 unit rumah lainnya sedang dalam proses pengerjaan, yaitu di Kecamatan Kosambi 2 unit, Kecamatan Pakuhaji 1 unit, Kecamatan Kronjo 2 unit, Kecamatan Teluknaga 10 unit, dan Kecamatan Kemiri 31 unit.
Pada hari Jumat, 4 Juli 2025, rombongan relawan Tzu Chi bersama Agung Sedayu Group (ASG) dan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) mengunjungi lokasi program di Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten.
Dalam kunjungan ini, para relawan berkesempatan menyapa warga yang rumahnya telah selesai direnovasi. Sambutan hangat dan senyum bahagia terpancar dari para penerima manfaat yang sudah menempati rumah baru mereka sejak sekitar dua minggu lalu.
Sebelumnya, kondisi rumah warga jauh dari kata layak huni. Berdasarkan hasil survei, banyak rumah memiliki tembok yang rapuh dan sebagian lagi dibangun di atas kontur tanah yang menurun akibat terdampak banjir rob. Renovasi rumah dilakukan dengan mengutamakan aspek keamanan, kenyamanan, dan kesehatan bagi penghuninya.
Ucapan syukur dan terima kasih disampaikan oleh Siti (50), salah satu warga penerima manfaat. “Saya sudah puluhan tahun tinggal di sini, ya dari kecil. Kondisi rumah kemarin acak-acakan, temboknya sudah rapuh, dan atap selalu bocor. Saya tidak bisa renovasi rumah sendiri karena uang habis untuk biaya sehari-hari. Alhamdulillah, bersyukur ada yang bantuin. Mudah-mudahan rumah ini menjadi barokah dan anak-anak saya sehat,” ungkap Siti.
Sebelumnya, kondisi rumah warga jauh dari kata layak huni. Berdasarkan hasil survei, banyak rumah memiliki tembok yang rapuh dan sebagian lagi dibangun di atas kontur tanah yang menurun akibat terdampak banjir rob. Renovasi rumah dilakukan dengan mengutamakan aspek keamanan, kenyamanan, dan kesehatan bagi penghuninya.
Ucapan syukur dan terima kasih disampaikan oleh Siti (50), salah satu warga penerima manfaat. “Saya sudah puluhan tahun tinggal di sini, ya dari kecil. Kondisi rumah kemarin acak-acakan, temboknya sudah rapuh, dan atap selalu bocor. Saya tidak bisa renovasi rumah sendiri karena uang habis untuk biaya sehari-hari. Alhamdulillah, bersyukur ada yang bantuin. Mudah-mudahan rumah ini menjadi barokah dan anak-anak saya sehat,” ungkap Siti.
Teksan Luis, Koordinator Program Bebenah Kampung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, mengapresiasi hasil renovasi rumah, baik yang sedang berjalan maupun yang telah selesai. “Hari ini yang kita tinjau adalah rumah-rumah yang sedang dibangun dan yang sudah selesai. Kondisinya bagus. Pembangunan juga dibantu oleh swadaya masyarakat sekitar. Ini mencerminkan budaya bangsa kita, yaitu gotong royong,” jelas Teksan.
Hal serupa disampaikan oleh Direktur Estate Management Agung Sedayu Group, Dr. Ir. H. Restu Mahesa, M.M. Ia menyatakan bahwa kolaborasi dalam proses pengerjaan tidak mengalami hambatan. Peran pejabat setempat seperti camat dan kepala desa sangat besar dalam menyukseskan program ini.
“Rumah-rumah yang sudah kami survei sebelumnya memang sudah tidak layak huni. Kami memilih lokasi ini karena ada permintaan renovasi rumah dari kepala desa setempat. Salah satunya dari Kepala Desa Patramanggala yang mengirimkan surat kepada kami. Lalu kami tindak lanjuti dengan rapat bersama Camat Kemiri,” jelas Restu Mahesa.
Rumah adalah tempat di mana penghuninya merasa nyaman dan aman. Dari tempat itulah ruang hidup terbentuk, aktivitas berlangsung, dan harapan akan lahirnya generasi bangsa yang baik tumbuh.
Jurnalis : Fikhri Fathoni,
Fotografer : Fikhri Fathoni,
Editor : Anand Yahya.
Hal serupa disampaikan oleh Direktur Estate Management Agung Sedayu Group, Dr. Ir. H. Restu Mahesa, M.M. Ia menyatakan bahwa kolaborasi dalam proses pengerjaan tidak mengalami hambatan. Peran pejabat setempat seperti camat dan kepala desa sangat besar dalam menyukseskan program ini.
“Rumah-rumah yang sudah kami survei sebelumnya memang sudah tidak layak huni. Kami memilih lokasi ini karena ada permintaan renovasi rumah dari kepala desa setempat. Salah satunya dari Kepala Desa Patramanggala yang mengirimkan surat kepada kami. Lalu kami tindak lanjuti dengan rapat bersama Camat Kemiri,” jelas Restu Mahesa.
Rumah adalah tempat di mana penghuninya merasa nyaman dan aman. Dari tempat itulah ruang hidup terbentuk, aktivitas berlangsung, dan harapan akan lahirnya generasi bangsa yang baik tumbuh.
Jurnalis : Fikhri Fathoni,
Fotografer : Fikhri Fathoni,
Editor : Anand Yahya.