Kunjungan Kasih untuk Para Lansia di Kampung Bermai
Bentuk perhatian yang diberikan berupa pemeriksaan kesehatan degeneratif dan penyerahan bantuan sembako berupa minyak goreng, gula pasir, dan telur. Kedua jenis bantuan ini dipilih relawan, setelah sebelumnya melakukan survei untuk mengumpulkan informasi tentang kebutuhan lansia.
Pemeriksaan kesehatan dimulai dengan melakukan pendaftaran, kemudian memeriksa tekanan darah, pemeriksaan kadar kolesterol, asam urat, dan gula darah. Setelah itu, para lansia diperiksa dan melakukan konsultasi oleh dokter untuk diberikan vitamin serta obat jika mereka memiliki gangguan kesehatan. Relawan secara kompak berbagi tugas masing-masing. Tak lupa, pada setiap pemeriksaan, relawan juga melakukan pendampingan kepada para lansia.
Selain Nenek Jadi, ada Nenek Bemenak (83) yang mencuri perhatian relawan. Ia tidak bisa berbahasa Indonesia dan hanya bisa bahasa daerah setempat. Pendengarannya juga agak kurang. Ketika berkomunikasi harus agak keras dan didekatkan ke telinganya. Dibantu perangkat desa, Nenek Bemenak mengucap syukur atas bantuan yang diberikan relawan. “Terima kasih telah memeriksa Nenek. Nenek sakit tua. Senang sekali telah diperhatikan,” ucapnya.
Kebahagiaan tak hanya dirasakan oleh para lansia yang mendapatkan bantuan, tetapi juga dirasakan relawan. “Saya sangat bersyukur dan bahagia bisa berbagi kepada mereka, semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat serta membantu kehidupan mereka sehari-hari,” Susan Rosita Simanjuntak, Ketua Dharma Wanita Xie Li Kutai Barat.
Kunjungan kasih ini membuka hati para relawan untuk belajar menyadari bahwa hidup tidak selalu tentang diri kita tetapi juga tentang orang lain dan kepedulian kita untuk bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain melalui apapun yang bisa kita berikan. Semoga sedikit sentuhan kasih yang diberikan dapat meringankan beban para orang tua lanjut usia yang dikunjungi. Jalinan cinta kasih juga diharapkan dapat terjalin kepada seluruh keluarga penerima bantuan cinta kasih dari relawan Xie Li Kutai Barat.
Fotografer : Nurhayati Monita, Wahyu Agustina (Tzu Chi Cabang Sinar Mas),
Editor : Khusnul Khotimah.