Literasi Sebagai Bekal Masa Depan
Apakah menulis diary juga termasuk salah satu melatih literasi bu? Tanya Monica Aulia, salah satu murid kelas 8. “Iya benar sekali, dimulai dari hal yang kecil dan mudah terlebih dahulu, nanti tulisan yang kalian tuangkan dalam secarik kertas itu bisa kalian jadikan cerita pendek (cerpen) atau menjadi sebuah cerita dan dapat dikembangkan menjadi sebuah skenario drama,” jawab Noni, relawan yang memaparkan materi Ayo Kuatkan Literasi. Inilah interaksi antara siswa dan relawan Dharma Wanita Xie Li Kalimantan Timur (Kaltim) 1 saat melakukan program Ayo Kuatkan Literasi pada Selasa, 24 Januari 2023.
Kemampuan literasi diyakini mendukung keterampilan individu siswa yang diperlukan untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah. Pada kenyataanya, saat ini kemampuan literasi siswa masih sangat rendah.
Hadirnya telepon seluler menjadi tantangan tersendiri. Siswa lebih tertarik membaca potongan tulisan atau menonton video yang ada di media sosial. Akibatnya banyak para siswa menjadi kurang aktif dan kurang percaya diri dalam memberikan pendapat karena kurangnya wawasan yang dimiliki sehingga mereka tidak berani tampil di depan publik untuk memberikan pendapat.
Menanggapi fenomena ini, relawan Dharma Wanita Xie Li Kalimantan Timur (Kaltim) 1, mengadakan pelatihan dengan tema “Ayo Kuatkan Literasi”. Program ini untuk melatih dalam menulis dan membaca, menambah kosakata, wawasan, dan ilmu pengetahuan siswa-siswi.
Selain itu, program meningkatkan literasi dapat meningkatkan fokus, melatih dan mengembangkan kemampuan verbal dan interpersonal siswa-siswi. Program ini memanfaatkan aset yang dimiliki sekolah seperti koleksi buku di perpustakaan sekolah, buku bacaan, karya ilmiah, dan biografi. Sehingga sasarannya tidak hanya para murid saja, tetapi seluruh warga sekolah dapat mulai melakukan gerakan kuatkan literasi.
Jenis kegiatan literasi yang bisa dilakukan para siswa-siswi seperti melakukan bedah buku, menulis cerpen, menulis sinopsis cerita, dan membuat skenario drama. Saat pemaparan mengenai materi literasi semua murid antusias memperhatikan dan mulai komunikatif untuk bertanya kepada relawan Tzu Chi.
“Ternyata literasi itu banyak manfaatnya ya bu, dari hal kecil saja bisa kita mulai berlatih untuk belajar menulis,” ucap Monica Aulia. “Iya betul banyak manfaatnya. Makanya jangan lupa latihan terus ya,” timpal Noni.
Program literasi ini pada dasarnya dirancang sebagai wadah berkreasi dan berinovasi bagi murid-murid untuk menumbuhkan kreativitas dan mengedukasi murid akan pentingnya kegiatan literasi untuk mereka kedepannya.
“Untuk menjadi penerus bangsa yang berkualitas, selain memberikan sosialisasi tentang budaya membaca dan berliterasi, kami juga memberikan motivasi dan terus mendampingi murid-murid dalam proses berliterasi, para siswa-siswi akan termotivasi dan mulai terbiasa dengan membaca terlebih dahulu sebelum bertanya, serta berani mengutarakan pendapatnya,” ungkap Sri Desi, salah satu relawan yang hadir di sosialisasi ini.
Sosialisasi gerakan literasi untuk murid-murid ini bertujuan untuk meningkatkan minat membaca dan menulis siswa-siswi. Program meningkatkan literasi ini akan dilakukan rutin dan berkelanjutan.
Diharapkan program ini dapat memberikan dampak yang baik kepada siswa-siswi untuk meningkatkan minat dan bakat serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Kemampuan literasi ini dapat menjadi bekal kehidupan para siswa-siswi yang lebih baik sebagai individu maupun anggota masyarakat.
Kemampuan mengumpulkan literasi membangun kesadaran siswa-siswi akan pentingnya membaca untuk mendukung pembelajaran yang efektif. Menumbuhkan kemampuan berprikir kritis siswa. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan siswa dan mengembangkan kreativitas siswa.
Fotografer : 3in1 Xie Li Kaltim 1,
Editor : Anand Yahya.