Makan Siang Penuh Cinta, Baksos Kesehatan Penuh Makna
Relawan Tzu Chi dan anggota TIMA datang untuk mengapresiasi para seniman bangunan dengan membawa 450 kotak makanan hangat berisi menu sehat vegetarian. Tak hanya santap siang, kegiatan ini juga menyediakan baksos pemeriksaan kesehatan.
Sejak pagi, relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Angke dan Pluit sibuk menyiapkan makanan yang nantinya akan diberikan kepada seniman bangunan. Aroma sedap masakan sudah tercium dari dapur Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Berbagai menu vegetarian yang lezat dan sehat mulai matang dan siap dikemas. Dari dalam dapur hingga halaman parkir, dipenuhi relawan yang sibuk dengan tugas yang telah dibagi tiap kelompok: ada yang menyiapkan bahan makanan, memasak, mengemas lauk, hingga menaikkan logistik ke dalam mobil. Semua dilakukan dengan kompak.
Kotak makan tersusun rapi di atas meja, berisi menu lezat dan sehat seperti rendang daging vegetarian, telur sambal merah, tempe bacem, sayur kacang panjang, serta minuman es markisa yang segar.
Riadi (36), salah satu seniman bangunan, merasa senang karena siang itu ia dapat menyimpan sebagian uangnya yang biasanya digunakan untuk membeli makan siang. “Lauknya ada daging vegetarian, telur, dan sayur. Alhamdulillah, biasanya saya makan di warung. Karena dapat makan dari relawan, uangnya jadi bisa dipakai buat yang lain,” ucap Riadi.
Perasaan serupa juga diungkapkan Usep Supian (53), seniman bangunan asal Sukabumi. Ia mengapresiasi menu yang disajikan relawan. “Untuk makanan tadi, saya sangat-sangat berterima kasih. Ada daging vegetarian, telur, tempe, sayur, dan ada juga minumannya,” ujarnya.
Di tengah aktivitasnya sebagai seniman bangunan, Riadi (36) asal Banjarnegara yang sudah enam bulan bekerja di proyek Tzu Chi School PIK 2 kerap mengeluhkan sakit pinggang. “Diperiksa maag dan saraf kejepit. Kata dokter jangan telat makan, dijaga minumnya, serta cara mengangkat alat berat harus dikontrol. Dapat obat maag, obat nyeri, dan vitamin,” tuturnya. Riadi mengaku merasa terbantu dengan adanya baksos kesehatan ini. “Saya mengucapkan terima kasih kepada relawan yang sudah menengok kami,” tambahnya.
Sementara itu, Usep Supian (53) mengaku baru pertama kali mendapat pemeriksaan kesehatan yang lengkap sejak menjadi seniman bangunan. “Kegiatan ini sangat istimewa. Selama bekerja baru kali ini merasakan ada pemeriksaan kesehatan seperti ini. Kalau flu biasanya hanya dikasih obat, tidak seperti tadi. Ada dokter yang memeriksa, dikasih makan juga enak. Relawannya ramah-ramah dan sopan-sopan,” tuturnya.
Setelah diperiksa, Usep diketahui menderita batuk dan pilek akibat cuaca yang sering berubah. Dengan adanya baksos kesehatan yang digelar Yayasan Tzu Chi bersama TIMA, diharapkan para seniman bangunan dapat menjaga kesehatan lebih baik sehingga tetap bugar dalam menjalani pekerjaannya.
Jurnalis : Fikhri Fathoni,
Fotografer : Fikhri Fathoni,
Editor : Anand Yahya.