Membangun Kebersamaan dengan Warga Borobudur
Di Kelurahan Borobudur ada 1.231 KK, Kelurahan Karangreja 471 KK, Kelurahan Bumiharjo 431 KK, Kelurahan Tuk songo 436 KK, Kelurahan Kembang Limus 322, Kelurahan Wanurejo 547 KK, Kelurahan Wringinputih 1437. Keseluruhan ada 5.000 paket sembako untuk 5.000 Kepala Keluarga (KK). Masing-masing KK menerima satu paket sembako yang berisi beras 5 Kg, gula 1 Kg, minyak goreng 1 liter, dan 10 bungkus Mi DAAI dengan berbagai rasa.
Pada hari Senin, 16 September 2024, para relawan dan petugas Desa Borobudur berkumpul di Kantor Kecamatan Borobudur untuk membagikan kupon sembako langsung ke rumah-rumah warga. Pemberian paket sembako ini dihadiri oleh Camat Borobudur Subiyanto, Kapolsek Borobudur AKP. Marsodik, perwakilan dari Koramil Borobudur Kapten TNI Budi Krismanto, Sekretaris Umum Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Hong Tjhin, dan Ketua Umum Permabudhi Prof. Dr. Philip. K. Widjaja.
“Masing-masing KK mendapatkan satu paket sembako. Kita berharap sembako ini dapat sedikit meringankan kebutuhan harian mereka. Walaupun sembako nanti akan habis, semoga cinta kasih relawan Tzu Chi kepada warga Borobudur akan terus dikenang,” ujar Joe Riadi dalam acara seremoni Bakti Sosial Pembagian Paket Sembako di Kantor Kecamatan Borobudur, hari Selasa, 17 September 2024.
Meskipun jumlahnya ribuan orang yang datang, pembagian berjalan baik dan penuh sukacita karena masing-masing warga sudah memiliki kupon sehingga tidak khawatir tidak mendapat paket sembako. Warga yang sudah tua (Lansia) dibantu relawan Tzu Chi untuk membawa paket sembako. Sehingga tidak terjadi saling berebut jatah beras.
Camat Borobudur, Subiyanto, mengatakan warga di sekitar Candi Borobudur sangat terbantu dengan adanya pemberian paket sembako ini. Bantuan beras ini cukup untuk satu bulan setiap KK. Jika jumlah anggota keluarga banyak bisa untuk 20 hari dengan asumsi satu hari satu kilogram. “Warga masyarakat sangat terbantu, paling tidak paket sembako setiap KK bisa memenuhi kebutuhan pokok makanan sehari-hari,” ucap Subiayanto.
“Terima kasih untuk Tzu Chi semoga pada sehat dilindungi Allah semua kerjaannya, sukses,” ucap Waginah dengan wajah gembira. Waginah seorang janda tanpa anak yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di dekat rumah. Sebagai janda yang tidak memiliki anak Waginah bersedia mengurus anak adiknya (ponakan) Asrofi (24) yang tak terus dengan baik sewaktu kecil. Waginah kini tinggal bersama kakak kandungnya yang juga sudah Lansia. Sementara Asrofi sudah berkeluarga dan tinggal bersama mertua.
Sama halnya dengan Waginah, Solihin, seorang duda dengan tiga orang anak ini sangat bersyukur mendapat paket sembako dari Tzu Chi. “Bantuan ini sangat membantu sekali kebetulan mohon maaf ini ya kemarin pagi saya sebenarnya mau beli beras 5 kg tapi saya niatkan besok sore saja dulu. Lah kemarin sorenya pak RT datang bawa kupon ini,” aku Solihin tersenyum.
Selesai melaksanakan pembagian paket sembako para relawan berkesempatan untuk berkunjung ke Pesantren Syubhanul Wathon yang pembangunan gedungnya dibantu oleh Yayasan Tzu Chi Indonesia dan didukung oleh Agung Sedayu Group, Sinar Mas, Indofood, dan Pulau Intan. Para relawan disambut dengan hangat oleh para siswa-siswi dengan berbaris di halaman Pesantren sambil menyanyikan Sholawat Nabi dengan alat musik.
Para staf pengajar menyambut hangat para relawan dan mengajak untuk berkeliling bangunan yang sudah 95 persen siap digunakan. Ada tiga bangunan gedung yang baru dibangun dan satu bangunan gedung hanya direnovasi. Para relawan Tzu Chi diajak untuk melihat bangunan asrama putri di sisi kiri, bangunan utama, dan di sisi kanan untuk asrama putra. Bangunan utama yang berada di tengah sebagai tempat siswa-siswi belajar.
Fotografer : Anand Yahya,
Editor : Metta Wulandari.