Memikul Bakul Beras bagi Dunia dan Melangkah dengan Mantap
Saya melihat semuanya begitu murni dan berpegang teguh pada tekad. Oleh karena itulah, Tzu Chi dapat menjangkau dunia internasional. Saya merasa sangat bersyukur. Untuk menapaki jalan internasional, harus ada orang yang membimbing agar kita dapat terus melangkah maju hingga makin jauh. Orang-orang di belakang pun harus melangkah maju dan mengikuti langkah orang di depan dengan erat.
Saya berharap kalian semua makin bersungguh hati karena semua orang telah melihat bahwa apa yang kalian lakukan sungguh-sungguh membawa manfaat bagi dunia. Kalian telah melangkah di jalan yang nyata, bersumbangsih secara langsung, dan menggandeng generasi demi generasi untuk melangkah bersama.
Setiap orang memiliki dampak bagi masyarakat. Bagi saya, bagaimanapun keadaannya, saya tidak berani lengah. Saya justru harus makin mawas diri, bersungguh-sungguh memberikan perhatian, dan menggenggam kesempatan untuk bersumbangsih. Waktu terus berlalu dengan cepat. Jika tidak menggenggamnya dengan baik, saya tidak mungkin bisa melihat bagaimana kalian bersumbangsih sejak muda hingga saat ini memasuki usia paruh baya. Melihat antusiasme kalian, saya yakin bahwa kalian telah banyak bersumbangsih bagi dunia dan menjadi teladan yang baik. Hati saya terasa sangat mantap.
Saya tidak membiarkan waktu berlalu dengan sia-sia. Karena itulah, hari ini saya dapat melihat kalian semua bertumbuh dari benih yang baik menjadi pohon besar. Karena kalian tidak pernah meninggalkan Tzu Chi, benih itu pun tumbuh menjadi pohon besar yang tengah berbunga dan berbuah. Selama kalian memanfaatkan kesempatan untuk menebarkan kembali benih-benih ini, akan tercipta hutan pahala yang besar.
Hutan merupakan perlindungan terbaik bagi bumi. Dunia ini membutuhkan penghutanan. Untuk itu, dibutuhkan benih-benih yang baik. Hendaknya kita menabur benih kebajikan di bumi ini karena perubahan iklim saat ini sangat mengkhawatirkan. Dengan perubahan iklim di era ini, dibutuhkan penghutanan untuk menyeimbangkan iklim. Kita semua memiliki tanggung jawab atas hal ini. Meski usia saya sudah lanjut, saya merasa harus memikul tanggung jawab ini. Saya rela memikul tanggung jawab seberat apa pun.
Belakangan ini, saya terus menyemangati diri sendiri untuk memanen benih-benih yang telah ditanam di masa lalu dan kembali menabur benih baru. Setiap hari, kita harus menjadi petani yang baik untuk merawat bumi yang luas. Saudara sekalian, kalian berada pada usia produktif dan memiliki kekuatan besar. Janganlah kalian meremehkan diri sendiri. Teruslah melangkah maju dan berjuang tanpa henti.
Berpegang teguh pada tekad awal dan saling menginspirasi
Memikul bakul beras bagi dunia dan melangkah dengan mantap
Meneladan orang di depan untuk bersumbangsih dengan tekun dan bersemangat
Melindungi Bumi dan menciptakan hutan Bodhi
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 16 Desember 2025
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 18 Desember 2025