Kumpulan Ceramah Master Cheng Yen

Memiliki Kesatuan Hati dan Rasa Saling Menghargai untuk Melindungi Dunia

“Tahun lalu, kami mengadakan perayaan ulang tahun untuk Suster Angela yang ke-100. Hingga saat ini, beliau tetap dalam kondisi yang sehat, pikirannya jernih, masih bisa hidup mandiri, dan terus memberikan arahan serta dukungan untuk pekerjaan yang kami jalankan,” kata Andrew Thomas, Ketua Yayasan Mater.

“Suster Angela selalu berkata bahwa beliau sangat mencintai Taiwan, Tzu Chi, dan Hualien. Seperti yang pernah disampaikan Kakak Julia kepadanya, ‘Anda tidak akan benar-benar memahami Tzu Chi kalau belum datang ke Hualien dan bertemu Master.’ Itu juga yang selalu dikatakan oleh Suster Angela. Beliau juga berkata bahwa bisa menjadi bagian dari Hualien dan Tzu Chi adalah salah satu berkah terbesar dalam hidupnya,” kata Lesley Ray, Ketua Penggalangan Dana Yayasan Mater.

Sesama praktisi, kita memiliki rasa saling menghargai dan saling mengasihi. Ini adalah perasaan yang sangat berharga. Jadi, terhadap agama, kita harus memiliki hati yang penuh hormat.
Saya merasa sangat bersukacita karena Suster Angela selalu merindukan saya, sama seperti saya juga merindukannya. Meski beliau tidak bisa datang dan saya tidak bisa pergi, kami selalu saling merindukan. Beliau dan saya memiliki tekad yang sama. Beliau meninggalkan rumah dan sepenuhnya mengabdikan diri pada agama. Begitu pula dengan saya. Meski nama agama kami berbeda, tekad dan keyakinan kami saling terhubung. Perbedaannya hanya pada budaya dan negara sehingga penyebutannya berbeda, tetapi maknanya tetap sama.
Kami meninggalkan keluarga kecil demi mendedikasikan diri kepada keluarga besar di dunia dan mempersembahkan diri sepenuhnya untuk umat manusia dan agama. Kami memiliki ikrar yang sama. Kami meninggalkan keluarga kecil untuk melayani semua orang. Jadi, kami sebenarnya tidak pernah benar-benar terpisah karena hati kami selalu bersama.
“Bagi saya, bisa kembali ke Hualien merupakan sesuatu yang bermakna. Sebelumnya, saya sudah pernah datang ke sini bersama dengan Suster Angela. Bertemu dengan Master Cheng Yen menjadi salah satu momen paling berkesan, baik dalam kehidupan profesional maupun pribadi saya,” kata David Tudehope, mantan Kepala NICU Rumah Sakit Mater.

“Saat kunjungan itu, saya melihat sendiri persahabatan yang begitu erat serta rasa saling menghargai antara Master Cheng Yen dan Suster Angela. Meski berasal dari latar belakang agama yang berbeda, yaitu agama Buddha dan Katolik, mereka memiliki komitmen yang sama terhadap welas asih, kerendahan hati, dan pengabdian kepada masyarakat,” pungkas David Tudehope.

“Saya belajar dari Suster Angela bahwa welas asih mampu menyatukan orang-orang melampaui perbedaan budaya, keyakinan, dan negara. Apa yang bermula dari visi beliau, kini telah berkembang menjadi kekuatan yang besar. Ini menjadi misi kita semua. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk meneruskan karya welas asih ini agar dapat berlanjut ke generasi yang akan dating,” kata Lesley Ray, Ketua Penggalangan Dana Yayasan Mater.

Saya sangat bersyukur atas jalinan jodoh yang ada. Di Australia, selain berkat kalian semua, juga karena beliau, banyak orang bisa berkumpul bersama. Beliau tidak bisa datang dan kalian mewakilinya. Saya berharap bahwa setiap tahun kalian bisa kembali. Inilah harapan saya.
Hal yang terpenting ialah meski kalian tidak berada di Taiwan dan tinggal di Australia, hati kalian tetap harus memiliki cinta kasih yang sama terhadap Taiwan seperti para relawan Tzu Chi Taiwan, yaitu bersumbangsih bagi dunia. Apa yang kalian lakukan di Australia harus sama seperti yang dilakukan di Taiwan. Ketika kalian mendukung Rumah Sakit Mater, itu sama seperti mendukung Tzu Chi di Taiwan. Hendaknya semuanya memiliki kesatuan hati untuk terus melindungi dan mendukung Rumah Sakit Mater.
Seperti Tzu Chi, jika tidak ada banyak orang yang berbuat baik, Rumah Sakit Tzu Chi tidak akan bisa dibangun. Setelah dibangun, masih dibutuhkan dukungan agar rumah sakit dapat berjalan dengan baik. Semua staf rumah sakit juga sangat membutuhkan orang yang penuh cinta kasih seperti kalian. Kita harus menyemangati mereka agar dapat merasa tenang sehingga rumah sakit dapat terus beroperasi. Inilah yang disebut dengan saling melengkapi.
Di sana juga adalah tempat untuk menyelamatkan manusia, terutama anak-anak dan bayi yang baru lahir. Anak kecil yang dahulu lemah, kini bahkan bisa berdiri di atas panggung. Ini merupakan sebuah misi. Setelah kalian kembali, teruslah mendukung rumah sakit seperti ini. Dukung dan kasihilah para suster sama seperti kalian mendukung saya.
Saya merasa sangat bersyukur atas jalinan jodoh yang mampu menghimpun kita. Ketika ada penderitaan, kita harus pergi menolong. Kalian mungkin tidak tahu di mana orang yang menderita, tetapi di rumah sakit, pasti ada orang yang menderita karena penyakit. Kita tidak bisa langsung menyelamatkan mereka karena kita bukan dokter. Kita membutuhkan rumah sakit. Jadi, semuanya harus saling mendukung.
Saya berharap Rumah Sakit Mater memiliki sekelompok orang yang dapat saling menjaga. Jika kalian dapat melakukan ini, saya akan merasa tenang. Usia saya sudah tua. Saya melihat bagaimana kalian memiliki sekelompok besar orang-orang yang sepenuh hati merawat rumah sakit. Negara kalian memiliki jalinan jodoh yang sangat baik. Hendaknya kalian benar-benar menghargainya.
Saya sangat berharap semangat agama ini bisa terus disebar. Di sana, kalian memiliki jalinan jodoh baik karena bisa melayani bersama dengan Suster Angela dan memiliki ladang berkah yang bisa digarap. Semua yang dibutuhkan sudah ada pada kalian, maka semangat ini harus terus dilanjutkan. Apa yang kalian lakukan sudah benar.
Hidup ini tidak kekal. Hendaknya kalian terus menyebarkan semangat cinta kasih di negara kalian. Rumah sakit akan selamanya memerlukan dukungan dari orang-orang baik. Rumah sakit adalah tempat untuk menyelamatkan kehidupan, mengasihi kehidupan, dan melindungi kehidupan. Kalian harus ingat bahwa nilai paling berharga dalam hidup ialah kehidupan itu sendiri. Setiap orang pada dasarnya mengasihi kehidupan. Hendaknya kita membantu orang lain.
Saat ini, Tzu Chi hadir di seluruh dunia. Di mana pun ada kebutuhan, kita bisa bersumbangsih. Semangat dan praktik Tzu Chi sudah dijalankan secara global. Seberapa besar ikrar kita, sebesar itulah kekuatannya. Selama ada jalinan jodoh untuk saling menyemangati, setiap negara dapat memikul tanggung jawab untuk misi amal di tempatnya masing-masing. Ketika ada rasa tanggung jawab, hati manusia akan terus disucikan. Untuk menyucikan hati manusia, dibutuhkan orang-orang untuk melakukannya.
Kalian terus menginspirasi orang lain. Inilah yang disebut membimbing semua makhluk dan menyucikan hati manusia. Inilah yang disebut menapaki Jalan Bodhisattva. Jalan Bodhisattva di dunia adalah tanggung jawab kalian sebagai insan Tzu Chi. Ke mana pun kalian pergi, kalian harus membangun tekad dan ikrar untuk menapaki Jalan Bodhisattva di sana.

Meninggalkan rumah dan mempersembahkan diri untuk melayani dunia
Hati dan pikiran saling terhubung karena saling mengasihi dan menghargai
Semua agama bekerja sama untuk menolong mereka yang menderita
Semoga tekad dan cinta kasih dapat terus diwariskan

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 02 Mei 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 04 Mei 2026

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

Juragan28