Memperlakukan Pasien bagai Keluarga dan Memupuk Jalinan Jodoh Berkah
“Saya adalah lulusan angkatan keempat Fakultas Kedokteran Universitas Tzu Chi. Tahun 2009, saya mulai bekerja di RS Tzu Chi Taipei. Tahun 2013, saya kembali ke Universitas Tzu Chi untuk mengambil program doktor. Di tahun yang sama, saya juga mengikuti pelatihan relawan,” kata Dokter Wu Zhe-xiong, Wakil Kepala Kantor Pembangunan Berkelanjutan.
“Saat ini, saya tengah mengikuti ‘Program Pembekalan Pemimpin Kesehatan Taiwan dalam Membangun Sistem yang Tangguh terhadap Perubahan Iklim’. Pelayanan kesehatan berkelanjutan di RS Tzu Chi Taipei bermula dari hati. Jika hanya berfokus pada indikator-indikator yang ada, pada akhirnya hanya akan mendapatkan setumpuk angka,” lanjut Dokter Wu Zhe-xiong.
“Namun, saat kita memulainya dari hati dan berniat untuk melindungi kehidupan, kita akan memikirkan semua makhluk dan lingkungan. Saat timbul rasa syukur dalam hati kita, kita secara alami akan menghargai setiap sumber daya,” pungkas Dokter Wu Zhe-xiong.
“Saya adalah lulusan angkatan kedelapan Universitas Tzu Chi. Hari ini, saya ingin berbagi tentang upaya kami dalam meminimalkan kemungkinan terjatuhnya pasien saat datang untuk menjalani cuci darah. Mengapa saya memilih topik ini? Karena pasien cukup sering terjatuh. Jika terjatuh, pasien mungkin akan mengalami patah tulang, mengalami keterbatasan gerak, membutuhkan kursi roda, bahkan meningkatkan risiko rawat inap dan kematian. Jadi, ini adalah topik yang sangat penting,” kata Lin Ding-yun, Dokter nefrologi.
Mendengar laporan para alumni Universitas Tzu Chi, setiap orang penuh pencapaian. Ini bukan hanya di Taipei. Sepanjang perjalanan saya dari Dalin, Taichung, hingga ke sini, saya mendengar para alumni universitas kita berbagi tentang pencapaian mereka. Selain itu, mereka juga memperlakukan pasien seperti keluarga sendiri. Pelayanan medis penuh cinta kasih seperti ini merupakan berkah bagi Taiwan.
Dalam hidup ini, penuaan sering kali disertai penyakit. Kaum lansia juga mudah terjatuh. Sungguh, kaum lansia mudah terjatuh. Dokter hendaknya lebih memperhatikan hal ini. Bagi kaum lansia, mengalami luka-luka sangatlah berat, terlebih saat mereka tengah jatuh sakit. Jadi, departemen geriatri juga sangat penting. Sesungguhnya, setiap departemen sangatlah penting.
Dalam hidup ini, penuaan sering kali disertai penyakit. Kaum lansia juga mudah terjatuh. Sungguh, kaum lansia mudah terjatuh. Dokter hendaknya lebih memperhatikan hal ini. Bagi kaum lansia, mengalami luka-luka sangatlah berat, terlebih saat mereka tengah jatuh sakit. Jadi, departemen geriatri juga sangat penting. Sesungguhnya, setiap departemen sangatlah penting.
Saya bersyukur kepada Kepala Rumah Sakit, Wakil Kepala Rumah Sakit, dan para Kepala Departemen kita yang memberikan pelayanan medis sambil membimbing para dokter muda sehingga keterampilan mereka makin meningkat. Kalian merupakan senior yang baik. Semua orang di rumah sakit kita bagaikan satu keluarga dan para dokter bagaikan orang tua, terutama Kepala Rumah Sakit. Jadi, para dokter senior membimbing yang lebih muda dengan sungguh-sungguh.
Apa lagi yang kita inginkan? Tidak ada. Saya sangat bersyukur. Mari kita terus tekun dan bersemangat karena pengetahuan dan keterampilan medis terus berkembang dari waktu ke waktu. Jadi, kita tetap harus tekun dan bersemangat.
Apa lagi yang kita inginkan? Tidak ada. Saya sangat bersyukur. Mari kita terus tekun dan bersemangat karena pengetahuan dan keterampilan medis terus berkembang dari waktu ke waktu. Jadi, kita tetap harus tekun dan bersemangat.
“Di bidang medis, saya selalu berpegang pada 3 prinsip. Saya terus meningkatkan pengetahuan saya dengan giat menulis tesis dan berharap dapat memperjelas beberapa permasalahan klinis yang agak sulit. Saya juga berusaha keras untuk meningkatkan keterampilan bedah saya. Dengan kemajuan AI sekarang, saat pasien datang berobat, sebagian besar bisa langsung memberi tahu saya jawaban yang mereka peroleh dari AI dan jawaban itu cukup akurat,” kata Lan Min-jing Dokter.
“Sebagai dokter, pengetahuan medis kami bahkan sulit untuk menyamai AI. Namun, kami memiliki kehangatan. Jadi, pasien yang datang berobat juga membutuhkan koneksi dan kehangatan antarmanusia. Saya merasa bahwa sebagai seorang dokter, yang terpenting ialah memberikan pendampingan dan kekuatan pada pasien,” pungkas Lan Min-jing.
“Yang membedakan RS Tzu Chi dan rumah sakit lain ialah sebagian besar kaum kurang mampu cenderung memilih untuk berobat ke RS Tzu Chi. Ini mungkin berkaitan dengan citra keagamaan kita. Jadi, selama bertahun-tahun bekerja di Tzu Chi, saya sering bertemu dengan pasien yang benar-benar membutuhkan bantuan,” kata Chen Yu-an, Dokter otolaringologi.
“Saya merasa bahwa selain menghasilkan uang, dari pasien-pasien ini, saya juga memperoleh rasa pencapaian dan nilai. Saya merasa bahwa uang tidak bisa dibandingkan dengan semua itu,” kata Chen Yu-an.
Saya sungguh sukacita mendengarnya. Mengapa saya merasa sukacita? Karena merasa bahwa pasien sangat beruntung. Dokter yang hebat adalah berkah bagi pasien. Bagaimana seorang dokter bisa disebut hebat? Sesungguhnya, sehebat apa pun seseorang, pasti akan ada yang lebih hebat darinya. Tidak ada yang ingin mengaku kalah.
Sesungguhnya, sulit untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang menang ialah yang berjodoh dengan pasien, sedangkan yang kalah ialah yang tidak berjodoh. Bagaimana agar berjodoh dengan pasien? Kita harus menunjukkan cinta kasih yang tulus. Perlakukanlah orang-orang dengan tulus agar mereka dapat merasakan atmosfer ketulusan. Atmosfer ini sangatlah penting.
Saya sepertinya membahas hal ini setiap hari. Namun, kita sungguh harus menjalin jodoh baik dengan orang-orang. Asalkan ada jalinan jodoh baik, segala sesuatu akan berjalan lancar. Terlebih, sebagai dokter, jalinan jodoh dengan pasien sangatlah penting. Jika ada jalinan jodoh baik, pasien akan senang berinteraksi dengan dokter.
Orang-orang zaman dahulu sering berkata, “Bertatap muka membuat segalanya menjadi lebih lancar.” Akan tetapi, membina jalinan jodoh baik begitu bertemu sungguh tidak mudah. Namun, saya selalu merasa bahwa jalinan jodoh ini sangat penting bagi dokter. Saat dokter bisa memperoleh kepercayaan pasien, jalinan kasih sayang pasti akan terbentuk.
Sungguh, kita bisa melihat semua dokter kita yang sangat bersih, rapi, dan segar. Karena itu, begitu bertemu, pasien akan memiliki kesan yang baik terhadap dokter. Ini juga sangat penting. Saat bertemu seseorang, yang pertama dilihat ialah wajahnya. Dengan bertatap muka, segala sesuatu akan berjalan lebih lancar. Kita memiliki semangat dan nilai budaya humanis yang bisa dilihat orang-orang dari penampilan kita. Para dokter kita juga sangat berisi.
Kata orang, bertemu dengan dokter yang berjodoh adalah berkah pasien. Agar pasien merasa berjodoh dengan dokter dan bersukacita bertemu dokter, dokter juga perlu memperhatikan penampilan. Alangkah baiknya jika semua orang dapat merasa sukacita saat bertemu. Jadi, saya merasa para dokter kita sungguh luar biasa.
Sesungguhnya, sulit untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang menang ialah yang berjodoh dengan pasien, sedangkan yang kalah ialah yang tidak berjodoh. Bagaimana agar berjodoh dengan pasien? Kita harus menunjukkan cinta kasih yang tulus. Perlakukanlah orang-orang dengan tulus agar mereka dapat merasakan atmosfer ketulusan. Atmosfer ini sangatlah penting.
Saya sepertinya membahas hal ini setiap hari. Namun, kita sungguh harus menjalin jodoh baik dengan orang-orang. Asalkan ada jalinan jodoh baik, segala sesuatu akan berjalan lancar. Terlebih, sebagai dokter, jalinan jodoh dengan pasien sangatlah penting. Jika ada jalinan jodoh baik, pasien akan senang berinteraksi dengan dokter.
Orang-orang zaman dahulu sering berkata, “Bertatap muka membuat segalanya menjadi lebih lancar.” Akan tetapi, membina jalinan jodoh baik begitu bertemu sungguh tidak mudah. Namun, saya selalu merasa bahwa jalinan jodoh ini sangat penting bagi dokter. Saat dokter bisa memperoleh kepercayaan pasien, jalinan kasih sayang pasti akan terbentuk.
Sungguh, kita bisa melihat semua dokter kita yang sangat bersih, rapi, dan segar. Karena itu, begitu bertemu, pasien akan memiliki kesan yang baik terhadap dokter. Ini juga sangat penting. Saat bertemu seseorang, yang pertama dilihat ialah wajahnya. Dengan bertatap muka, segala sesuatu akan berjalan lebih lancar. Kita memiliki semangat dan nilai budaya humanis yang bisa dilihat orang-orang dari penampilan kita. Para dokter kita juga sangat berisi.
Kata orang, bertemu dengan dokter yang berjodoh adalah berkah pasien. Agar pasien merasa berjodoh dengan dokter dan bersukacita bertemu dokter, dokter juga perlu memperhatikan penampilan. Alangkah baiknya jika semua orang dapat merasa sukacita saat bertemu. Jadi, saya merasa para dokter kita sungguh luar biasa.
Saya sering berkata bahwa kehidupan manusia tak luput dari lahir, tua, sakit, dan mati. Kesan orang lain saat melihat kita ditentukan oleh perilaku dan sikap kita. Semua itu ditunjukkan lewat tubuh. Jadi, kita harus bersungguh hati. Perilaku dan sikap kita bergantung pada pembinaan diri kita. Kita harus terus berusaha untuk lebih baik lagi. Selain kualitas di dalam diri, penampilan luar juga sangat penting. Hendaklah kita senantiasa bersungguh hati dan tulus. Setiap hari, saya membahas tentang kesungguhan hati dan ketulusan. Inilah yang terbaik.
Sungguh, apa yang saya dengar beberapa hari ini membuat saya sangat sukacita. Terlebih para alumni fakultas kedokteran kita yang mendedikasikan diri di rumah sakit kita sendiri. Mereka sungguh sangat berkualitas. Karena itulah, saya senantiasa mengucap syukur. Saya bersyukur kita memiliki fasilitas pendidikan yang baik. Di badan misi kesehatan kita, para dokter bukan hanya terampil, tetapi juga memiliki citra yang sangat baik. Saya sangat bersyukur atas semua ini.
Saya bersyukur kepada Kepala Rumah Sakit, Wakil Kepala Rumah Sakit, serta para Kepala Departemen, dokter, dan perawat. Saya sungguh bersyukur pada kalian semua. Tentu saja, saya juga bersyukur kepada semua orang. Semua orang bersukacita mendengar laporan kalian. Semua orang menaruh harapan besar pada misi kesehatan. Dahulu, demi membangun rumah sakit, semua orang sangat bekerja keras. Kini, mendengar laporan kalian, kita merasa dipenuhi berkah. Saya sungguh sangat bersyukur.
Sungguh, apa yang saya dengar beberapa hari ini membuat saya sangat sukacita. Terlebih para alumni fakultas kedokteran kita yang mendedikasikan diri di rumah sakit kita sendiri. Mereka sungguh sangat berkualitas. Karena itulah, saya senantiasa mengucap syukur. Saya bersyukur kita memiliki fasilitas pendidikan yang baik. Di badan misi kesehatan kita, para dokter bukan hanya terampil, tetapi juga memiliki citra yang sangat baik. Saya sangat bersyukur atas semua ini.
Saya bersyukur kepada Kepala Rumah Sakit, Wakil Kepala Rumah Sakit, serta para Kepala Departemen, dokter, dan perawat. Saya sungguh bersyukur pada kalian semua. Tentu saja, saya juga bersyukur kepada semua orang. Semua orang bersukacita mendengar laporan kalian. Semua orang menaruh harapan besar pada misi kesehatan. Dahulu, demi membangun rumah sakit, semua orang sangat bekerja keras. Kini, mendengar laporan kalian, kita merasa dipenuhi berkah. Saya sungguh sangat bersyukur.
Tulus mencurahkan perhatian dengan welas asih dan kebijaksanaan
Memperlakukan pasien bagai keluarga dan memupuk jalinan jodoh berkah
Nilai budaya humanis dan pembinaan diri ditunjukkan lewat penampilan
Dokter mengemban tanggung jawab besar dan memperoleh kepercayaan pasien
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 20 Juli 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 22 Juli 2026