Mempraktikkan Ajaran untuk Melindungi Dunia
Agama dalam bahasa Mandarin disebut “Zong Jiao” dan memiliki arti yang sungguh luas. “Zong” berarti prinsip yang juga sangat luas. Seiring zaman, umat manusia membeda-bedakan berbagai ciri dan bentuk luar yang sesungguhnya mengandung prinsip kebenaran di baliknya. Tzu Chi menjunjung tinggi prinsip-prinsip kebenaran ini. “Jiao” berarti pendidikan. Tujuan dan pendidikan Tzu Chi ialah cinta kasih, welas asih, sukacita, dan keseimbangan batin. Bukankah seluruh sekolah Tzu Chi berlandaskan pada empat prinsip ini?
Dalam Empat Misi Tzu Chi, misi amal bertujuan untuk membantu mereka yang kurang mampu dan menderita. Misi amal mencakup bantuan bagi mereka yang kekurangan, sakit, dan menderita.
“Seluruh siswa sangat baik. Ada beberapa yang bertanya, ‘Apakah boleh menggunakan uang kecil?’ Saya berkata, ‘Boleh, tidak masalah. Asalkan kalian memberi dengan hati, jumlah uang bukanlah hal yang penting,” kata Chan Kit Hun relawan.
“Untuk menumbuhkan rasa simpati dalam diri anak-anak, mengajari mereka berdonasi adalah hal yang paling efektif. Sesungguhnya, sangat banyak anak yang ingin melakukan hal-hal baik. Namun, mereka kurang keberanian. Jadi, penggalangan dana ini adalah kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan keberanian dan rasa percaya diri. Ini adalah pendidikan yang baik,” kata Chee Siew Hoon Kepala sekolah.
Sebagai wujud cinta kasih, hendaklah kita menjalankan misi amal dengan baik. Kita telah melakukan yang terbaik dalam misi amal. Kita tidak hanya menjalankannya di Taiwan. Selama jalinan jodoh memungkinkan, kita akan pergi membawa bantuan ke sana. Sesungguhnya, ketika membawa bantuan, kita juga mengedukasi para penerima untuk bersumbangsih.
Saat kita membangkitkan cinta kasih dan kebajikan dalam diri mereka, mereka juga dapat mengembangkan cinta kasih tanpa syarat dan berwelas asih atas penderitaan orang lain. Inilah kebajikan. Semangat misi amal juga tertanam dalam budaya humanis misi pendidikan Tzu Chi. Saat Tzu Chi memulai misi amal, sesungguhnya 3 misi lainnya juga terkandung di dalamnya. Namun, seiring berjalannya waktu, berkat jalinan jodoh yang luar biasa, kita dapat menggenggam kesempatan untuk membangun tiga misi lainnya.
Misi amal berfokus pada kegiatan amal. Terkadang, misi amal akan membawa misi kesehatan, seperti pada baksos kesehatan. Misi amal juga akan membawa misi pendidikan untuk membimbing mereka yang membutuhkan. Tzu Chi telah membantu membangun sekolah. Bagi mereka yang tidak memiliki tempat tinggal, berkat jalinan jodoh yang ada, Tzu Chi dapat membantu membangun Perumahan Cinta Kasih
Hendaklah kita terus menjalankan Empat Misi Tzu Chi dan Delapan Jejak Dharma. Ini bukanlah hal yang mudah. Kita membutuhkan uluran tangan semua orang untuk memotivasi orang-orang di sekitar kita. Hendaklah kita menggenggam waktu saat ini dan bekerja sama dengan satu tekad. Saya senantiasa mengatakan bahwa kita harus berpegang teguh pada tekad dan menjalankan kebenaran agar jalan kita menjadi lapang.
Kita harus berpegang teguh pada tekad dan menjalankan kebenaran. Kita harus mendorong diri kita sendiri untuk memiliki hati yang murni, menghormati langit, menyayangi bumi, dan melindungi semua makhluk di dunia. Inilah yang saya lakukan sepanjang hidup saya.
Buddha dan Konfusius sama-sama mengajarkan kebenaran. Oleh karena itu, kita harus menjalankan ajaran ini. Asalkan semua orang mengikuti ajaran dan pedoman dalam agama, tidak akan ada peristiwa buruk di dunia. Jika semua orang berpegang teguh pada ikrar dan tekad masing-masing, dunia ini akan menjadi baik selamanya.
Ajaran Buddha, Taoisme, dan Konfusianisme sama-sama mengajarkan kebenaran. Hal terpenting ialah manusia dapat kembali kepada sifat hakiki. Sifat hakiki manusia adalah baik. Buddha berkata bahwa semua orang pada dasarnya memiliki hakikat kebuddhaan.
Hakikat kebuddhaan adalah pencerahan. Bukankah semua orang pada hakikatnya baik? Singkat kata, dalam pendidikan kita, kita tidak boleh membeda-bedakan agama. Ketika ada sesuatu yang baik, kita harus melakukannya. Jadilah orang baik dengan kehidupan yang benar. Hendaklah kita melakukannya.
Melatih ketulusan, kebenaran, keyakinan, dan kesungguhan
Mempraktikkan kebajikan dengan cinta kasih, welas asih, sukacita, dan keseimbangan batin
Berpegang teguh pada tekad dan kebenaran untuk memiliki hati yang murni
Menghormati langit, menyayangi bumi, dan melindungi dunia
Ceramah Master Cheng Yen tanggal 04 Maret 2023
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Heryanto
Ditayangkan tanggal 06 Maret 2023