Menapaki Nilai Kemanusiaan di Tzu Chi Center Bersama Sudin Parekraf Jakarta Utara
Siang itu, 31 Maret 2026, rombongan yang dipimpin oleh Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Utara, Restuning Dyah hadir bersama staf, tim media sosial, mahasiswa pariwisata Universitas Negeri Jakarta (UNJ), mahasiswa Desain Komunikasi Visual Institut Kesenian Jakarta (IKJ), serta kreator Jakut Hub. Kunjungan ini menjadi ruang belajar langsung untuk mengenal lebih dekat aktivitas kemanusiaan yang dijalankan relawan Tzu Chi.
Kunjungan ini juga merupakan bagian dari undangan Fenny Maria, Head of Tourism Development Agung Sedayu Group, dalam memperkenalkan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan hunian, wisata alam, dan wisata kuliner, tetapi juga wisata religius.
Bagi Restuning Dyah, kunjungan ini menjadi pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap arsitektur Tzu Chi Center, khususnya Aula Jing Si yang dinilai tidak hanya megah, tetapi juga sarat makna.
“Kesan pertama saat melihat dari luar, ini adalah ikon arsitektur yang luar biasa. Namun ketika masuk ke dalam, kita merasa lebih takjub lagi karena nilai-nilai yang diajarkan oleh Pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen benar-benar relevan dengan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Restu.
Lebih dari itu, ia juga menyoroti bagaimana Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mampu menghadirkan kolaborasi nyata dalam membantu masyarakat. Baginya, kecepatan dan ketulusan para relawan Tzu Chi menjadi kekuatan utama dalam setiap aksi kemanusiaan.
“Yang paling berkesan adalah bagaimana Tzu Chi mengkolaborasikan berbagai pihak untuk membantu masyarakat yang sedang kesulitan atau terdampak bencana. Dari cerita relawan tadi, kita bisa merasakan ketulusan mereka saat terjun langsung ke masyarakat. Itu luar biasa,” ungkap Restu.
Rombongan kemudian menuju ruang International Conference Hall di lantai tiga, ruang multifungsi yang digunakan untuk pelatihan relawan, seminar, hingga pertunjukan dan berbagi pengalaman dalam menjalankan Misi Tzu Chi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Perjalanan ditutup di lantai empat, di ruang utama Sutra Lecture Hall (Jiang Jing Tang), aula berkapasitas 1.600 orang yang menjadi pusat berbagai kegiatan besar. Ruangan ini bukan hanya menjadi simbol kemegahan bangunan, tetapi juga menjadi saksi lahirnya semangat pelayanan dan cinta kasih yang terus disebarkan.
Kunjungan ini tidak hanya memperkenalkan Tzu Chi sebagai destinasi wisata religius, tetapi juga membuka ruang refleksi bahwa nilai kemanusiaan dapat dihadirkan secara nyata melalui tindakan. Dari setiap sudut yang dikunjungi, para tamu tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan bahwa kepedulian dapat tumbuh dan menginspirasi siapa saja.
Jurnalis : Anand Yahya,
Fotografer : Anand Yahya,
Editor : Arimami Suryo A.