Menatap Masa Depan Lebih Jelas
– Kata Perenungan Master Cheng Yen –
Kegiatan pada hari Minggu, 21 Desember 2025 ini bertempat di Vihara Dwi Dharma Loka Karangsari, Kecamatan Cluwak, Pati. Bakti sosial dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh peserta dari berbagai wihara di Kecamatan Cluwak, Gunungwungkal, serta sebagian wilayah Juwana. Lebih dari 100 orang, terdiri dari anak dan orang tua turut memeriksakan kesehatan mata mereka.
Kegiatan ini berawal dari keprihatinan terhadap masih rendahnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mata di wilayah pedesaan, khususnya pada anak-anak. Di era modern saat ini, hampir setiap keluarga memiliki gawai atau televisi, dan tak sedikit anak yang menghabiskan waktu dengan menonton YouTube atau bermain gim. Namun, karena tidak merasakan keluhan pada penglihatan, banyak orang tua menganggap mata anak-anak mereka baik-baik saja. Ditambah lagi anggapan bahwa pemeriksaan mata hanya bisa dilakukan di rumah sakit, membuat pemeriksaan kesehatan mata kerap terabaikan.
Dokter spesialis mata ini pun mendukung kegiatan baksos kesehatan seperti ini apalagi akses rumah sakit di desa cukup jauh. “Pentingnya baksos seperti ini untuk menjaring anak-anak atau pasien yang belum mendapat kesempatan (berobat). Tadi ada yang terjaring jadi kita kasih kacamata supaya penglihatannya lebih baik,” ucapnya.
Dokter yang praktik di Keluarga Sehat Hospital ini lebih lanjut mengatakan ia sudah sering mendengar kegiatan baksos yang diadakan Yayasan Buddha Tzu Chi. Dan kali ini terlibat langsung dalam memberikan penyuluhan dan pemeriksaan kepada anak-anak ia merasa sangat senang.
“Terima kasih sudah diajak kerja sama dalam kegiatan baksos ini, saya merasa sangat senang sekali. Antusias masyarakat, anak-anak besar sekali,” ujar dr. Calvin. “Jadi harapannya melalui kegiatan ini orang-orang lebih aware akan kesehatan matanya, kalau kesempatan, periksakan (sebelum terlambat),” harapnya.
Edukasi hingga Eksekusi
Banyak kasus penurunan prestasi akademik bukan disebabkan kurangnya kemampuan belajar, melainkan karena gangguan pada mata. Banyak sekali penyebab kerusakan mata, salah satunya adalah layar HP. Mata minus pada anak, atau dalam istilah medis disebut Myopia, kini menjadi perhatian serius para orang tua. Salah satu pemicu utamanya adalah fenomena “layar digital,” yang mana anak-anak menghabiskan waktu berjam-jam menatap ponsel atau tablet.
Mengapa ponsel bisa bikin ata anak minus? Sebenarnya, bukan “cahaya” ponsel saja yang menjadi masalah, melainkan aktivitas jarak dekat yang dilakukan secara terus-menerus. Ada beberapa factor, yang pertama adalah ketegangan otot, yang kedua kurangnya paparan cahaya matahari dan yang ketiga adalah frekuensi berkedip berkurang. Saat menatap layar, frekuensi berkedip berkurang drastis, menyebabkan mata kering dan iritasi yang memperburuk kelelahan mata.
Tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan dan kacamata gratis, namun penting juga diberikan edukasi. Dalam kesempatan ini dr. Calvin memberikan penyuluhan tentang bagaimana merawat kesehatan mata.
Kedua orang tua Kesya turut mengantarnya periksa mata dan menuangkan celengan. “Kegiatan ini sangat membantu sekali bagi anak-anak. Terutama untuk anak-anak di pedesaan yang kurang adanya perhatian terhadap pemeriksaan mata,” ucap Purwadi, ayah Kesya.
Adapula Alenka Valenka, salah satu anak asuh yang baru masuk tahun 2025 ini. “Aduh kaget banget, belum pernah periksa, tahu-tahu udah minus 1 dan silinder 2,” ucap Alen. Alen merasa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan juga teman-teman yang lain.
“Bisa periksa mata, yang tadinya tidak tahu matanya minus atau tidak jadi tahu,” ujar siswi SMKN 3 Pati.
Dari pemeriksaan ini, sebanyak 70 anak mendapat bantuan kacamata yang diberikan seminggu ke depan. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mata anak semakin meningkat. Deteksi dini adalah kunci agar gangguan penglihatan tidak menjadi permanen atau menghambat potensi anak di masa depan. Selain baksos pemeriksaan mata, para peserta yang hadir juga menuangkan celengan cinta kasih mereka.
Jurnalis : Lendra Bodhi Satria, Yuliati (Tzu Chi Cabang Sinar Mas),
Fotografer : Dok. Xie Li Pati,
Editor : Khusnul Khotimah.