Menciptakan Ladang Berkah dengan Cinta Kasih Agung Tanpa Pamrih
“Dominika pernah dilanda badai yang sangat dahsyat. Kami sangat bersyukur karena pada saat itu, para relawan Tzu Chi AS terbang ke Dominika dan datang ke kawasan gunungan sampah La Romana. Di sana, mereka menemukan banyak warga yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan. Mereka mencari makanan dari tumpukan sampah untuk mendapatkan makanan yang masih bisa dimakan,” kata Zhu Ci Yao, Penanggung jawab Kantor Perwakilan Tzu Chi Dominika.
“Saat itu, ada relawan yang mengusulkan untuk membangun sekolah. Pada tahun 2000, kami mendirikan SD Tzu Chi. Berhubung pembangunan tahap pertama belum mencukupi kebutuhan, kami segera melanjutkan pembangunan tahap kedua. Pemerintah kota setempat kemudian menamai jalan baru di depan SD Tzu Chi yang kini menjadi rute penting yang dilalui oleh bus dengan nama ‘Jalan Tzu Chi’,” lanjut Zhu Ci Yao.
Zhu Ci Yao melanjutkan “Saya merasa bahwa kebahagiaan terbesar dalam hidup ialah dapat mempraktikkan kebajikan dan berbakti. Saya rasa inilah yang selalu disampaikan oleh Master kepada muridnya, yaitu berbuat kebajikan dan berbakti tidak boleh ditunda.”
“Salah satu alasan besar saya menjalani Tzu Chi ialah karena ibu mertua saya, Kakak Ci Tuo. Sesungguhnya, saat itu, saya hanya berpikir bahwa ibu mertua saya sudah lanjut usia dan membutuhkan bantuan. Berhubung beliau tidak bisa menggunakan komputer, kami pun membantunya. Namun, makin lama menjalankannya, saya justru makin bahagia,” ungkap Zhu Ci Yao.
“Beberapa tahun terakhir, ayah dan ibu mertua saya meninggal dunia. Mungkin mereka tidak meninggalkan harta duniawi untuk saya, tetapi berkat mereka, saya mengenal Tzu Chi. Bagi saya, Tzu Chi adalah hadiah terbesar yang saya terima dari beliau. Terlebih lagi, hadiah ini akan diwariskan dari kehidupan ke kehidupan. Jadi, saya merasa sangat bersyukur dapat meneruskan warisan ini dan bersyukur karena banyak relawan pada masa itu yang telah meletakkan dasar Tzu Chi di Dominika,” pungkas Zhu Ci Yao.
Hendaknya kita semua bersyukur. Saya juga berterima kasih kepada Ci Tuo. Tanpa beliau, tidak akan ada orang yang bersedia memikul tanggung jawab di sana. Hal yang paling berharga dalam kehidupan ialah jalinan kasih sayang. Saya merasa sangat bersyukur. Selama ini, kondisi kehidupan di tempat itu memang sangat sulit dan mereka sangat membutuhkan Tzu Chi. Namun, Tzu Chi juga membutuhkan jalinan jodoh. Kita harus berterima kasih kepada orang-orang yang memiliki jalinan jodoh dengan kita.
Betapa pun besarnya keinginan Tzu Chi untuk melakukan sesuatu, jika di tempat tersebut tidak ada orang yang berjodoh, kita tidak akan mampu melakukannya. Jadi, saya sangat berterima kasih kepada kalian. Tentu saja, saya juga berterima kasih kepada ibu mertua Anda. Saya juga berterima kasih kepada suami Anda yang telah mendukung Anda untuk menjalankan semua ini. Singkat kata, setiap hari saya selalu berpikir bahwa selama hidup di dunia ini, banyak orang yang harus saya ucapkan terima kasih.
Betapa pun besarnya keinginan Tzu Chi untuk melakukan sesuatu, jika di tempat tersebut tidak ada orang yang berjodoh, kita tidak akan mampu melakukannya. Jadi, saya sangat berterima kasih kepada kalian. Tentu saja, saya juga berterima kasih kepada ibu mertua Anda. Saya juga berterima kasih kepada suami Anda yang telah mendukung Anda untuk menjalankan semua ini. Singkat kata, setiap hari saya selalu berpikir bahwa selama hidup di dunia ini, banyak orang yang harus saya ucapkan terima kasih.
Tentu saja, saya juga berterima kasih kepada diri sendiri. Tanpa diri saya, mungkin dua kata “Tzu Chi” ini tidak akan ada. Berkat saya, Tzu Chi dapat hadir. Namun, semua ini juga merupakan jalinan jodoh. Tanpa kalian, Tzu Chi juga tidak akan berkembang. Untunglah ada kalian. Tanpa kalian, semua ini tidak mungkin bisa dilakukan. Berkat jalinan jodoh, Tzu Chi kini dapat mengulurkan tangan hingga ke berbagai negara dan memiliki kekuatan untuk membantu banyak orang. Saya merasa sangat bersyukur.
Kita memiliki jalinan jodoh untuk menciptakan berkah bagi masyarakat. Tentu saja, inilah arah kita bersama. Namun, di tengah dunia yang penuh kekacauan, kita juga harus sangat berhati-hati. Kekacauan berawal dari hati manusia. Ketika seseorang kehilangan keyakinan, hatinya dapat menjadi kacau. Jika setiap orang memiliki keyakinan yang benar, hatinya akan menjadi tenang dan tenteram. Inilah yang membuat dunia ini menjadi tidak berdaya.
Jadi, selain memikirkan bagaimana kita dapat membantu orang lain, kita juga perlu menyampaikan kebenaran dari agama. Hendaknya kita selalu mengajarkan kebaikan. Kebaikan berarti memiliki cinta kasih. Manusia harus memiliki cinta kasih. Hati yang baik adalah hal yang paling penting. Pentingnya agama ialah mengajarkan kepada manusia untuk percaya bahwa setiap orang memiliki cinta kasih.
Namun, meski kita sendiri percaya akan hal itu, jika kita tidak mengajarkannya kepada orang lain, ketika kita terus mencurahkan cinta kasih, mereka tidak akan memahami maknanya. Oleh karena itu, kita harus menyebarkan Dharma dan membawa manfaat bagi semua makhluk. Yang dimaksud dari kalimat itu ialah menyebarkan ajaran bajik dan membimbing semua orang ke arah kebajikan. Saya sangat berterima kasih kepada kalian.
Cinta kasih yang kalian berikan di sana hendaknya digunakan untuk menciptakan berkah. Ada ungkapan, “Tanah yang penuh berkah adalah tempat berdiamnya orang-orang penuh berkah.” Jika kita ingin tanah ini aman dan damai, kita harus memiliki lebih banyak orang baik. Jadi, agar makin banyak orang baik, kita membutuhkan keyakinan yang benar.
Kita tidak boleh mempermasalahkan agama apa yang mereka anut dan apa yang kita anut. Itu semua tidaklah penting. Yang terpenting ialah seperti yang selalu saya sampaikan bahwa kita harus memiliki keyakinan yang tulus. Saya tidak mengkhawatirkan agama apa yang kalian anut, tetapi yang perlu dikhawatirkan ialah jika keyakinan itu tidak dijalankan dengan tulus.
Agama-agama yang diakui semuanya itu baik karena mengajarkan hal yang baik. Yang perlu diwaspadai ialah pengetahuan, pandangan, dan ajaran yang menyimpang. Jadi, hendaknya kalian selalu hidup berdampingan. Hubungan antarmanusia sangatlah penting.
Ketika setiap orang yang memiliki cinta kasih bersatu di dalam kelompok kecil, akan membentuk kelompok besar yang memiliki kesatuan tekad dan jalan. Jika lingkupnya diperluas hingga ke lingkungan tempat kita tinggal, apa pun agama yang dianut, selama semua orang memiliki cinta kasih, lingkungan itu akan berlandaskan kebajikan. Ini sangatlah penting.
Dari lingkungan, ini berkembang ke kelurahan hingga kecamatan. Inilah yang menjadi berkah bagi sebuah negara. Selama kita hidup di negara yang penuh berkah, kita akan memiliki lingkungan yang baik. Jadi, saya sangat berharap kepada semuanya agar dalam menjalankan keyakinan agama, jangan mempermasalahkan perbedaan dengan orang lain. Selama itu adalah perbuatan baik, kita semua dapat melakukannya.
Kita harus waspada terhadap keyakinan yang menyimpang dan ajaran yang tidak benar. Jika kita memiliki keyakinan yang tidak benar, kita akan mudah menyimpang. Sedikit saja menyimpang, kita akan tersesat jauh. Jadi, hati dan arah yang kita tuju harus benar.
Kita harus waspada terhadap keyakinan yang menyimpang dan ajaran yang tidak benar. Jika kita memiliki keyakinan yang tidak benar, kita akan mudah menyimpang. Sedikit saja menyimpang, kita akan tersesat jauh. Jadi, hati dan arah yang kita tuju harus benar.
Saya sering mengatakan tentang cinta kasih berkesadaran. Sebagai makhluk dengan cinta kasih berkesadaran, kita harus memiliki arah yang sama. Ketika saya berbicara kepada orang-orang, pada akhirnya sering kali muncul 2 kata, yaitu “sadar” dan “belajar”. Kita harus mempelajari jalan menuju kesadaran. Ini disebut dengan jalan yang benar.
Inilah hal yang paling penting dalam kehidupan. Apa pun agama yang kalian anut, selama arahnya benar, hati tidak akan menyimpang. Hati yang tidak menyimpang akan selalu dipenuhi dengan cinta kasih tanpa pamrih. Inilah cinta kasih yang diajarkan oleh keyakinan agama yang benar.
Keyakinan yang benar tidak akan mengajak seseorang melakukan perbuatan yang jahat, melainkan mengingatkan dan mengarahkan kita bahwa perbuatan jahat tidak boleh dilakukan. Inilah pemahaman yang benar tentang agama. Jadi, hendaknya semuanya dapat saling menyemangati agar hati kita dipenuhi cinta kasih dan arah yang kita tempuh selalu benar.
Menyebarkan Dharma, membawa manfaat, dan membimbing dengan keyakinan yang benar
Belajar dan sadar untuk membangkitkan niat baik
Meneruskan misi dengan arah yang jelas
Menciptakan ladang berkah dengan cinta kasih agung tanpa pamrih
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 14 September 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 16 September 2026