Menebar Cinta Kasih lewat Aksi Peduli Kesehatan dan Sosialisasi
Kesehatan merupakan anugerah yang tidak dapat tergantikan oleh apa pun, sekalipun oleh kekayaan materi. Meski berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga kesehatan, risiko gangguan kesehatan tetap ada. Menyadari bahwa belum semua lapisan masyarakat memiliki akses pelayanan medis yang memadai, relawan Tzu Chi Medan hadir di Desa Klumpang Kampung untuk memberikan pelayanan kesehatan sekaligus meringankan beban sesama.
Pada hari Minggu, 18 Oktober 2026, relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Petisah menggelar bakti sosial kesehatan di SD Negeri 101745, Jalan Klumpang Kampung, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kegiatan ini merupakan penyaluran bantuan kedua bagi masyarakat Desa Klumpang Kampung, melanjutkan jalinan kasih yang telah terbangun melalui bakti sosial pembagian sembako sebelumnya.
Dengan penuh welas asih, relawan bersama tim medis menghadirkan layanan poli umum dan gigi untuk warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Para penerima manfaat merupakan warga prasejahtera yang telah melalui proses pendataan dan penelusuran terlebih dahulu agar bantuan tepat sasaran.
Edison, relawan Tzu Chi selaku koordinator kegiatan, menyampaikan harapannya agar bakti sosial ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. “Memberikan pelayan medis langsung guna memastikan serta memaksimalkan kualitas kesehatan murid guru dan masyarakat desa klumpang kampung secara optimal,” tuturnya.
Kegiatan diawali dengan sambutan hangat dari Edison, dilanjutkan dengan pesan cinta kasih dari Kepala Desa Klumpang Kampung, Eka Yuswardi, S.Ag. Ia menyambut baik kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Medan karena program pelayanan kesehatan dan bantuan sosial tersebut sejalan dengan visi dan misi desa untuk melayani kebutuhan masyarakat. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penampilan isyarat tangan “Satu Keluarga”.
Bakti sosial ini disambut antusias oleh 289 penerima manfaat, dengan 55 di antaranya merupakan anak-anak. Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, tim medis Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia terlebih dahulu melakukan pemeriksaan awal (skrining) kepada setiap pasien sebelum mengarahkan mereka ke poli yang sesuai.
Kepedulian terhadap kesehatan warga juga diwujudkan melalui pemeriksaan laboratorium sederhana, meliputi gula darah, kolesterol, dan asam urat, khusus bagi warga berusia 40 tahun ke atas. Sementara itu, anak-anak mendapatkan pemeriksaan gigi serta edukasi mengenai cara menyikat gigi yang benar.
Salah satu penerima manfaat, Eva Rosanti Azmi, mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai pelayanan tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Sangat tepat sasaran karena tidak semua lapisan masyarakat memiliki kemampuan finansial untuk mendapatkan akses pengobatan,” katanya.
Yayasan Buddha Tzu Chi memiliki cita-cita untuk menyucikan hati manusia, mewujudkan masyarakat yang aman dan tenteram, serta menciptakan dunia yang terhindar dari bencana. Cita-cita tersebut diwujudkan melalui Empat Misi Utama dan Delapan Jejak Dharma. Melalui kesempatan ini, relawan Tzu Chi Medan turut mempererat jalinan dengan para penerima manfaat sekaligus memperkenalkan nilai-nilai cinta kasih yang mendasari setiap kegiatan Tzu Chi.
Setelah berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan resep, para penerima manfaat diarahkan ke ruangan yang nyaman untuk mengikuti sesi pengenalan Tzu Chi. Sebagian besar peserta yang belum mengenal Tzu Chi mendapatkan penjelasan mengenai misi kemanusiaan serta ajaran cinta kasih Master Cheng Yen. Melalui sesi ini, relawan berharap dapat menggugah kepedulian dan menumbuhkan semangat saling membantu untuk bersama-sama meringankan penderitaan sesama.
Jurnalis : Emelia Dominica (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Vincent Horison, Melisa (Tzu Chi Medan),
Editor : Fikhri Fathoni.
Setelah berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan resep, para penerima manfaat diarahkan ke ruangan yang nyaman untuk mengikuti sesi pengenalan Tzu Chi. Sebagian besar peserta yang belum mengenal Tzu Chi mendapatkan penjelasan mengenai misi kemanusiaan serta ajaran cinta kasih Master Cheng Yen. Melalui sesi ini, relawan berharap dapat menggugah kepedulian dan menumbuhkan semangat saling membantu untuk bersama-sama meringankan penderitaan sesama.
Jurnalis : Emelia Dominica (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Vincent Horison, Melisa (Tzu Chi Medan),
Editor : Fikhri Fathoni.