Menempa Kebijaksanaan dan Menggali Mata Air Cinta Kasih
Membebaskan semua makhluk dari penderitaan serta mewujudkan ketenteraman dan kedamaian bagi setiap orang, inilah misi yang harus dijalankan oleh kita sebagai Bodhisatwa dunia.
Jadi, kita semua tengah mempelajari praktik Bodhisatwa. Dalam mempelajarinya, kita harus melakukan tindakan nyata. Jika kita tidak melakukan tindakan nyata dan hanya berkata bahwa kita ingin mempelajarinya, kita tidak akan pernah memahaminya.
Contohnya seorang magang, saat diajarkan sesuatu oleh mentornya, dia hendaknya bisa memahami lebih banyak hal dari satu hal yang diajarkan tersebut.
Sang mentor mungkin berkata, “Sudut meja ini harus dirapikan seperti ini agar rata dan lurus. Saya akan bersungguh-sungguh mengajarimu dan kamu harus memperhatikannya. Setelah menguasai cara merapikan sudut meja ini, kamu bisa merapikan tiga sudut lainnya.”
Jadi, jika kita bersungguh-sungguh dan fokus merapikan satu sudut meja, kita bisa merapikan tiga sudut lain dengan cara yang sama. Mempelajari praktik Bodhisatwa juga demikian.
“Selain lima ribu kantong bahan pangan, kami juga menyiapkan lima ribu karung beras yang masing-masing seberat 12,5 kilogram. Yang paling menantang ialah memuatkan semua barang bantuan ke dalam kantong agar bisa dibawa oleh penerima bantuan. Kantong barang bantuan ini dilengkapi tali agar warga dapat membawanya dengan satu tangan. Terakhir, kita memastikan bahwa setiap paket bantuan yang dibagikan cukup untuk kebutuhan 6-8 orang selama sebulan,” kata Dashka Bennett Wakil direktur Gigi Depot.