Menenteramkan Jiwa dan Menguatkan Raga Warga Korban Kebakaran di Jatinegara
Bagi warga RT 05, Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, hari yang cerah adalah berkah yang ditunggu-tunggu. Dalam keseharian mereka, banyak yang menggantungkan hidupnya sebagai pedagang kaki lima di pinggiran kali. Salah satunya adalah Agus Supriadi (45) dan Nursalim (53), dua pedagang soto yang sudah lama mencari nafkah di wilayah Jatinegara dan Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Namun, hari Minggu pagi, 24 November 2024, menjadi mimpi buruk yang tak terduga. Ketika mereka baru saja memulai berjualan, kabar duka menghampiri: kebakaran melanda wilayah tempat tinggal mereka. Dengan hati yang cemas, mereka meninggalkan lapak dagangan mereka dan bergegas pulang ke rumah. Apa daya, setibanya di lokasi, mereka hanya bisa berdiri terpaku menyaksikan kobaran api melahap tempat tinggal mereka yang telah bertahun-tahun menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan.
Dwi Lestari menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. “Tzu Chi selalu hadir di saat kami membutuhkan,” ujarnya. Ternyata, hubungan antara warga di sini dan Tzu Chi telah terjalin sejak 2019, saat kebakaran terjadi di wilayah RT lain.
Namun, bantuan tak bisa sepenuhnya menghapus luka. Agus Supriadi yang memiliki empat anak kecil kini kehilangan segalanya—rumah, peralatan masak, bahkan modal untuk berjualan. “Kami hanya bisa pasrah,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Bersama warga lain, ia berharap ada bantuan untuk membangun toilet umum dan menyediakan air bersih agar kehidupan bisa berjalan, meski perlahan.
Dalam setiap langkahnya, relawan Tzu Chi membawa pesan dari Master Cheng Yen: “Ada dua hal yang tidak bisa ditunda dalam hidup ini, berbakti kepada orang tua dan melakukan kebajikan.” Pesan ini menjadi semangat dalam melayani warga yang tertimpa musibah. Semoga bencana ini segera berlalu, dan warga Rawa Bunga dapat bangkit kembali. Karena dalam setiap musibah, selalu ada peluang untuk menebar cinta kasih dan membangun kekuatan baru bersama.
Jurnalis : Johan Tando (He Qi Pusat),
Fotografer : Yuly Gunawan, Rosa Amelia, Rafifah Khairunnisah (He Qi Pusat),
Editor : Hadi Pranoto.