Menggenggam Waktu, Bersungguh Hati dan Tulus Menjalankan Misi Amal
Melalui drama tersebut, relawan diajak memahami bahwa ketika bertemu dengan calon penerima bantuan, bukan hanya informasi yang perlu dikumpulkan, tetapi juga perasaan dan martabat orang yang ditemui harus dijaga. Mendengarkan dengan tulus, berbicara dengan lembut, memberikan perhatian, serta menghadirkan kehangatan merupakan bagian penting dalam menjalankan Misi Amal. Dengan demikian, proses survei tidak sekadar menjadi kegiatan administratif, tetapi juga menjadi jembatan kasih antara relawan dan sesama yang membutuhkan.
Kehangatan gathering semakin terasa melalui talk show bertema “Perjalanan Misi Amal di Kota Tanjung Pura” yang dipandu oleh Juniaty sebagai moderator. Tiga narasumber berbagi pengalaman dan perjalanan mereka dalam menjalankan Misi Amal. Salah satunya adalah Noni, yang telah mengenal Tzu Chi sejak tahun 2014.
Perjalanannya berawal dari kepedulian sederhana kepada seorang lansia yang tidak memiliki keluarga. Suatu ketika, banjir besar melanda Kota Tanjung Pura. Lansia tersebut terjatuh dan mengalami kesulitan untuk bergerak. Di tengah kondisi tersebut, Noni melihat kehadiran relawan Tzu Chi yang datang memberikan bantuan.
“Pada saat banjir besar di Kota Tanjung Pura, relawan Tzu Chi hadir memberikan bantuan. Di sanalah jodoh saya bertemu dengan Tzu Chi. Saya memohon bantuan untuk lansia tersebut dan kemudian diajak bergabung menjadi relawan Tzu Chi,” tutur Noni.
Kini, Noni bertanggung jawab sebagai ketua relawan komunitas Hu Ai Binjai. Jarak yang jauh dari Kota Medan tidak menyurutkan semangatnya untuk bersumbangsih. Dengan ketulusan dan ketekunan, ia terus memperpanjang barisan relawan dan membantu mengembangkan Misi Amal Tzu Chi di Kota Tanjung Pura. Semangat Noni pun menginspirasi relawan lainnya.
“Noni memberikan perhatian dan membimbing kami seperti saudara sendiri. Kami mengikuti arahan Noni hingga saat ini. Pada bulan November nanti, kami akan ke Hualien untuk dilantik oleh Master Cheng Yen,” ungkap Tan Mi Lin dan Siu Ling.
Kisah tersebut menunjukkan bahwa sebuah niat baik yang sederhana dapat menjadi awal dari perjalanan cinta kasih yang panjang. Dari kepedulian kepada satu orang, cinta kasih dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak orang untuk turut bersumbangsih.
Jurnalis : Ardi Wijaya (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Aristo, Melisa (Tzu Chi Medan),
Editor : Metta Wulandari.