Menggunakan Kedua Tangan untuk Melestarikan Lingkungan
Angin yang bertiup sejuk, awan yang memberikan keteduhan, pepohonan yang menari, mengiringi sembilan orang relawan Tzu Chi yang melakukan kegiatan pelestarian lingkungan sejak pukul 7.00 WIB di taman kantor RW.04, Sunter Metro.
Angin yang bertiup sejuk, awan yang memberikan keteduhan, pepohonan yang menari, mengiringi sembilan orang relawan Tzu Chi yang melakukan kegiatan pelestarian lingkungan sejak pukul 7.00 WIB di taman kantor RW.04, Sunter Metro.
Para relawan Tzu Chi dari komunitas Sunter (He qi Pusat) menggerakkan sembilan orang relawan Tzu Chi untuk bersama-sama menggunakan kedua tangan dalam pelestarian lingkungan.
Hal ini yang dilakukan relawan Tzu Chi mereka selalu mengingat himbauan Master Cheng Yen untuk bersama-sama menggunakan kedua tangan dalam melestarikan lingkungan. Mereka mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan pada Minggu ke-3, 17 Juli 2022. Kegiatan ini untuk pertama kalinya kembali diadakan secara tatap muka semenjak pandemi Covid-19 melanda Indonesia.
Eric Velly Salim selaku koordinator pelestarian lingkungan membagi relawan yang hadir menjadi dua kelompok. Ada yang bertugas di pemilahan langsung barang-barang daur ulang di Taman dan relawan lainnya melakukan sosialisasi pembagian undangan jadwal kegiatan rutin pelestarian lingkungan, brosur ke rumah-rumah warga.
“Ya, di Minggu ini Kita juga berkeliling mengunjungi ke rumah warga. Semua pada bersemangat kembali untuk berkegiatan pelestarian lingkungan (PL) di hari ini” Ujar Eric.
Kegiatan pelestarian lingkungan in juga di sambut baik oleh warga Sunter Metro salah satunya Rifan (46) yang sangat menyadari dengan pemilahan barang ini bisa membersihkan lingkungan terutama di rumah. “Ya, bagus dengan kegiatan ini (pemilahan barang daur ulang), jadi barang-barang yang tadinya kita tidak pakai, bisa dimanfaatkan kembali. Semoga lingkungan bisa menjadi lebih bersih”. Ujar Rifan.
Tanggapan yang sama juga di utarakan oleh Anwar Sansih (26) salah satu karyawan yang bekerja di rumah warga yang dijadikan tempat usaha. Anwar merespon positif diadakan kembali kegiatan pelestarian lingkungan setiap Minggu ke-3 di kompleksnya.
“Ya, mendukung sekali sangat efisien, barang-barang seperti plastik-plastik kemasan setelah tidak terpakai dapat didonasikan untuk didaur ulang. Begitupula, dengan sampah sayuran yang jika dibiarkan saja kan bau, ternyata bisa diolah lagi jadi seperti pupuk. Semoga kegiatan seperti ini dapat meluas lagi dan ada di setiap pemukiman masyarakat karena kegiatan pelestarian lingkungan s ini sangat bermanfaat” ujar Anwar.
Di sela perjalanan mengunjungi rumah-rumah warga, relawan Tzu Chi bertemu salah satu warga yang sudah melakukan tindakan nyata dengan membuat Eco Enzyme. Oma Lena (60) yang sudah membuat Eco Enzyme dari berbagai sumber termasuk dari Yayasan Buddha Tzu Chi yang pernah mengenalkan Eco Enzyme di lingkungan perumahannya.
“Bagus, jadi mengurangi sampah-sampah. Sehingga dapat didaur ulang. Selama ini Saya sudah buat Eco Enzyme dan hasilnya dibagikan ke teman-teman. Juga mengajak mereka biar ikutan buat” ungkap Oma Lena.
Oma Lena mengapresiasi dan mendukung kegiatan-kegiatan sosial yang di lakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi dengan mengajak mengadakan kembali sosialisasi Eco Enzyme di kompleks perumahannya. Agar program pelestarian lingkungan dengan Eco Enzyme lebih meluas tersebar lagi ke warga-warga.
Para relawan satu per satu mengelilingi tiap blok di perumahan Sunter Metro dengan keringat membasahi seragam dan sesekali tawa senyuman terukir di wajah. “Sungguh senang bisa ikut menyosialisasikan daur ulang kepada warga di sini, saya berharap kegiatan pelestarian lingkungan di komunitas-komunitas dapat berkembang,” harap Oma Lena.
Para warga dan relawan yang terlibat dalam pelestarian lingkungan ini telah bersumbangsih di tengah masyarakat dengan menghargai berkah, memupuk berkah kembali, dan menjalin jodoh baik dengan semua mahkluk.
Fotografer : Rosy Velly Salim, Linawati Heng (He Qi Pusat),
Editor : Anand Yahya.