Menghadirkan Kebahagiaan Bagi Opa-Oma di Panti Jompo Khusnul Khotimah Pekanbaru
Seryyu, salah satu relawan yang bertanggung jawab untuk kegiatan ini, telah mempersiapkan perlengkapan seperti pisau cukur, alat cukur rambut, gunting kuku, dan berbagai keperluan lainnya. Ia juga mengajak relawan untuk bersama-sama berbagi kasih kepada Opa dan Oma yang sangat membutuhkan perhatian.
Salah satu momen yang tak terlupakan adalah ketika Opa Mesran, yang berusia 72 tahun asal Kerinci, menyanyikan lagu Teluk Bayur. Lagu ini mengingatkannya pada masa-masa indah saat bekerja di Teluk Bayur. Melihat Opa Mesran begitu bersemangat dan bahagia menyanyikan lagu kesukaannya, relawan merasakan kebahagiaan yang mendalam. Bernyanyi memang bukan hanya hiburan, tetapi juga salah satu cara yang efektif untuk menjaga kesehatan dan daya ingat otak, membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif pada mereka yang berusia lanjut.
Boby, relawan yang juga merupakan koordinator kunjungan kasih kali ini, menyampaikan, “Saya merasa sangat bersyukur karena masih punya kesempatan menjaga orang tua. Saya doakan semoga Opa dan Oma selalu sehat dan keluarga mereka bisa sering datang mengunjungi. Saya juga berharap semoga saya bisa lebih baik lagi menjadi orang yang bermanfaat bagi orang tua maupun untuk orang lain.” Ini adalah kunjungan Boby yang ketiga kalinya, dan setiap kali ia datang, ia selalu dengan sepenuh hati menggunting rambut para Opa.
Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Satu Keluarga, yang sudah dikuasai dengan baik oleh para Opa dan Oma, menggunakan isyarat tangan. Setelah itu, acara ditutup dengan pembagian bingkisan cinta kasih kepada para Opa dan Oma, termasuk mereka yang tidak bisa keluar dari ruangan. Kebahagiaan yang terpancar dari wajah para Opa dan Oma membuat para relawan juga merasakan sukacita yang mendalam.
Seperti kata perenungan Master Cheng Yen, “Yang paling indah di langit adalah bintang-bintang, dan yang paling indah dalam kehidupan manusia adalah kehangatan cinta kasih.” Kegiatan ini tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi para Opa dan Oma penghuni panti, tetapi juga menumbuhkan rasa empati, cinta kasih, dan kebersamaan antar generasi.
Fotografer : Seryyu, Lina, Mariana, Yuliana (Tzu Chi Pekanbaru),
Editor : Hadi Pranoto.