Menghimpun Berkah Melalui Operasi Katarak dan Hernia
Sebulan terakhir aktivitas Relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas APP di PT Konverta Mitra Abadi (KMA) Lampung, meningkat drastis. Di sela-sela rutinitas pekerjaan kantor, relawan dibagi ke beberapa titik untuk mencari orang-orang yang menderita katarak atau hernia. Selain mencari secara langsung, relawan juga melibatkan perangkat desa setempat. Setelah data didapatkan, selanjutnya dilakukan survei dan pemeriksaan tahap pertama di Rumah Sakit TK IV 02.07.04 Bandar Lampung atau dikenal juga sebagai RS DKT. Dari proses ini didapat data 43 orang calon pasien. Termasuk dua orang anak yang menderita bibir sumbing. Namun karena masih belum cukup umur, dokter tidak menyarankan untuk menjalani operasi.
Banyak pelajaran yang didapat para relawan ketika berinteraksi langsung dengan calon pasien. “Yang jelas prihatin ya, kok bisa lama ya penyakit ini diderita. Terus kemudian kita bertekad dengan teman-teman kita harus selesaikan. Karena masih banyak warga di sekitar kita yang membutuhkan. Bahkan ada teman relawan yang melakukan survei itu malam hari karena keterbatasan waktu kerja. Jadi kadang di weekend atau di malam hari itu. Dan ada juga 5-6 pasien yang kerja sama dengan Puskesmas di desa yang lain, lalu kita melakukan survei gitu,” ungkap M. Ramdani.
Koordinasi dengan pihak rumah sakit juga memberi pengalaman tersendiri. “Di awal screening itu informasinya bisa dilakukan di hari Sabtu. Waktu itu kita ada 27 orang calon pasien. Namun ternyata dari pihak RS DKT memiliki kapasitas karena tenaga ahlinya juga terbatas terutama untuk yang katarak. Katarak hanya bisa dilakukan pada hari Senin dan Rabu, itu pun 3 orang per harinya untuk operasi. Sementara di hari tersebut kita masih bekerja. Jadi untuk hari Senin kita antar Minggu siang, Senin sore kita jemput kalau bisa langsung pulang. Tetapi ada juga beberapa yang harus diinapkan lagi, jadi Selasa baru kita jemput. Dan Selasa kita ada antar juga pasien untuk dioperasi hari Rabu. Jadi rutinitasnya begitu. Kita relawan yang (lagi) kosong (senggang) bergantian melakukannya. Ya itu challenging-nya ya, kadang malah kerjaan kantor kita kerjakan di rumah juga,” ungkap M. Ramdani yang juga Kepala Departemen Supply Chain Management di PT Konverta Mitra Abadi ini.
Ifan Fauzi, relawan lain yang ikut mendampingi para pasien merasa sangat bersyukur melihat kebahagiaan dari pasien yang sudah dioperasi. “Terlebih banyak pasien ini yang sudah menderita bertahun-tahun dan tidak bisa bekerja sehingga mata pencahariannya menjadi tanggung jawab anggota yang lain. Dengan operasi ini kami berharap mereka bisa normal, bisa mencari nafkah lagi untuk keluarganya, mereka bisa bahagia kembali dengan keluarganya,” ujarnya.
Pertemuannya dengan Sumarjo memberi kesan tersendiri. “Pak Sumarjo itu sakit katarak. Jadi selama survei hingga operasi tidak bisa melihat. Hanya bisa mendengar saya saja. Sampai proses screening dan operasi, itu mata kan masih tertutup ya. Setelah proses kontrol kedua, kebetulan saya juga mengantarkan. Setelah itu perlahan mulai bisa melihat. Karena saking bahagianya beliau mencari dan ingin melihat saya. Ini kebahagiaan yang saya rasakan, apalagi ketika kami antar ke rumah istri dan anak-anaknya juga menyambut gembira” ungkap Ifan menahan haru.
Pendampingan yang dilakukan relawan selama proses bakti sosial ini diapresiasi Mayor CKM dr. Usman Alkaff, SpPD., FINASIM, Kepala Rumah Sakit TK IV 02.07.04 Bandar Lampung “Saya lihat apa yang dilakukan relawan (Tzu Chi) luar biasa karena mereka menjemput dan mengantarkan pasien ke rumah, kemudian pasien diantar ke ruang perawatan, ditunggu. Kemudian pada saat pasien mau dioperasi juga ditunggu di situ. Mendampingi pasien sampai pasien keluar ruang operasi, kembali ke kamar perawatan juga diantar relawan Tzu Chi. Ini luar biasa ya. Karena relawan kami lihat dengan tulus hati dan ikhlas melayani pasien-pasien tersebut. Kita dapat belajar bahwa melayani dengan hati ini sesuatu yang luar biasa,” ujarnya ketika memberi sambutan dalam penutupan kegiatan operasi ini pada 23 Juli 2022 lalu.
Buchori Surip, warga Haduyang yang menderita hernia adalah salah satu pasien yang menerima pengobatan. Sudah 7 bulan terakhir aktivitasnya sebagai petani terganggu. Ditemui di rumahnya yang sederhana, Jumiatun, sang istri sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan relawan. “Terima kasih sekali sekarang suami saya tidak kesakitan lagi. Tujuh bulan terakhir dia tidak bisa beraktivitas normal karena sakit hernia,” ujar Jumiatun berkaca-kaca.
Siti Umayah yang rumahnya tak jauh dari rumah Buchori juga menyampaikan terima kasih atas bantuan operasi katarak. “Aku banyak terima kasih bener, mudah-mudahan yang menolong kita dapat pahala yang banyak, dikasih rezeki yang melimpah. Alhamdulilah bener aku ditolong, terima kasih sama Tuhan, terima kasih sama yang nolong aku,” ungkapnya.
Fotografer : Yunita Rizka, Noval, Valen, Vicky (Tzu Chi Cabang Sinar Mas),
Editor : Hadi Pranoto.