Menghimpun Kasih, Menyelamatkan Bumi
Christine Yuliana, selaku koordinator kegiatan pelestarian lingkungan di Xie Lie Rajawali, menjelaskan bahwa titik pilah ini merupakan sosialisasi pertama kali di kawasan Rajawali sendiri. “Selain mensosialisasikan misi pelestarian lingkungan kepada warga sekitar, kegiatan ini juga sebagai sarana merangkul dan menggalang hati lebih banyak relawan lagi. Terutama untuk Lao Pu Sa (Bodhisatwa Lansia), karena orang tua biasanya kalau di rumah mungkin tidak banyak kegiatan. Nah di pelestarian lingkungan ini ada banyak kegiatan yang sangat cocok untuk lansia seperti pemilahan botol. Karena disitu dibutuhkan fokus dan pada saat ada kegiatan seperti memeras botol itu juga untuk melatih kekuatan tangan,” kata Christine menjelaskan.
Soehardi (43), relawan yang datang bersama keluarganya untuk mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan ini menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu pelestarian lingkungan lingkungan, dan berdampak positif terhadap semua, baik secara individu maupun masyarakat. “Kalau untuk individu, tentu kita lebih aware kepada kebersihan dan kerapian lingkungan. Dan yang paling penting kita tahu bahwa semua barang-barang pada dasarnya masih bisa dimanfaatkan dengan baik. Asal kita mau berupaya untuk memilahnya dan memprosesnya menjadi barang yang lebih bermanfaat ke depannya,” kata Soehardi.
Di tempat yang berbeda, kegiatan pelestarian lingkungan diadakan di Sekolah Pelita Sriwijaya, Jalan Perindustrian 2, No. 136, Palembang. Titik pilah ini juga merupakan titik pilah pertama di kawasan ini, dan persiapannya telah dilakukan hari Jumat 19 April 2024 dengan membagikan 104 lembar brosur kepada warga sekitar.
“Karena ini adalah kegiatan pertama kali, kami berharap nantinya warga sekitar akan rutin datang ke sini untuk mendonasikan barang-barang mereka yang tidak digunakan di rumah dan ikut bersumbangsih melakukan kegiatan pelestarian lingkungan bersama,” kata Ellyta, Wakil Ketua Xie Li Sukarami.
Pada kegiatan ini, ada 34 relawan yang ikut serta, diantara ada Shearin Metta Elton (16) yang merupakan putri dari Ellyta. Remaja seumuran Shearin pun lebih memilih untuk ikut bersumbangsih melestarikan lingkungan daripada hanya duduk diam di rumah atau jalan-jalan ke mal. Shearin sejak kecil sudah dididik untuk menjaga dan memelihara bumi. Shearin merasa senang bisa ikut membatu dan tidak ada perasaan canggung sama sekali saat memilah barang-barang daur ulang yang diberikan kepadanya. “Kebanyakan waktu yang saya gunakan itu buat di rumah, saya merasa kenapa harus dirumah saja. Jadi saya mau ada suatu kegiatan, kegiatannya yang bermanfaat dan positif yaitu kegiatan pelestarian lingkungan ini,” kata Shearin dengan penuh semangat.
Memilah kaleng dan botol-botol plastik, serta kertas, semua dikerjakan dengan penuh sukacita. Mengubah sampah menjadi emas, dan emas menjadi cinta kasih. Relawan Komite, relawan abu putih logo, relawan abu putih serta relawan kembang, semua bersatu hati menggunakan sepasang tangannya menghimpun kasih untuk menyelamatkan bumi. Seperti kata perenungan Master Cheng Yen yang berkata: “Tangan yang melakukan pelestarian lingkungan untuk menjaga bumi adalah tangan yang paling indah”.
Fotografer : Megawati, Okmonrow Muliawan (Tzu Chi Palembang),
Editor : Hadi Pranoto.