Kegiatan di Wilayah Sumatera

Menghimpun Ketulusan Bersama Tzu Chi Taiwan Dalam Doa Bersama Waisak

Insan Tzu Chi Pekanbaru menghimpun ketulusan dengan mengikuti perayaan Waisak secara daring yang terhubung langsung dengan Tzu Chi Taiwan di Hualien. Kegiatan ini berlangsung di halaman kantor Tzu Chi Pekanbaru pada hari Minggu, 10 Mei 2026, pukul 06.00 hingga 07.15 pagi, bersama 16 negara yang tersebar di 43 lokasi.
Wismina sebagai PIC acara ini mengungkapkan rasa takjub karena ini adalah momen langka dimana hari Waisak, dan Hari Ulang Tahun Tzu Chi serta Ulang Tahun Master jatuh di hari yang sama. “Hari ini menjadi jalinan jodoh yang sangat menakjubkan. Rasanya sangat sulit ya bisa bertemu hari seperti ini, hari Waisak, hari ulang tahun Tzu Chi, dan ulang tahun Master,” ungkap Wismina.
Sebanyak 224 insan membentuk formasi angka 60 yang di dalamnya terdapat tulisan TC (singkatan dari Tzu Chi), yang menggambarkan bahwa perjalanan welas asih Tzu Chi dalam menjalankan ikrar telah berusia 60 tahun. Total sebanyak 243 insan yang mengikuti Live Waisak dari halaman kantor Tzu Chi Pekanbaru.
“Dari tahun-tahun lalu dan tahun ini, jumlah yang mengikuti semakin banyak juga, ini sangat bersyukur. Lewat formasi tahun ini, kita membuat TC 60, jadi semua ini berkat kesungguhan hati dari shixiong shijie maupun dari masyarakat yang juga antusias untuk mengikuti Live Waisak yang diadakan pagi-pagi sekali mengikuti waktu Taiwan,” tambah Wismina.
Sebanyak 224 insan Tzu Chi Pekanbaru membentuk formasi angka 60 yang di dalamnya terdapat tulisan TC (singkatan dari Tzu Chi), yang menggambarkan bahwa perjalanan welas asih Tzu Chi Taiwan dalam menjalankan ikrar cinta kasih telah berusia 60 tahun.
Wismina, PIC Live Waisak ini, menjelaskan makna daun bodhi yang diterima oleh para relawan.
Momen penuh keagungan dan keharuan ketika Master Cheng Yen hadir dalam doa bersama Waisak, walau secara daring namun terasa begitu nyata karena terjadi dalam waktu yang sama.
Momen penuh keagungan dan keharuan ketika Master Cheng Yen hadir dalam doa bersama waisak ini, walau secara daring namun terasa begitu nyata karena dalam waktu yang sama.
Master menyampaikan, “Para Bodhisattva di seluruh dunia serta para Bodhisattva yang hadir di tempat ini, hari ini sungguh merupakan hari yang baik bagi kita. Hari ini adalah hari lahir Buddha. Kita semua berkumpul bersama-sama pada saat ini. Insan Tzu Chi di seluruh dunia berada di ladang pelatihan masing-masing untuk menghimpun ketulusan bersama kita di Taiwan saat ini dalam memperingati kedatangan Buddha di dunia ini lebih dari 2.000 tahun yang lalu demi satu perkara agung, yakni membawa ajaran kebenaran dan kebajikan bagi dunia serta membimbing kita dengan harapan semua manusia hidup dengan cinta kasih dan kebajikan di dunia dan bersumbangsih bagi dunia ini. Hari ini adalah Hari Pemandian Rupang Buddha. Kita bersyukur kepada Buddha yang telah datang ke dunia dan memberi kita pemahaman bahwa setiap orang memiliki hakikat kebuddhaan sehingga kita tahu bahwa kita semua adalah Bodhisattva yang dapat saling membantu dan saling membawa manfaat.”
Total sebanyak 243 insan yang mengikuti Live Waisak dari halaman kantor Tzu Chi Pekanbaru.
Para peserta diliputi sukacita yang mendalam. Seperti yang dirasakan oleh Lutiana, Wakil Ketua Tzu Chi Pekanbaru. Lutiana mengungkapkan, “Kita bisa mengikuti Live Waisak, bisa ketemu Master, Master hadir di layar kaca dan memberi zhu fu (doa) kepada kita. Kita benar-benar harus gan en (berterima kasih dengan rasa syukur) bukan hanya dengan Buddha, bukan hanya dengan orang tua, tetapi kepada semua makhluk. Hen gan dong (sangat terharu) sama relawan kita ya, mereka hen yong xin (sepenuh hati) bisa datang pagi-pagi.”
Salah satu peserta yang baru pertama kali adalah Gorettna, rasa penasarannya akan acara doa bersama waisak ini terjawab sudah. Untuk mengikuti acara ini, ia harus menempuh perjalanan 2,5 jam dari kota Dumai. Ia mengatakan, “Saya baru kali ini hadir di perayaan Waisak dan hari ibu di Pekanbaru. Saya merasa acaranya sangat bagus, sangat khidmat. Saya merasa terharu melihat perayaan Waisak yang begitu besar, bisa dijangkau di seluruh dunia, termasuk Pekanbaru. Perayaan kita di Pekanbaru sangat bagus, tertib, rapi, dan sangat hikmat. Biarpun saya sendiri agama katolik, tapi saya bisa mengikuti, saya merasakan ada perasaan terharu karena Master begitu memperhatikan semua umat ya termasuk kami, sebagai umat katolik, merasakan kasih ya gitu.”
Demikian juga dengan Lina Lecin yang juga pertama kali ikut Live Waisak ini. Saat acara mulai berlangsung, sempat tertimpa drone yang jatuh hingga melukai sedikit bagian kepala, namun ia tetap teguh mengikuti acara ini. Melalui acara ini, ia merasa harus bertobat dan berikrar.
“Sangat senang, sangat gembira bisa melihat Master, bisa live langsung dari Taiwan, kemudian bisa melihat insan Tzu Chi dari seluruh dunia merayakan Waisak bersama. Jadi sangat bersyukur dan sangat gembira. Ada ya kayak pertobatan, gimana ya merasa kita manusia banyak berdosa jadi kita harus bertobat. Saya bertekad untuk lebih bersemangat lagi menjalankan misi, maksimalkan waktu dan saya genggam dengan baik. Saya juga berharap insan Tzu Chi di seluruh dunia bisa bergotong royong dan bekerja sama dengan harmonis dalam mengemban misi-misi di Tzu Chi,” ungkapnya.
Banyak relawan baru pertama kali ikut kegiatan ini merasa terharu karena Master begitu memberikan perhatian dan cinta kasihnya kepada semua umat.
Sherly Tio Valerie, peserta yang tahun lalu sudah ikut, tahun ini kembali ikut dan mengajak teman-temannya ikut. Ia merasa kagum dengan mengatakan, “Rasanya keren, takjub, karena mungkin solidaritas Tzu Chi tinggi sekali sampai kita bisa sama-sama merayakan hari besar seperti ini. Saya merasa takjub karena Tzu Chi bisa meng-handle semua, sampai kayak formasi terbentuk dengan baik, semuanya berjalan dengan lancar.”
Selain ada peserta baru ikut pertama kali, juga banyak yang rutin mengikuti live doa bersama Waisak ini. Rasa sukacita dalam Dharma mereka rasakan setiap kalinya. Seperti yang dirasakan Seryyu dan Kuilan.
Menurut Seryyu mengikuti kegiatan ini untuk ketiga kalinya membuat ia semakin merasa sukacita dalam Dharma, seakan kembali mengisi Dharma agar dapat menjadi lebih bijaksana kedepannya. “Saya merasa sangat bahagia bisa mendengar ceramah Master secara langsung, yang paling ingat, kita harus selalu bersyukur atas semua hal, bersyukur kepada apapun yang saya rasa yang baik dan tidak baik yang datang kepada kita,” ungkapnya. Seryyu pun berharap bisa ketemu Master segera.
Sementara Kuilan mengungkapkan rasa kebahagiaan dan haru setiap kali mengikuti kegiatan Live Waisak dan tidak pernah melewatkannya. Ia menyampaikan, “Sangat fa shi (sukacita dharma) ya, sangat senang, jadi habis itu juga sangat gan dong (terharu) loh lihat dari live Taiwan, mereka begitu yong xin, sangat rapi gitu kan, kita punya formasi juga terbentuk, jadi juga sangat senang gitu. Terus sangat gan en loh, semoga Master terus tetap sehat supaya bisa membimbing jalan kita lebih jauh.”

Jurnalis : Kho Ki Ho, Pricilia (Tzu Chi Pekanbaru),
Fotografer : Kho Ki Ho, Tommy Sulianto, Tommy Yap, Tomy, Pricillia (Tzu Chi Pekanbaru),
Editor : Metta Wulandari. 

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

MPO88ASIA

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888