Menginspirasi Hidup Sehat Sekaligus Menumbuhkan Potensi Anak
Setiap pekan pertama di awal bulan, relawan Tzu Chi komunitas Hu Ai Perintis Medan mengadakan kegiatan Kepulangan Anak Asuh dan Gan En Hu (penerima bantuan), seperti pada tanggal 2 Agustus 2026 lalu. Pada kesempatan kali ini, kegiatan tersebut berkolaborasi dengan TIMA (Tzu Chi International Medical Association) yang menyelenggarakan edukasi dan baksos pemeriksaan degeneratif bagi penerima bantuan. Kolaborasi ini akan dilaksanakan selama tiga bulan berturut-turut untuk memantau perkembangan kesehatan para gan en hu.
Mengisi penyuluhan kesehatan, dr. Willey Eliot, M.Kes menuturkan bahwa kesehatan, baik di usia lanjut maupun usia muda, berawal dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Ada enam kunci hidup sehat yang beliau tekankan, yakni mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, memperbanyak minum air putih, tidak merokok, mencukupi waktu tidur, serta tetap aktif bergerak. Dokter juga mengingatkan bahwa hal itu perlu diimbangi dengan mengurangi konsumsi makanan olahan maupun makanan yang gosong akibat dibakar, dan kebiasaan lain yang dapat meningkatkan risiko penyakit.
Perilaku hidup bersih dan sehat memang harus dimulai dari diri sendiri, kemudian diterapkan dalam keluarga. Keluarga yang sehat akan lebih mudah menjalani kehidupan yang bahagia dan berkualitas. Menurutnya, menjaga kesehatan bukanlah usaha yang dilakukan sesekali, melainkan kebiasaan yang harus dijalankan setiap hari agar terhindar dari berbagai penyakit degeneratif. Pasalnya, seiring bertambahnya usia, fungsi organ tubuh akan mengalami penurunan, layaknya komponen mesin mobil yang semakin aus.
“Kalau komponen mobil yang rusak sih masih bisa diganti, tapi tubuh manusia tidak demikian. Karena itu, jagalah kesehatan sejak dini agar kita dapat menikmati masa tua dengan tubuh yang tetap sehat, mandiri, dan berkualitas,” tambah dr. Willey.
Di akhir penyuluhan, dr. Willey berpesan, hidup sehat bukan hanya tentang umur yang panjang, tetapi tentang memiliki tubuh yang bugar untuk terus berkarya, melayani sesama, mendampingi keluarga, dan menikmati hidup dengan penuh rasa syukur. “Setiap pilihan sehat yang kita lakukan hari ini adalah investasi terbaik bagi masa depan,” tutur dr. Willey mengakhiri sesi.
Usai sesi penyuluhan, 14 anggota TIMA memberikan pelayanan medis berupa skrining kesehatan kepada sebanyak 37 gan en hu berusia 40 – 65 tahun. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, berat dan tinggi badan, lingkar perut, serta pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Hasil skrining menunjukkan 17 peserta mengalami penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, hipertensi, asam urat, dan kolesterol tinggi. Mereka kemudian memperoleh obat-obatan serta konseling mengenai pola makan dan gaya hidup sehat sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan.
Penyuluhan ini disambut baik oleh seluruh gan en hu, salah satunya Nuraini yang bersyukur dan bersukacita. Sebelumnya ia sempat tertimpa musibah, jatuh hingga kakinya bengkak dan tak bisa berjalan juga bekerja. Saat itu ia mengajukan bantuan lalu dirawatlah di rumah sakit.
“Hari ini penyuluhannya bagus, menambah pengetahuan, sekaligus bisa periksa kesehatan. Semoga kita semakin sehat,” tutur Nuraini.
Kegiatan hari ini sejalan dengan ajaran Master Cheng Yen, “kesehatan merupakan wujud perlindungan terhadap kehidupan, sedangkan pendidikan menjadi sarana membina karakter, menjernihkan hati, dan mewariskan cinta kasih kepada generasi penerus”.
Jurnalis : Wennie Lie (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Wennie Lie, Lim Hung Jeng (Tzu Chi Medan),
Editor : Metta Wulandari.