Kumpulan Ceramah Master Cheng Yen

Menginspirasi Keluarga untuk Membentangkan dan Menapaki Jalan yang Sama

“Kami akan menggenggam jalinan jodoh dan meneguhkan tekad pelatihan kami agar bisa dilantik secepat mungkin.”

Dengan kesatuan tekad, kita menapaki Jalan Tzu Chi. Meski disebut sebagai organisasi Buddhis, sesungguhnya, Tzu Chi memiliki relawan dari berbagai agama. Saya menghormati setiap agama dan setiap relawan bisa berpegang pada agama masing-masing. Mereka hanya perlu menjalankan aturan Tzu Chi dengan baik.
Tzu Chi berbuat baik dan membawa manfaat bagi sesama tanpa melanggar aturan di dunia ini. Asalkan tetap berpegang pada aturan di dunia ini, setiap orang bisa menjadi orang baik dan menapaki Jalan Bodhisattva. Bodhisattva hanyalah sebuah nama. “Menapaki Jalan Bodhisattva” sudah tidak asing bagi umat Buddha. Ini hanyalah sebuah istilah keagamaan. Sesungguhnya, ini adalah jalan kebenaran, jalan agung di dunia ini.
Dalam agama Buddha, jalan ini juga disebut “jalan menuju pencerahan”. Di dunia ini, banyak orang yang tersesat dan selalu berpikir untuk memperebutkan apa yang mereka sukai atau inginkan. Mereka bersusah payah memperebutkannya. Akan tetapi, Buddha mengajari kita untuk tidak memperebutkan apa pun, melainkan bersumbangsih tanpa pamrih, bahkan bersyukur.
Insan Tzu Chi harus selalu berpegang pada tiga poin ini, yakni bersumbangsih, tanpa pamrih, dan bersyukur. Demikianlah insan Tzu Chi bersungguh-sungguh membentangkan Jalan Tzu Chi bagi dunia. Intinya, Bodhisattva sekalian, kita memiliki jalinan jodoh. Jarak Malaysia dan Taiwan tidaklah dekat. Meski terpisah oleh gunung dan lautan, kalian tetap kembali dengan tekad dan ikrar yang teguh.
“Meski fisik saya didera penyakit, tetapi batin saya tidak sakit. Saya akan mengerahkan seluruh kemampuan dan tenaga untuk menjadi tangan dan kaki Master, bersungguh hati menginspirasi lebih banyak orang, dan menyebarkan cinta kasih agung,” kata Huang Rui-zhen, relawan Tzu Chi.

“Setelah istri saya dilantik, dia membimbing saya untuk bergabung dengan Tzu Chi. Namun, saya selalu menolak dengan berbagai alasan dan tidak menggenggam jalinan jodoh ini. Setelah menjalani operasi karena kanker, saya berdoa semoga bisa diberikan waktu 30 tahun lagi untuk menjalankan Tzu Chi,” kata Zhang Ke-qiang, relawan Tzu Chi.

“Bagi Kakak Ke-qiang, kembali ke Griya Jing Si tidaklah mudah. Beliau mengidap tiga jenis kanker dan menggunakan kantong kolostomi yang harus diganti secara rutin. Jadi, beliau harus menghadapi berbagai tantangan,” kata Li Xin-yi, relawan Tzu Chi.

Kalian yang telah membangkitkan tekad yang teguh harus ingat untuk berpegang teguh pada semangat misi. Setelah membangkitkan tekad, kalian bukan hanya bisa menapaki jalan ini dengan tenang, tetapi juga bisa mewariskannya dalam keluarga kalian. Saya mewariskannya kepada kalian dan kalian hendaknya menginspirasi keluarga kalian untuk lebih mengenal Tzu Chi dan menapaki Jalan Tzu Chi bersama dengan sukacita. Saat seluruh anggota keluarga memiliki tekad dan ikrar yang sama, keluarga ini akan dipenuhi rasa sukacita. Saya berharap kalian dapat melakukannya.
Menginspirasi orang lain untuk menapaki Jalan Bodhisattva mungkin lebih mudah daripada menginspirasi anggota keluarga sendiri. Berhubung kita berinteraksi dengan keluarga setiap hari, mereka mungkin akan merasa bahwa kita mencereweti mereka. Jika kita lebih mengutamakan urusan Tzu Chi daripada urusan keluarga, mereka mungkin tidak bisa menerimanya. Jadi, kalian harus ingat bahwa untuk menjaga keluarga dan misi Tzu Chi dengan baik, kalian harus mengutamakan keluarga agar anggota keluarga kalian mengerti bahwa Tzu Chi memberikan edukasi atau keteladanan.
Saat menjalankan Tzu Chi, kita harus memberikan teladan budi pekerti. Menjadi teladan budi pekerti bagi teman-teman atau masyarakat jauh lebih mudah. Menjadi teladan yang bisa diakui oleh keluarga, itu lebih sulit karena keluarga adalah orang terdekat. Kita harus membuat mereka merasa sukacita. Jika tidak, mereka mungkin akan berkata, “Urusan saya tidak penting bagimu. Urusan di luar malah lebih penting bagimu.” Ini malah akan membuat mereka tidak senang.
Jadi, saya harap kalian semua dapat menunaikan tanggung jawab terhadap keluarga kalian terlebih dahulu, bahkan melakukannya dengan lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian, barulah kalian dapat menyentuh hati keluarga kalian dan menginspirasi mereka untuk bergabung dengan segenap jiwa dan raga. Yang kita lakukan ialah menapaki Jalan Bodhisattva. Jika tidak menginspirasi keluarga sendiri, lalu siapa lagi?
Intinya, kalian harus ingat untuk membimbing keluarga sendiri agar perbuatan kalian memperoleh pengakuan mereka. Saat mereka sukacita, barulah kalian bisa bersumbangsih dengan bebas dan batin kalian bisa merasa damai. Kita tahu bahwa menjalankan Tzu Chi sangat baik. Namun, jika kita hanya berfokus pada Tzu Chi tanpa memedulikan keluarga sendiri, itu juga termasuk kemelekatan. Jadi, kalian harus terlebih dahulu membuat keluarga kalian sukacita.
Belakangan ini, saya sering berkata bahwa kita harus menginventarisasi kehidupan sendiri. Dahulu, apakah kalian bergabung dengan Tzu Chi atas tekad dan ikrar sendiri? Jika sudah bertekad dan berikrar, kalian harus memahami Tzu Chi. Apakah kalian selalu merasa sukacita terhadap organisasi Tzu Chi dan setiap anggotanya? Jika bisa memiliki tekad dan jalan yang sama dalam organisasi besar ini, kita akan sangat sukacita. Ini karena kita telah menjadi bagian dari kelompok ini.
Semua orang saling membimbing dan menapaki Jalan Bodhisattva bersama. Inilah yang disebut karakter Bodhisattva. Untuk itu, kita harus terjun ke tengah masyarakat dan menjadi teladan. Apakah kalian mengerti? (Mengerti.) Apakah ini terlalu berat? (Tidak.) Jika demikian, jalankanlah Tzu Chi dengan sukacita. Kalian harus senantiasa menjadi orang baik atau Bodhisattva.
Dalam organisasi besar yang terdapat banyak orang ini, tidaklah mudah bagi semua orang untuk menapaki satu jalan yang sama. Kita tak hanya menapakinya, tetapi juga terus membentangkan jalan. Bodhisattva menyelamatkan semua makhluk dengan membentangkan jalan bagi mereka. Kita harus berjalan sambil membentangkan jalan, baru bisa membimbing orang untuk menapaki jalan yang sama dari kehidupan ke kehidupan.

Antarumat beragama bersatu hati, harmonis, dan saling menghormati
Menaati aturan dan membawa manfaat bagi sesama tanpa pamrih
Mewariskan kebenaran dalam keluarga dengan sukacita
Menjadi teladan untuk membimbing semua makhluk membentangkan dan menapaki jalan kebenaran

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 30 April 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 02 Mei 2026

rp888

rp888