Mengusap Air Mata Mereka Yang Menderita
Selain memperkenalkan riwayat Tzu Chi, TIMA dan misi kesehatan, tata krama serta budaya humanis Tzu Chi, acara yang berlangsung selama sekitar 6 jam dimulai dari pukul 09.00 WIB diisi dengan serangkaian sesi yang bertujuan untuk memperkenalkan beragam bentuk kegiatan dan wadah pelatihan diri yang ada di Tzu Chi. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan kekeluargaan diantara sesama relawan TIMA dan relawan Tzu Chi di komunitas yang akan bahu-membahu terjun di tengah masyarakat bersumbangsih tanpa pamrih, menghimpun berkah dan memupuk jiwa kebijaksanaan.
Dalam kesempatan yang ada, para peserta juga diajak untuk mendengarkan sebuah tayangan sesi sharing antara Master Cheng Yen dengan relawan TIMA. Selain terharu dengan kesungguhan hati mereka dalam memperpanjang barisan TIMA, Master Cheng Yen juga kagum dengan semangat para relawan TIMA yang bahu-membahu dengan relawan komunitas dalam mengusap air mata mereka yang menderita seperti melalui kegiatan yang ada di Misi Amal dan Kesehatan; yaitu dengan melenyapkan penderitaan, memberikan kebahagiaan dan melindungi kesehatan bagi mereka yang membutuhkan.
“Setelah memikirkan dan melihat penderitaan, kita bertindak untuk membawakan bantuan. Jika tidak, pasien akan terus menderita. Jadi, setiap orang sangat menantikan baksos kesehatan yang kita adakan. Saya sering berkata bahwa usia tua membawa penderitaan. Ketika orang menjadi tua, mereka kehilangan motivasi dan rasa berharga pada dirinya. Seorang Lansia akan merasa kehilangan banyak hal. Banyak orang yang hidup dalam kondisi seperti ini. Hanya dokter dan perawatlah yang dapat mengerti rasa sakit yang ada pada tubuh mereka dan membantu mengobatinya. Dalam baksos kesehatan, saya melihat bahwa setiap relawan membantu para Lansia untuk menyiapkan hal-hal yang mereka butuhkan. Begitulah cinta kasih tulus yang sangat menyentuh,” kata Master Cheng Yen dalam tayangan video ceramahnya.
Beragam calon anggota TIMA yang hadir. Ada yang berprofesi sebagai perawat, bagian farmasi, dokter umum, dokter gigi hingga dokter spesialis. Diantara mereka, ada beberapa yang ingin berbagi kesan batin apa yang menjadi motivasi untuk melangkah masuk ke dunia Tzu Chi.
Berbeda dengan drg. Dora Lautan yang awal mengenal dunia Tzu Chi melalui tayangan DAAI TV. Beliau merasakan keinginan untuk terus mengembangkan dirinya menjadi seorang yang berbudi luhur. “Tentunya saya merasakan sukacita yang mendalam bisa mengikuti acara hari ini. Dari DAAI TV, saya banyak mendapatkan makna-makna keindahan, kebaikan dan kebenaran kehidupan. Semoga saya bisa terus memberikan manfaat buat diri saya sendiri dan juga khalayak banyak. Sungguh sebuah cita-cita luhur bisa terhimpun di dalam satu keluarga besar Tzu Chi; membina diri, mempraktikan kebenaran dan bersama-sama dengan sesama untuk menggarap ladang berkah, serta membantu Master Cheng Yen menjalankan misi dengan sepenuh hati,” ungkap drg. Dora bertekad.
Wakil Ketua Tzu Chi Medan, Sylvia Chuwardi. tersentuh dengan dukungan yang diberikan sehingga pelatihan hari ini dapat berlangsung dengan baik. Ia sangat bersyukur dengan kesungguhan hati para panitia, koordinator dan peserta yang sudah meluangkan waktu di hari Minggu. “Sesungguhnya kita semua andil dalam mewujudkan sebuah dunia yang lebih baik; yaitu dengan senantiasa memperpanjang barisan Tzu Chi, mengajak lebih banyak lagi segala lapisan masyarakat untuk sama-sama berbuat kebaikan. Kebaikan-kebaikan bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga yang bermanfaat untuk khalayak banyak. Master Cheng Yen selalu berpesan orang yang penuh berkah harus menghargai berkah dan terus menciptakan berkah. Seperti yang disampaikan melalui ceramahnya, semoga dengan tekad luhur, kita bisa terus menghimpun kekuatan dan tekad untuk mengusap air mata mereka yang menderita,” kata Sylvia di akhir pelatihan.
Fotografer : Leo Rianto (Tzu Chi Medan),
Editor : Hadi Pranoto.