Kumpulan Ceramah Master Cheng Yen

Menyelamatkan Dunia dengan Welas Asih dan Menyatu dengan Hati Buddha

“Merawat pasien dengan baik adalah kewajiban dokter. Di mana pun dibutuhkan, saya harus pergi ke sana. Yuli termasuk daerah terpencil dan dokter di sana tidak banyak. Sungguh, tidak ada dokter subspesialis di sana,” kata dr. Wang Zhi-xian dan perawat praktisi Rumah Sakit Tzu Chi Hualien mendiskusikan kondisi pasien.

Saya merasa bahwa kehadiran kami benar-benar dapat membantu pasien setempat. Saya khawatir tidak dapat menangani semua pasien. Ada sebagian pasien yang datang pagi-pagi sekali. Pasien di sini lebih membutuhkan kami daripada pasien di Hualien. Saat pulang malam hari, saya juga harus menangani pasien. Lewat ponsel, saya dapat melihat data pasien di Hualien.
Sesungguhnya, pagi ini, saya telah melihat data mereka di dalam kereta api. Sekarang, saya memberi tahu perawat praktisi kita di sana tentang apa yang perlu dilakukan untuk pasien hari ini. Dr. Wang Zhi-xian dan perawat praktisi Rumah Sakit Tzu Chi Hualien mendiskusikan kondisi pasien.

“Ketidaknyamanan di punggung pasti dialami oleh banyak dokter gigi. Ini adalah risiko pekerjaan yang tak terhindarkan. Kita bisa melihat ekspresi pasien saat meneteskan air mata karena senang dan terharu. Setiap momen seperti itu sangat berharga bagi saya,” kata Ryan Chou, dokter gigi TIMA.

“Setelah dewasa, saya ingin menjadi seorang dokter. Saya sungguh ingin membalas kebaikan komunitas dan membantu orang-orang. Terlebih lagi, setelah menerima berbagai bantuan Tzu Chi, saya sungguh ingin membalas kebaikan ini,” kata Alif Putra, pasien.

Saya bersyukur kepada para dokter dan perawat. Kita terlahir di dunia dengan membawa jalinan jodoh masing-masing. Kalian memiliki jalinan jodoh untuk menjadi dokter. Saya pun telah menjalin jodoh baik dengan begitu banyak orang di seluruh dunia. Sungguh, setiap orang memiliki jalinan jodoh masing-masing. Kita hendaknya senantiasa bersyukur karena saat menginventarisasi kehidupan, kita tahu bahwa kehidupan kita sangat bernilai. Bukankah kehidupan sebagai dokter sangat bernilai?

“Saya sangat bersyukur kepada semua orang yang hari ini bangun pagi-pagi dan menghabiskan waktu pribadi untuk berpartisipasi dalam baksos di pusat perawatan ini,” kata Xu Bo-zhi, Kepala Departemen Gigi Rumah Sakit Tzu Chi Taipei.

“Bagi pusat perawatan kami, sumber daya ini sangatlah luar biasa. Penghuni di sini sekitar 40-an orang atau 50 orang jika penuh. Bagi mereka, ini adalah berkah besar,” kata Cai Hui-mei, Ketua tim Pusat Perawatan Xinglong.

“Dapat datang untuk melayani mereka menandakan bahwa mereka adalah penyelamat kita di kehidupan sebelumnya. Karena itu, kita hendaknya memberikan pelayanan dengan niat untuk membalas budi,” kata Xia Yi-ran, Wakil Kepala Departemen Medis Rumah Sakit Tzu Chi Taipei.

“Mereka tidak leluasa untuk berobat ke rumah sakit sehingga kami yang datang untuk melayani mereka. Saya sangat berterima kasih kepada mereka yang memberi kita kesempatan untuk melayani,” kata Huang Qiu-qin, dokter gigi.

“Jika perawatan rongga mulut tidak dilakukan dengan baik, itu akan berdampak pada kemampuan menelan mereka. Kemampuan menelan yang menurun bisa saja menimbulkan komplikasi yang membuat mereka harus diintubasi kelak,” kata Cai Hui-mei, Ketua Tim Pusat Perawatan Xinglong.
Setelah terlahir di dunia ini, kita memiliki kehidupan. Dalam kehidupan ini, usia tua, penyakit, dan kematian adalah bagian dari hukum alam. Di antaranya, penyakit merupakan penderitaan terbesar. Saat menghadapi ketidaknyamanan pasien, dokter yang baik akan bersungguh hati melakukan riset demi melenyapkan penderitaan akibat penyakit. Inilah yang disebut hati Buddha dan Bodhisattva.
Ajaran Buddha juga membahas tentang pengobatan. Buddha berkata bahwa Tabib Agung memahami semua prinsip kebenaran secara menyeluruh, terlebih kebenaran tentang kehidupan. Di alam semesta ini, tidak ada satu hal pun yang tidak Buddha ketahui. Sungguh, jika mendalami ajaran Buddha, kita akan menyadari bahwa semua prinsip kebenaran alam semesta terkandung di dalamnya. Jadi, dalam ajaran Buddha terkandung kebenaran agung.
Abhidharmakosa, Sutra Teratai, Sutra Bhaisajyaguru, Sutra Surangama, dan berbagai Sutra Mahayana lainnya berkaitan dengan pengobatan. Hendaklah kalian bersungguh hati mempelajarinya. Belakangan ini, saya sering berkata bahwa di masa kini, Dharma dapat dipelajari dengan mudah. Sungguh, ajaran Buddha adalah prinsip kebenaran tentang manusia. Karena itu, mari kita lebih bersungguh hati.
Kini, saya sangat berharap pelayanan medis kita dapat memadukan Empat Misi Tzu Chi. Dengan demikian, baru bisa disebut pelayanan medis yang sukses. Pelayanan medis hendaknya diberikan dengan welas asih. Ini disebut kebajikan. Kebajikan terkandung dalam misi kesehatan, pendidikan, dan budaya humanis kita.
Dalam misi kesehatan, kita menghadapi semua pasien dengan kebajikan dan cinta kasih. Baik pasien lansia maupun anak-anak, kita hendaknya menyayangi dan mengasihi mereka. Kita harus bertanya, “Ada keluhan apa?” Jika mereka tidak bisa mengungkapkannya, kita harus menggunakan hati orang tua untuk menerka penyakit anak-anak serta kondisi mereka. Gunakanlah hati orang tua untuk mengobati berbagai penyakit mereka.
Bagaimana dengan pasien lansia? Jika kita bertanya pada mereka, mereka belum tentu bisa menjabarkan kondisi mereka. Karena itu, terhadap pasien lansia, kita juga harus sangat bersungguh hati. Tanpa warga lansia di tengah masyarakat, kita tidak akan memiliki fondasi seperti sekarang. Jadi, mengenai bakat orang-orang di berbagai profesi, fondasi yang didirikan warga lansialah yang membuat kita bisa berada di sini sekarang.
Contohnya, Ci Hui. Anda telah melihat banyak hal. Anda memiliki jalinan jodoh untuk menjangkau dunia internasional. Hendaklah Anda lebih sering berbagi tentang apa yang Tzu Chi lakukan di dunia internasional. Begitu ada kesempatan, saya akan berkata pada orang-orang, “Jika ada waktu luang, datang dan dengarkanlah.” Saya sangat ingin mengetahui hal-hal yang dilakukan Tzu Chi di dunia internasional. Cobalah, hitung berapa negara yang telah kalian jangkau.
Saat Tzu Chi menjangkau suatu negara, bagaimana kalian menjalankan misi kesehatan, pendidikan, dan budaya humanis Tzu Chi? Kalian bukan sekadar menjangkau, tetapi juga mendedikasikan diri di sana. Orang-orang di Sierra Leone hidup di Bumi yang sama dengan kita. Lihatlah kondisi kehidupan di sana dan kalian akan menyadari bahwa kehidupan kita sangat baik dan nyaman.
Meski bekerja selama setahun, mereka bahkan tidak bisa menghasilkan uang yang setara dengan gaji kalian sebulan. Jadi, setiap orang hendaknya mengetahui kondisi kehidupan di dunia ini, dari yang termiskin hingga yang terkaya. Demikianlah kondisi dunia ini sekarang.
Di dunia ini, yang paling menyusahkan ialah orang-orang yang seperti asura. Karena mereka, dunia saat ini menjadi tidak tenteram dan tidak damai. Peperangan terus terjadi tanpa memedulikan kehidupan orang-orang. Demikianlah kondisi dunia zaman sekarang. Singkat kata, kehidupan penuh dengan penderitaan.
Lewat ajaran Buddha, kita memiliki gambaran tentang kondisi di surga dan neraka. Begitu pula dengan dunia ini. Di dunia ini, semua makhluk mengalami kelahiran kembali di enam alam kehidupan. Di alam surga, ada Surga Trayastrimsa dan berbagai alam surga lainnya yang berbeda-beda jika dianalisis lebih dalam.
Satu hari di Surga Trayastrimsa adalah seratus tahun di alam manusia. Ini bukanlah sesuatu yang semu, merupakan kondisi yang nyata. Namun, kita harus sangat yakin terhadap ajaran Buddha, lalu mendiskusikan dan memahaminya. Meski hanya seekor semut, ajaran Buddha juga menganalisis dunianya dengan jelas. Singkat kata, ajaran Buddha sangatlah dalam dan luas.

Bersyukur atas jalinan jodoh yang ada dan membimbing orang banyak
Dokter yang baik melenyapkan penderitaan pasien dengan hati Bodhisattva
Mengasihi pasien lansia dan anak-anak bagai keluarga sendiri
Mendalami ajaran Buddha untuk memahami kebenaran di dunia

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 06 Oktober 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 08 Oktober 2026