Menyucikan Hati Manusia dan Mewariskan Ajaran Buddha
“Tahun ini adalah tahun ke-10 saya mengemban tugas di bagian administrasi. Pelajaran yang saya dapatkan di sini bukan hanya bagaimana menjalankan tugas, tetapi juga bagaimana menjadi orang yang baik. Saya belajar untuk lebih mengutamakan orang. Terhadap Paman Rui-shi dan Paman Wei-qing, saya sangat bersyukur atas cinta kasih mereka. Mereka bagaikan orang tua yang selalu menjaga kami,” kata Mo Shu-hui, Kepala Bagian Administrasi Tzu Chi Singapura.
“Saya bergabung dengan Tzu Chi berkat Xi-zhou. Bermula dari menghirup keharuman Dharma, saya akhirnya bergabung dengan Tzu Chi. Ajaran Master membawa pengaruh besar bagi saya. Ketua kami sungguh sangat karismatik. Beliau pernah berkata, ‘Siapa pun yang bergabung menjadi relawan Tzu Chi, kami akan mendampinginya hingga tua.’ Ini sangat menyentuh hati saya,” kata Mai Ya-e, relawan Tzu Chi.
“Saya teringat akan ayah saya. Sungguh, kehidupan tidaklah kekal dan waktu tidak menunggu siapa pun. Asalkan sesuatu itu benar, maka lakukan saja. Saya pasti akan melakukan hal yang bisa saya lakukan. Ketua kami bagaikan ayah kedua bagi saya,” kata Shen Ruo-bin, relawan dalam pelatihan.
Tzu Chi Singapura telah berdiri 32 tahun. Ini merupakan perjalanan yang sangat panjang. Sejak memulai langkah pertama, kalian telah menentukan arah dan terus maju selangkah demi selangkah dengan tekun dan bersemangat. Kalian bukan hanya berjalan sendiri, melainkan berjalan bersama sekelompok orang. Selain itu, kalian juga bekerja sama dengan harmonis. Kini, dengan harmonis dan sukacita, kalian mempraktikkan Jalan Bodhisattva.
Jadi, kita harus membuat setiap orang yang melihat dan mendengar kita serta berinteraksi dengan kita dipenuhi rasa sukacita. Jika hanya seorang diri, tidak peduli betapa sukacitanya kita, kekuatan kita tetap sangat kecil. Namun, kalian semua bisa menghimpun kekuatan bersama. Dengan kesatuan hati, keharmonisan, sikap saling mengasihi, dan gotong royong, kalian menciptakan berkah bagi orang banyak dengan sukacita.
Kita hendaknya berharap diri sendiri dapat menjadi utusan Buddha. Utusan Buddha ialah Bodhisattva. Setiap orang hendaknya memiliki harapan seperti ini.