Kumpulan Ceramah Master Cheng Yen

Merancang Solusi yang Tepat untuk Membawa Bantuan dari Dekat

Rasanya seperti tsunami. Sejak saat itu, baik siang maupun malam, kami tidak dapat hidup dengan tenang. Saya sendiri sangat ketakutan. Saya terus memikirkan bagaimana saya bertahan hidup, bagaimana saya bisa mendapatkan obat, dan bagaimana saya bisa menyelamatkan istri saya yang menderita penyakit jantung? Itulah yang saya khawatirkan,” kata Hom Bahadur Adhikari, korban bencana.

Masalah terbesar kami sekarang ialah mencari tempat tinggal. Itulah masalah utama kami. Kami bahkan tidak memiliki tempat untuk menyimpan barang bantuan yang telah kami terima,” kata Mitthu BK., korban bencana.

Kami juga mendata apakah mereka bersedia tinggal di rumah rakitan sementara. Dari data yang kami kumpulkan, sebagian besar warga sangat tertarik dengan rumah yang akan dibangun Tzu Chi dan menaruh harapan besar terhadapnya. Mereka menyadari bahwa kondisi tempat tinggal dan rumah mereka saat ini sangat berbahaya. Oleh karena itu, mereka sedang mempertimbangkan apakah dalam beberapa hari ke depan masih akan tinggal di wilayah tepi sungai,” kata Tulsi Narayan, relawan Tzu Chi.

Bencana yang terjadi di Nepal kali ini benar-benar merupakan bencana besar. Jalinan jodoh sungguh tak terbayangkan. Selama beberapa tahun terakhir, kita memiliki jalinan jodoh untuk menjangkau Nepal. Saya berterima kasih kepada para Bodhisattva Singapura dan Malaysia yang selama bertahun-tahun selalu mewakili saya untuk pergi ke sana.
Saat ini, sungguh, jika tidak ada para Bodhisattva dari Malaysia dan Singapura di sana, saya tidak tahu bagaimana kita dapat menangani bencana di Nepal kali ini. Bantuan kita dapat disalurkan dengan cepat berkat para relawan Singapura dan Malaysia yang sudah berada di sana. Jadi, belakangan ini, saya terus memikirkan betapa luar biasanya jalinan jodoh ini.
Ketika melihat ketidakkekalan yang terjadi dalam sekejap, saya benar-benar merasa bahwa dunia penuh penderitaan. Selain penderitaan, saya juga makin jelas merasakan bahwa ketidakkekalan bisa terjadi dalam sekejap. Ini bukan tentang perubahan yang terjadi secara perlahan. Kita bisa melihat ketidakkekalan yang terjadi secara nyata.
Melihat kondisi bencana kali ini, waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan daerah bencana mungkin akan sangat panjang. Jadi, saya meminta para Bodhisatwa Singapura dan Malaysia untuk dengan tenang mendengarkan bagaimana pemerintah akan mengatur penanganan bagi para korban bencana. Dengarkan baik-baik dan catat semuanya, kemudian sampaikan kepada Tzu Chi Taiwan. Dengan demikian, kita dapat memikirkan bagaimana mengatur penyaluran bantuan yang tepat.
Untuk penyaluran bantuan kali ini, kita mungkin harus sangat bekerja keras. Jadi, para relawan Tzu Chi di sana harus dapat menggenggam jalinan jodoh sebaik-baiknya. Kalian pernah mendengar ajaran saya, juga pernah melihat berbagai peristiwa di dunia. Semuanya telah tersimpan dalam ingatan kalian. Apa yang pernah kalian dengar dan ingat hendaknya ditata dan dirangkum dengan baik.
Berdasarkan pemahaman kalian terhadap Tzu Chi dan apa yang kalian lihat mengenai berbagai penderitaan manusia, kalian juga dapat menyusunnya dengan baik dan berbagi tentang ketidakkekalan dengan mereka untuk menenteramkan hati mereka dan membuat mereka memahami bahwa penderitaan merupakan akibat dari karma buruk kolektif semua makhluk.
Pada saat yang sama, kita juga harus berbagi ajaran Buddha dengan mereka. Di masa lalu, telah tercipta karma buruk kolektif seperti ini. Kali ini, terjadilah bencana akibat karma buruk kolektif tersebut. Hendaknya semua orang bertobat dengan sungguh-sungguh serta membangkitkan tekad dan ikrar untuk melakukan kebaikan bersama Tzu Chi. Sebagai Bodhisattva, demikianlah kita menyebarkan ajaran Buddha.
Buddha datang ke dunia untuk mengajarkan tentang ketidakkekalan dalam kehidupan manusia. Kita telah melihat dan mengalaminya sendiri. Dharma tentang ketidakkekalan seperti ini dapat kalian sampaikan kepada setiap orang dengan memanfaatkan kebijaksanaan dan jalinan jodoh. Ini merupakan hal yang sangat penting.
Kalian juga dapat berbagi tentang ajaran yang pernah saya sampaikan di masa lalu. Kalian semua pasti memiliki catatannya. Kalian dapat membuka catatan kalian dan berkata kepada setiap orang, “Pada waktu itu, Master pernah menyampaikan ajaran ini.” Kalian juga bisa berbagi ajaran Buddha yang berkaitan dengan mereka. Semua ini adalah Dharma. Saya berterima kasih kepada Bodhisattva sekalian.
Pada saat seperti ini di Nepal, benar-benar terlihat dengan jelas bagaimana seorang Bodhisattva menjalani kehidupan. Jika tidak, saya tidak tahu bagaimana menjelaskan praktik Bodhisattva yang diajarkan Buddha pada lebih dari 2.500 tahun yang lalu dan bagaimana menyampaikan tentang ketidakkekalan kepada orang-orang. Apa yang disebut dengan ketidakkekalan? Sungguh, bencana kali ini benar-benar mengguncang hati dan mengerikan.
Dahulu, orang-orang berkata bahwa air dan api tidak mengenal belas kasihan. Mereka tidak akan bertanya, “Apakah kalian sudah siap?” Tidak akan. Ketika karma buruk kolektif berbuah, bencana pun terjadi dalam sekejap. Sungguh, kita hanya dapat mengatakan bahwa pemandangan itu sangat mengerikan. Jadi, Bodhisattva sekalian, kita telah melihat nilai kehidupan manusia. Seperti apakah nilai kehidupan manusia itu? Pada saat seperti ini, kita harus dapat menggenggam jalinan jodoh.
Saat ini, kita berada dalam keadaan sehat dan damai. Ketika melihat bencana terjadi dan kebetulan kalian berada di sana, genggamlah jalinan jodoh untuk membantu. Inilah kesempatan bagi para Bodhisattva untuk segera merencanakan bantuan. Mengenai perencanaan ini, carilah waktu untuk melaporkan rencana kalian kepada kami. Kami dapat segera berkomunikasi dengan para Bodhisattva yang berada di Nepal.
Kita harus segera memberikan arahan yang baik pada mereka dan segala dukungan yang mereka butuhkan. Jadi, hendaknya para Bodhisattva yang berada di garis terdepan mengerahkan kekuatan cinta kasih dalam membantu penanggulangan bencana. Dari Taiwan, ada kekuatan yang akan tetap menjadi dukungan bagi kalian. Jadi, hendaknya kalian mengerahkan segenap hati dan tenaga.
Dalam bencana kali ini, mereka benar-benar membutuhkan bantuan kita. Terlebih lagi, Nepal adalah kampung halaman Buddha. Jika tidak ada Nepal, tidak akan ada Pangeran Siddhartha yang lahir di sana. Jika Pangeran Siddhartha tidak membangkitkan tekad untuk melatih diri, dunia tidak akan memiliki Buddha ini, yakni Yang Maha Sadar Di Alam Semesta.
Ketika memikirkan hal ini, saya merasa bahwa hati saya terasa lebih berat dibandingkan ketika mendengar bencana di tempat lain. Saya makin merasa terdesak untuk memberikan bantuan. Jadi, hendaknya para Bodhisattva Malaysia dan Singapura yang berada di Nepal sekarang dapat lebih bersungguh hati. Bagaimanapun juga, saya selalu memperhatikan keadaan kalian semua.
Cuaca di sana sangat panas, jagalah kesehatan kalian dengan baik. Kalian yang mendengarkan di sini hendaknya menjalankannya dengan sungguh-sungguh. Bagi yang tidak mendengarnya, saya meminta kalian untuk mencurahkan perhatian pada mereka. Terima kasih.

Ketidakkekalan seketika membawa duka perpisahan
Membawa bantuan dari dekat dan menenteramkan hati dengan Dharma
Merancang solusi yang tepat untuk meringankan kekhawatiran warga
Orang-orang dari seluruh penjuru dunia bersama-sama mempraktikkan kebajikan dengan cinta kasih agung

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 10 September 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 12 September 2026