Para Pahlawan Medis di Garis Depan tersentuh Hatinya oleh Perhatian dari Para Relawan Tzu Chi di Singapura
Selama hampir satu bulan dari 12 Oktober hingga 08 November 2021, tiga hingga lima relawan Tzu Chi rajin berangkat ke Chia Ping Community Isolation Facility (CIF) setiap pagi.
Dalam upaya untuk memberi dukungan kepada para petugas kesehatan di garis depan, para relawan Tzu Chi dengan cermat menyiapkan dan menyajikan makanan dan minuman setiap hari, sambil secara bersamaan memberikan ucapan-ucapan penyemangat dan dukungan kepada mereka.
Dua tahun terakhir ini, para petugas kesehatan di Singapura dihadapkan pada tantangan terberat mereka – yaitu menangani pandemi Covid-19 yang tidak dapat diprediksi. Walaupun sebenarnya Singapura sudah bisa mengendalikan situasi, namun terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di komunitas belakangan ini mengakibatkan para petugas kesehatan sekali lagi kembali diuji hingga batas kemampuan mereka. Banyak petugas kesehatan yang harus bekerja lembur tanpa istirahat dan seperti tiada akhir. Selain itu, persyaratan seperti harus selalu memakai Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak nyaman juga membuat pekerjaan mereka menjadi jauh lebih sulit.
Oleh karena itu, dalam upaya untuk menyemangati dan menaikkan moral para petugas kesehatan di garis depan ini, relawan Tzu Chi di Singapura dengan senang hati menawarkan bantuan mereka di Chia Ping Community Isolation Facility. Para relawan Tzu Chi menyiapkan dapur dan menyajikan makanan serta minuman seperti teh dan mie Jing Si, yang telah berhasil menaikkan semangat para petugas kesehatan.
Kehadiran poster Kata-kata Mutiara Jing Si yang berwarna-warni yang ditempelkan para relawan di sekitar Chia Ping Community Isolation Facility juga menambah kehangatan pada fasilitas kesehatan tersebut.
Selagi menjaga di area penyajian makanan, para relawan Tzu Chi juga berupaya ekstra menyajikan berbagai jenis teh setiap hari dan langsung secara personal menyajikannya kepada para petugas kesehatan. Upaya yang kelihatan sederhana ini, memberikan dampak yang luar biasa pada para petugas kesehatan yang sudah kelelahan.
“Walaupun mereka memakai masker, saya bisa melihat dari mata mereka bahwa mereka sangat berterima kasih. Mereka sangat tersentuh karena belum pernah dilayani seperti ini sebelumnya, dimana orang-orang menanyakan apa jenis minuman yang mereka sukai” kata salah satu relawan Tzu Chi,Tan Seok Kee, “Saat pertama kali kesini, saya melihat para petugas kesehatan baru saja mengganti Alat Pelindung Diri (APD). Mereka benar-benar basah kuyup dan hatiku benar-benar tersentuh. Para petugas medis di garis depan ini benar-benar mengalami masa-masa yang sulit, dan apa yang kita lakukan ini akan memberi mereka motivasi dan menunjukkan bahwa ada orang yang peduli kepada mereka.”
Rasa Keakraban
Kehadiran para relawan Tzu Chi bukan sesuatu hal yang baru, karena Tzu Chi sebelumya telah memberi bantuan yang sama di beberapa Community Care Facility (CCF) di tahun-tahun sebelumnya, seperti di Tuas dan Big Box. Beberapa petugas medis yang ada di Chia Ping Community Isolation Facility ini juga pernah dilayani oleh para relawan Tzu Chi sebelumnya.
Seperti yang diceritakan oleh Phang Ying Jie, seorang supervisor pelaksana lapangan dari National University Health System (NUHS), yang ditempatkan di Chia Ping Community Isolation Facility :” Relawan Tzu Chi meninggalkan kesan yang mendalam bagi saya di Big Box Community Care Facility tahun lalu. Mereka sangat baik hati dan ramah, menawarkan kepada kami makanan dan minuman. Jadi ketika saya dengar bahwa mereka juga akan kemari, saya sangat antusias.”
“Hal baik lainnya adalah kita bisa memilih sendiri Kata-kata Mutiara Jing Si langsung dari tempatnya. Saya menaruhnya di laptop saya karena saya rasa sangat menginspirasi saya dan mengingatkan saya untuk selalu tekun dalam pekerjaan saya.”
Gregory Ow, Direktur Oprasional National University Health System dan koordinator keseluruhan tenaga medis di Chia Ping Community Isolation Facility menambahkan : “Meskipun tindakan seperti menyajikan teh herbal kelihatan kecil, namun sangat dihargai oleh para tenaga medis yang sudah bekerja lembur berjam-jam lamanya dan mungkin bahkan tidak bisa makan siang tepat pada waktunya.”
“Saya ingin berterima kasih kepada para relawan Tzu Chi yang telah mendukung para tenaga medis di garis depan yang mungkin memberatkan mereka. Hal-hal kecil ini dan upaya mereka pasti akan meningkatkan moral dan semangat mereka.”
Menjangkau Yang Terabaikan
Meskipun fokus utama para relawan Tzu Chi adalah kepada para petugas medis, namun tidak ketinggalan pula perhatian untuk para petugas keamanan yang bertugas di Chia Ping Community Isolation Facility. Para relawan sering terlihat menuangkan segelas teh dan menyajikan langsung kepada para petugas keamanan. Buah-buahan seperti pisang juga dibawakan kepada mereka dari waktu ke waktu. Bagi para petugas keamanan yang sering terabaikan oleh masyarakat pada saat melaksanakan pekerjaan mereka, mereka pasti akan terhibur oleh tindakan kebaikan ini.
“Pada saat menjalankan pekerjaan kami, kami jarang ketemu orang yang memperlakukan kami dengan baik. Biasanya hanya salam sapa seperti “Hai” atau “Selamat Tinggal” saja. Tapi disini, relawan menyajikan kami makanan dan minuman,” komentar Jack Pang, yang bekerja secara shift 12 jam di Chia Ping Community Isolation Facility, “Bagi kami yang bekerja berjam-jam dibawah cuaca yang tidak bisa diprediksi, apa yang mereka lakukan sangat menyemangati dan menghangatkan hati kami.”
Dimasa pandemi yang susah dan penuh cobaan ini, setiap orang pasti punya masalah masing-masing yang harus ditangani. Namun ditengah semua kekacauan yang tak henti-hentinya, Tzu Chi tidak akan melupakan kontribusi dari para pahlawan di garis depan. Walaupun gerakan menyajikan makanan dan minuman kelihatan tidak mencolok, tapi dampak yang dirasa oleh penerimanya akan sangat terasa.
Dalam masa waktu hampir 1 bulan, sebanyak 120 relawan maju dan meluangkan waktunya untuk mengabdi. Oleh karena itu, dengan adanya orang-orang yang dengan rela mendukung mereka yang berdiri di garis depan, akan memberi motivasi yang besar untuk melanjutkan perjuangan mereka yang tidak kenal lelah dalam melawan virus Covid-19 ini.
Jurnalis : Pan Zaixiang,
Fotografer : Khor Chin Seng, Chan May Ching, Khoo Kean Yee, & Pan Zaixiang.
Editor : Chong Sin Yin,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.