Peletakan Batu Pertama Tzu Chi School Batam, Langkah Awal Membangun Generasi Berkarakter
Pendidikan bukan sekadar jalan untuk meraih prestasi akademis, tetapi juga menjadi landasan dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda. Harapan inilah yang mendasari dimulainya pembangunan gedung baru Tzu Chi School Batam yang ditandai dengan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gedungnya pada hari Sabtu, 31 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kawasan Terpadu Tanjung Uma, Kavling K-34-C, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, ini menjadi langkah penting bagi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dalam melanjutkan Misi Pendidikan Tzu Chi di Kota Batam.
Gedung sekolah yang akan dibangun direncanakan melayani jenjang pendidikan mulai dari primary school hingga sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei, Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma, Ketua Komite Pembangunan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Eka Tjandranegara, Wakil Ketua Komite Pembangunan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Pui Sugiarto, Chief of Tzu Chi School Yayasan Buddha Tzu Chi Wiyata Indonesia, Caroline Widjanarko, Wali Kota Batam, Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si., Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, relawan Tzu Chi Jakarta, Tzu Chi Singapura, relawan Tzu Chi di Batam, serta para pengusaha Batam.
Dalam sambutannya, Ketua Tzu Chi Batam, Rudi Tan, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan harapan bagi masa depan anak-anak. Melalui pendidikan yang berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, generasi muda diharapkan tumbuh dengan rasa syukur, sikap saling menghormati, dan cinta kasih.
“Harapan anak-anak terletak pada pendidikan. Tzu Chi School membangun masa depan generasi muda melalui pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, bersyukur, menghormati, dan cinta kasih,” ungkap Rudi Tan.
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei, berharap kehadiran Tzu Chi School Batam dapat memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak tanpa harus membuat mereka berjauhan dari keluarga. Baginya, pendidikan yang baik juga perlu memberikan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang bersama orang tua.
“Kami berharap anak-anak di Batam bisa mendapatkan pendidikan yang baik tanpa harus dikirim oleh orang tua mereka untuk bersekolah di Singapura. Dengan demikian, keutuhan keluarga dapat tetap terjaga, dan anak-anak dapat tumbuh sejak kecil di sisi orang tua mereka,” ucap Liu Su Mei setelah mengikuti acara peletakan batu Tzu Chi School Batam.
Liu Su Mei juga berharap Tzu Chi School Batam dapat menjalankan proses Misi Pendidikan Tzu Chi dengan sungguh-sungguh dan terus dikembangkan dengan sebaik-baiknya. “Ini merupakan langkah awal bagi pengembangan sekolah internasional Tzu Chi dari Jakarta ke Batam, sekaligus menjadi sekolah internasional pertama yang kita dirikan di luar Jakarta,” ungkap Liu Su Mei.
Sementara itu, Souphone Lim atau Lin Bai Hua, Board of Governors Yayasan Buddha Tzu Chi Wiyata Indonesia, turut membacakan surat dari Pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen. Dalam suratnya beliau berpesan, meski tidak dapat hadir secara langsung, hati Master Cheng Yen tetap dipenuhi rasa sukacita dalam Dharma atas berlangsungnya acara peletakan batu pertama pembangunan Tzu Chi School Batam.
Direktur Tzu Chi School Jakarta sekaligus Chief of Tzu Chi School Yayasan Buddha Tzu Chi Wiyata Indonesia, Caroline Widjanarko, juga menyampaikan bahwa pendidikan merupakan proyek harapan bagi masa depan. Ia mengutip pesan Master Cheng Yen bahwa pendidikan menjadi landasan penting dalam membangun masa depan sebuah negara maupun daerah.
Direktur Tzu Chi School Jakarta sekaligus Chief of Tzu Chi School Yayasan Buddha Tzu Chi Wiyata Indonesia, Caroline Widjanarko, juga menyampaikan bahwa pendidikan merupakan proyek harapan bagi masa depan. Ia mengutip pesan Master Cheng Yen bahwa pendidikan menjadi landasan penting dalam membangun masa depan sebuah negara maupun daerah.
“Pendidikan adalah sebuah harapan. Sama seperti yang disampaikan berulang-ulang oleh Master Cheng Yen, Jiao Yu Si Wei Lai Si Wang Te Kong Chen, pendidikan adalah proyek harapan bagi masa depan. Ketika kita ingin memajukan nasib sebuah negara atau daerah dan menciptakan masa depan yang gemilang, landasannya adalah pendidikan manusianya,” ujar Caroline.
Menurut Caroline, harapan para orang tua yang setiap hari mengantarkan anak-anak ke sekolah juga menjadi semangat bagi para relawan untuk terus mengembangkan Misi Pendidikan Tzu Chi. Ia mengapresiasi dedikasi dan komitmen relawan Tzu Chi Batam yang telah berupaya mewujudkan pembangunan sekolah tersebut.
“Saya juga sangat berterima kasih kepada relawan Tzu Chi Batam yang begitu berdedikasi dan berkomitmen sehingga Tzu Chi School Batam menjadi sekolah internasional Tzu Chi pertama yang ada di luar pulau Jawa, yaitu di Batam,” ujarnya.
“Saya juga sangat berterima kasih kepada relawan Tzu Chi Batam yang begitu berdedikasi dan berkomitmen sehingga Tzu Chi School Batam menjadi sekolah internasional Tzu Chi pertama yang ada di luar pulau Jawa, yaitu di Batam,” ujarnya.
Caroline menjelaskan bahwa Tzu Chi School memadukan pendidikan karakter dengan pendidikan akademis berwawasan global dan internasional. Tujuannya bukan hanya menghasilkan peserta didik yang berprestasi, tetapi juga memiliki moral, kebajikan dan karakter yang baik.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas dan kemegahan gedung sekolah. Semangat serta komitmen seluruh pihak yang menjalankan misi pendidikan, mulai dari jajaran pimpinan, manajemen, guru, staf, hingga relawan, juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan anak secara menyeluruh.
Membangun Kecerdasan dan Karakter Generasi Muda
Dukungan terhadap pembangunan Tzu Chi School Batam juga disampaikan oleh Wali Kota Batam, Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si. Ia menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia atas kontribusinya dalam bidang pendidikan. Menurutnya, kehadiran sekolah ini menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Batam.
“Alhamdulillah, sudah dilaksanakan kegiatan yang sangat penting, yakni peletakan batu pertama Sekolah Buddha Tzu Chi dengan berbagai jenjang, mulai dari primary school sampai SMP dan SMA. Kami kira ini menjadi terobosan penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Batam,” ungkap Amsakar.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Batam juga memiliki perhatian terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai kebijakan di bidang pendidikan. Karena itu, keterlibatan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia diharapkan dapat menjadi dukungan yang saling melengkapi dengan program pemerintah dan peran sektor swasta.
“Kehadiran Yayasan Buddha Tzu Chi di bidang pendidikan ini kita harapkan justru memberikan dukungan yang luar biasa, sehingga apa yang sudah kita rencanakan dengan peran dari sektor swasta ini bisa saling melengkapi satu sama lain,” ujarnya.
Amsakar juga mengapresiasi pendekatan pendidikan Tzu Chi School yang tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga memperhatikan kecerdasan emosional dan spiritual peserta didik. Menurutnya, ketiga aspek tersebut perlu dikembangkan secara seimbang agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang utuh.
“Saya melihat dari video yang disampaikan dalam sambutan Master Cheng Yen bahwa sekolah ini berfokus pada tiga hal. Pertama, memunculkan kecerdasan intelektual para peserta didik, tetapi juga tidak mengabaikan kecerdasan spiritual dan emosional mereka. Mereka diajari bagaimana beretika dengan benar, memiliki sopan santun yang baik, sekaligus meningkatkan kemampuan pendidikan formalnya,” jelas Amsakar.
Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan persembahan isyarat tangan mulai dari murid-murid kelas Budi Pekerti Tzu Chi Batam dan relawan pendamping. Hingga tiba pada prosesi peletakan batu, barisan relawan yang bertugas membawa sekop memasuki lapangan dengan begitu rapi dan serempak saat melangkahkan kaki. Kegiatan ini pun ditandai dengan penyekopan tanah sebanyak tiga kali.
Sekopan pertama, mendoakan pembangunan Tzu Chi School Batam berjalan dengan lancar. Sekopan kedua, mendoakan Visi Misi Tzu Chi School Batam semakin maju dan berkembang. Sekopan ketiga, mendoakan agar dunia aman, tenteram, dan bebas dari bencana.
Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya pembangunan gedung baru Tzu Chi School Batam sekaligus harapan agar proses pembangunan dan pelaksanaan Misi Pendidikan Tzu Chi dapat berjalan dengan baik.
Caroline berharap kehadiran Tzu Chi School Batam dapat membawa manfaat bagi masyarakat Batam dan sekitarnya. Ia juga menegaskan bahwa Tzu Chi School Jakarta akan terus mendampingi agar Misi Pendidikan Tzu Chi dapat dijalankan secara berkelanjutan.
“Kita bersama-sama menyukseskan misi pendidikan ini agar cita-cita Master Cheng Yen untuk menyucikan hati manusia dapat tercapai melalui pendidikan yang berkarakter baik dan berstandar global,” ungkap Caroline.
“Kita bersama-sama menyukseskan misi pendidikan ini agar cita-cita Master Cheng Yen untuk menyucikan hati manusia dapat tercapai melalui pendidikan yang berkarakter baik dan berstandar global,” ungkap Caroline.
Acara penyekopan pembangunan Tzu School Batam ini dihadiri oleh 393 orang, terdiri dari tamu undangan dan relawan Tzu Chi Batam. Pembangunan gedung baru Tzu Chi School Batam bukan hanya tentang menghadirkan sarana pendidikan yang lebih lengkap. Lebih dari itu, pembangunan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pendidikan, sehingga anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berdaya saing, tetapi juga memiliki integritas, moral, serta kepedulian terhadap sesama.
Melalui Misi Pendidikan Tzu Chi, harapan untuk membangun generasi berkarakter kini mulai diwujudkan di Kota Batam. Sebuah langkah awal untuk mempersiapkan anak-anak menjadi pribadi yang mampu membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa.
Jurnalis : Anand Yahya,
Fotografer : Anand Yahya,
Editor : Arimami Suryo A.
Jurnalis : Anand Yahya,
Fotografer : Anand Yahya,
Editor : Arimami Suryo A.