Pemberkahan Akhir Tahun 2024: Dua Dekade Tzu Chi Bandung
Pemberkahan Akhir Tahun (PAT) 2024 Tzu Chi Bandung digelar pada hari Minggu, 12 Januari 2025, dengan tema “Giat Mengembangkan Perhatian Benar untuk Belajar dan Sadar; Tekun dan Bersemangat dalam Mempraktikkan Jalan Bodhisatwa.”. Pemberkahan Akhir Tahun digelar sebagai wujud rasa syukur sekaligus bentuk pertanggungjawaban Tzu Chi pada para donatur yang telah mendukung berlangsungnya misi kemanusiaan Tzu Chi. Pemberkahan Akhir Tahun di Aula Jing Si Bandung ini dihadiri 710 tamu undangan.
Berbagai acara disuguhkan, di antaranya para relawan Tzu Chi yang menceritakan pengalaman mereka menjalankan misi amal, sosialisasi tentang Tzu Chi Hospital, penampilan isyarat tangan dan pertunjukan genderang. Salah satu momen yang menyentuh hati adalah ketika salah satu penerima bantuan Tzu Chi berbagi kisahnya.
Berbagai acara disuguhkan, di antaranya para relawan Tzu Chi yang menceritakan pengalaman mereka menjalankan misi amal, sosialisasi tentang Tzu Chi Hospital, penampilan isyarat tangan dan pertunjukan genderang. Salah satu momen yang menyentuh hati adalah ketika salah satu penerima bantuan Tzu Chi berbagi kisahnya.
“Tzu Chi telah membantu saya dan saya juga ingin membantu orang lain juga” ujar Tuti Haryati, salah satu penerima bantuan Tzu Chi Bandung.
Tuti merupakan penderita gagal ginjal dan harus cuci darah dua kali dalam sepekan. Jalinan Jodohnya dengan Tzu Chi berawal ketika ia bertemu dengan dokter yang menanganinya yang merupakan relawan medis Tzu Chi Bandung. Tuti hidup dengan keterbatasan ekonomi sejak ia sakit. Penghasilan dari jahit pakaian menurun. Tzu Chi membantu biaya berobat dan biaya hidup. Setelah satu tahun Tuti membaik dan bisa kembali beraktivitas.
“Saya sekarang Alhamdulillah membaik setelah dibantu dan sekarang saya mau bisa lepas dari bantuan dari Tzu Chi dan ingin membantu yang lain,” harap Tuti.
Tuti merupakan penderita gagal ginjal dan harus cuci darah dua kali dalam sepekan. Jalinan Jodohnya dengan Tzu Chi berawal ketika ia bertemu dengan dokter yang menanganinya yang merupakan relawan medis Tzu Chi Bandung. Tuti hidup dengan keterbatasan ekonomi sejak ia sakit. Penghasilan dari jahit pakaian menurun. Tzu Chi membantu biaya berobat dan biaya hidup. Setelah satu tahun Tuti membaik dan bisa kembali beraktivitas.
“Saya sekarang Alhamdulillah membaik setelah dibantu dan sekarang saya mau bisa lepas dari bantuan dari Tzu Chi dan ingin membantu yang lain,” harap Tuti.
Cerita Tuti membuat para tamu undangan terharu, salah satunya Errica Putri. Bagi Errica, acara PAT ini penuh dengan inspirasi baik. “Jujur itu justru Jadi daya tarik utama saya untuk mungkin ikut menjadi relawan atau ikut kegiatan Tzu Chi karena memang bermanfaat bagi kita juga secara tidak langsung dan berdampak bagi masyarakat,” ucap Errica.
Perjalanan Cinta Kasih Tanpa Batas
Pemberkahan Akhir Tahun ini sekaligus merayakan kiprah Tzu Chi Bandung selama 20 tahun menebar cinta kasih di Jawa Barat, membantu masyarakat yang membutuhkan. Sejak didirikan pada tanggal 16 oktober 2004, Tzu Chi Bandung telah menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya kemanusiaan di kota ini dengan berbagai program yang mencakup kesehatan, pendidikan, pelestarian lingkungan, serta bantuan sosial.
Dengan semangat 20 tahun yang baru saja dirayakan, Tzu Chi Bandung berkomitmen untuk melanjutkan perjalanan dalam mengupayakan dunia yang lebih baik melalui aksi nyata dan cinta kasih tanpa batas.
Dengan semangat 20 tahun yang baru saja dirayakan, Tzu Chi Bandung berkomitmen untuk melanjutkan perjalanan dalam mengupayakan dunia yang lebih baik melalui aksi nyata dan cinta kasih tanpa batas.
“Tzu Chi Bandung sudah 20 tahun, kita makin kuat, punya cita-cita dan impian yang luar biasa. Umur 20 tahun artinya sudah dewasa, dengan belajar dari pengalaman maka ke depan langkah-langkahnya akan semakin maju” ujar Herman Widjaja, Pembina Tzu Chi Bandung.
Tzu Chi Bandung hadir dengan dimulainnya pembagian beras dari Taiwan sebanyak 6.290 Ton. Pembagian itu berlangsung pada tanggal 14 November 2003 hingga 8 Maret 2004 untuk 314.500 kepala keluarga prasejahtera di 15 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Tidak sampai disitu Tzu Chi Bandung juga membangun jembatan pertama Tzu Chi yang diberi nama Jembatan Simpai Asih Cikaengan yang menghubungkan Desa Simpang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut dan Desa Campakasari, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2007.
Tzu Chi Bandung hadir dengan dimulainnya pembagian beras dari Taiwan sebanyak 6.290 Ton. Pembagian itu berlangsung pada tanggal 14 November 2003 hingga 8 Maret 2004 untuk 314.500 kepala keluarga prasejahtera di 15 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Tidak sampai disitu Tzu Chi Bandung juga membangun jembatan pertama Tzu Chi yang diberi nama Jembatan Simpai Asih Cikaengan yang menghubungkan Desa Simpang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut dan Desa Campakasari, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2007.
“Kami bangun jembatan itu pertama dan itu dulu tidak ada listrik di desa seberang setelah ada jembatan ini ekonomi masyarakat semakin meningkat anak-anak bisa bersekolah dengan nyaman. Gedung dua tingkat juga berdiri disana. Pembangunan ini membawa manfaat bagi masyarakat,” cerita Herman Widjaja saat sesi sharing.
Tzu Chi memiliki arti tersendiri di hati para relawan, “Yayasan Buddha Tzu Chi bagi saya adalah rumah ke dua, di mana saya bisa merasakan ketenangan hati dan jiwa, serta dapat mengendalikan keharmonisan perjalanan hidup saya,” Tambah Herman Widjaja.
Tzu Chi memiliki arti tersendiri di hati para relawan, “Yayasan Buddha Tzu Chi bagi saya adalah rumah ke dua, di mana saya bisa merasakan ketenangan hati dan jiwa, serta dapat mengendalikan keharmonisan perjalanan hidup saya,” Tambah Herman Widjaja.
Tidak hanya itu, Djonni Andhella, Ketua Tzu Chi Bandung, memaknai Tzu Chi sebagai tempat ia belajar dan bersyukur. “Tzu Chi bagi saya adalah tempat belajar membuat lebih banyak bersyukur atas apa yang saya dapatkan. Ini merupakan rumah bagi saya juga pembelajaran yang saya dapatkan selama ini luar biasa,” pungkas Djonni Andhella.
Relawan Tzu Chi Bandung lainnya seperti mendiang Asikin dan Harun Lam dengan semangatnya menebar kebaikan masih terasa hingga kini. Peringatan 20 tahun Tzu Chi Bandung diadakan penuh sukacita. Ratusan relawan, penerima manfaat, serta tamu undangan dari berbagai kalangan hadir bersama-sama mengenang perjalanan panjang ini. Dalam acara tersebut, diputar video dokumentasi perjalanan Tzu Chi Bandung selama 20 tahun terakhir yang menampilkan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang telah dilakukan.
Jurnalis : Galvan, Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung),
Fotografer : Galvan, Dayar, Reynard, Fauzan, Lianne, Ahmad (Tzu Chi Bandung),
Editor : Khusnul Khotimah.
Relawan Tzu Chi Bandung lainnya seperti mendiang Asikin dan Harun Lam dengan semangatnya menebar kebaikan masih terasa hingga kini. Peringatan 20 tahun Tzu Chi Bandung diadakan penuh sukacita. Ratusan relawan, penerima manfaat, serta tamu undangan dari berbagai kalangan hadir bersama-sama mengenang perjalanan panjang ini. Dalam acara tersebut, diputar video dokumentasi perjalanan Tzu Chi Bandung selama 20 tahun terakhir yang menampilkan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang telah dilakukan.
Jurnalis : Galvan, Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung),
Fotografer : Galvan, Dayar, Reynard, Fauzan, Lianne, Ahmad (Tzu Chi Bandung),
Editor : Khusnul Khotimah.