Pengumpulan Celengan Bambu untuk Membantu Warga Penyintas Gempa di Turki dan Suriah
Gempa berkekuatan magnitudo 7,8 meninggalkan duka yang mendalam bagi warga Turki dan Suriah. Banyak warga kehilangan keluarga hingga tempat tinggal akibat gempa tersebut. Sebagai bentuk solidaritas dan upaya untuk meringankan duka para korban, hari Minggu tanggal 19 Februari 2023, Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Penghubung Tanjung Balai Karimun kembali mengadakan kegiatan rutin setiap 3 bulan sekali yaitu pengumpulan celengan bambu. Nantinya seluruh dana cinta kasih yang terkumpul akan disalurkan kepada para korban gempa di Turki dan Suriah.
Sekitar pukul 09.00 WIB, sebanyak 26 relawan dibagi menjadi 6 kelompok mulai menelesuri satu-persatu rumah dan toko di sepanjang Jl. Nusantara, Jl. Setia Budhi, Jl. Pramuka, dan Jl. Ahmad Yani. Surati (54) pedagang penganan di Jl. Setia Budhi, sudah lima tahun memiliki celengan bambu Tzu Chi. Pada kegiatan ini ia merasa senang bisa meringankan beban para korban di Turki dan Suriah dengan celengan bambunya.
“Kegiatan celengan ini bagus, saya malah senang Indonesia bisa bantu korban gempa di Turki dan Suriah. Saya terima celengan ini dengan niat ingin membantu sedikit-sedikit bagi yang membutuhkan. Saya juga rutin masukin uang koin dan kertas ke dalam celengan dari hasil pendapatan jualan gorengan,” ungkapnya.
Pada tahun ini relawan rompi yang bernama Awi (41) terlihat sangat aktif mengikuti kegiatan Tzu Chi karena memiliki niat berbuat kebaikan untuk membantu sesama yang membutuhkan.
“Menurut saya, Tzu Chi membantu orang itu tepat sasaran, apalagi dana ini akan disalurkan kepada korban gempa, sangat bagus. Saya juga rutin mengikuti kegiatan Tzu Chi karena ingin berbuat baik, selagi masih kuat, dan bisa keluar tenaga, saya akan ikut kegiatan Tzu Chi,” ungkapnya.
Para relawan Tzu Chi di Tanjung Balai Karimun berharap semoga dana yang terkumpul ini bisa sedikit meringankan beban para korban gempa di Turki dan Suriah. Seperti kata perenungan Master Cheng Yen yang berbunyi “Cara terbaik untuk mencegah terjadinya bencana alam adalah dengan mensucikan batin manusia.”
Fotografer : Abdul Rahim, Calvin (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun),
Editor : Khusnul Khotimah.