Penyaluran Bantuan untuk Korban Kebakaran Gampong Punie
Pada hari Minggu, 25 Oktober 2026, sekitar pukul 03:00 WIB, si jago merah melahap tiga rumah penduduk Gampong Punie, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Kebakaran tersebut melenyapkan semua harta benda milik tiga keluarga tersebut tanpa menyisakan apapun, beruntung dalam kejadian tersebut tidak sampai menelan korban jiwa.
Siang harinya, ketika mendapatkan kabar tentang kebakaran tersebut relawan Tzu Chi komunitas Banda Aceh langsung terjun ke lokasi untuk melakukan survei walau diterpa hujan dan angin. Sesampainya di sana relawan Tzu Chi memberikan pendampingan untuk warga Gampong Punie yang terbakar rumahnya. Akibat kebakaran tersebut, untuk sementara waktu mereka menumpang di rumah penduduk setempat.
Pada hari Selasa, 27 Oktober 2026, di tengah rintik hujan yang mengiringi suasana pagi, relawan Tzu Chi kembali mengunjungi Gampong Punie untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak musibah kebakaran. Kehadiran para relawan menjadi bentuk kepedulian dan perhatian kepada warga yang tengah menghadapi masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal serta harta benda akibat kebakaran tersebut.
Dalam kegiatan ini, relawan Tzu Chi membagikan berbagai kebutuhan sehari-hari, di antaranya perlengkapan mandi, sarung, sabun, pasta gigi, sikat gigi, serta perlengkapan sanitasi lainnya. Selain bantuan barang, relawan juga memberikan uang santunan untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak.
Salah seorang warga penerima bantuan, Ganda Pasaribu, menceritakan pengalaman pilu yang dialaminya saat musibah kebakaran terjadi. Ketika kejadian berlangsung, Ganda sedang berada di luar kota untuk bekerja sebagai pengemudi. Ia tidak mengetahui bahwa rumahnya telah dilalap api. Setibanya di rumah, Ganda hanya dapat menyaksikan tempat tinggal beserta seluruh harta bendanya telah habis terbakar, tanpa ada satu pun barang yang dapat diselamatkan.
“Ketika saya pulang, semuanya sudah terbakar tidak tersisa apa-apa lagi. Terima kasih Tzu Chi sudah membantu kami, dulu kami sempat membantu menyalurkan bantuan dari Tzu Chi ketika bencana banjir di Provinsi Aceh,” ujar Ganda Pasari dengan mata berkaca-kaca.
Bagi Ganda, bantuan yang diterimanya kali ini memiliki makna tersendiri. Sebelumnya, ia pernah turut membantu menyalurkan bantuan Tzu Chi kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir di Provinsi Aceh. Kini, ketika dirinya menghadapi musibah, kepedulian serupa kembali hadir melalui para relawan Tzu Chi yang datang memberikan dukungan.
Kehangatan dan ketulusan para relawan juga menyentuh hati istri Ganda Pasaribu. Ia merasa terharu melihat para relawan yang tetap datang meninjau kondisi warga meskipun harus menerjang hujan lebat. Di tengah kesedihan akibat kehilangan tempat tinggal, kehadiran orang-orang yang sebelumnya tidak dikenalnya memberikan penghiburan dan kekuatan tersendiri.
“Saat tertimpa musibah ada tangan-tangan yang tak saya kenal memeluk erat seperti keluarga dekat,” tutur istri Ganda Pasaribu.
Sementara itu, Dorcas Tengara, salah seorang relawan Tzu Chi yang turut hadir dalam kegiatan penyaluran bantuan, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam terhadap musibah yang dialami warga. Menurutnya, di tengah kehilangan yang begitu besar, nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama tetap menjadi kekuatan yang dapat membantu masyarakat melewati masa sulit.
“Mereka telah kehilangan harta benda namun tidak kehilangan rasa kemanusiaan,” serunya dengan penuh semangat.
Melalui kegiatan penyaluran bantuan ini, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berharap dapat membantu meringankan kebutuhan mendesak warga sekaligus memberikan dukungan moral bagi mereka yang sedang berupaya bangkit dari musibah. Bantuan yang diberikan bukan hanya berupa kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi wujud perhatian dan kebersamaan di tengah kesulitan. Dengan semangat saling membantu, para relawan berharap warga Gampong Punie dapat perlahan bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan penuh harapan.
Jurnalis : Ronaldo (Tzu Chi Aceh),
Fotografer : Lena Puspita (Tzu Chi Aceh),
Editor : Fikhri Fathoni.
Fotografer : Lena Puspita (Tzu Chi Aceh),
Editor : Fikhri Fathoni.