Perayaan Hari Waisak, Hari Ibu, dan Ulang Tahun Tzu Chi Kembali diadakan di Buddhist Tzu Chi Campus
Anggota Komite, relawan, dan siswa/i Yayasan Tzu Chi datang dengan kekuatan penuh untuk perayaan tahunan Hari Waisak, Hari Ibu, dan Hari Tzu Chi pada tanggal 08 Mei 2022 di Buddhist Tzu Chi Campus (BTCC) di Sta. Mesa, Manila. Acara khusus ini juga menandai 56 tahun keberadaan Tzu Chi di seluruh dunia. Juga untuk pertama kalinya diadakan pertemuan tatap muka dengan jumlah peserta sebanyak itu di masa pandemi.
“Sudah dua tahun sejak terakhir kali kami merayakan event ini,” kata relawan koordinator acara Wilson Hung. “Ini pertama kalinya saya menangani kegiatan sebesar ini dan saya sangat berterima kasih kepada para relawan senior yang berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka kepada saya serta dukungan mereka kepada saya dan grup mingxi saya. Ini adalah pengalaman yang berharga bagi kami. Kami ingin menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan kepada Master Cheng Yen bahwa kami baik-baik saja dan kami sangat merindukannya.”
Persiapan untuk acara yang rumit ini dimulai beberapa hari sebelumnya, dimulai dengan pengaturan yang teliti di halaman depan Auditorium Jing Si. Spanduk raksasa yang menandai ketiga peristiwa tersebut digantung tinggi di bagian depan Harmony Hall, sementara batang bambu pendek yang di cat warna hijau tua ditumpuk membentuk angka “56”.
Pengaturan menarik lainnya adalah hampir sebanyak 100 patung Buddha dari kristal dalam berbagai ukuran yang diletakkan di meja yang dihiasi dengan bunga segar dan tanaman hijau. Seperti perayaan Hari Waisak sebelumnya, relawan Betty Manabat dipercayakan atas patung-patung Buddha dari kristal tersebut. Patung-patung Buddha dari kristal tersebut dipercayakan oleh pemiliknya, yaitu para relawan Tzu Chi. “Saya meminta mereka untuk membawa patung-patung Buddha mereka sehari sebelum acara. Setiap patung Buddha diberi nomor yang sesuai dengan kartu untuk mengambil kembali patung tersebut oleh pemiliknya. Setiap patung Buddha dikemas kedalam sebuah kotak dan dikembalikan kepada pemiliknya setelah acara selesai.”
Para anggota komite, relawan, dan siswa-siswi Tzu Chi juga mendedikasikan waktunya untuk mempraktekkan susunan formasi untuk acara tersebut, dan tata cara pemandian rupang Buddha yang merupakan puncak acara. Dalam upacara tersebut, peserta membungkuk dihadapan patung Buddha dan menyentuh mangkuk berisi air, sebuah gerakan yang mirip dengan menyentuh kaki Buddha. Ketika mereka membungkuk untuk kedua kalinya, mereka mengambil sekuntum bunga dari mangkuk sebagai simbol mereka memperoleh berkah dan keharuman.
Tresia Siplante Traquena, seorang mahasiswi jurusan pendidikan di Philippine Normal University dan juga seorang siswi sekolah Tzu Chi selama delapan tahun, mengapresiasi acara tersebut. “Ini adalah kesempatan bagi kami para siswa-siswi Tzu Chi untuk kembali ke Tzu Chi. Secara pribadi, saya berterima kasih kepada semua orang di Yayasan Tzu Chi. Karena mereka, saya bisa lulus dan menerapkan apa yang saya pelajari untuk negara kami.”
Menjelang senja, suasana di BTCC berubah menjadi buram, ketika peserta berjalan dan membungkuk dengan hormat dan serempak, mengenang kembali kesempatan baik tersebut.
Tetapi hari itu berakhir dengan penuh harapan. Mengangkat cahaya yang menyerupai bunga teratai, relawan diam-diam mensyukuri berkah hidup mereka, dan menandakan komitmen mereka untuk terus menyebarkan ajaran Dharma Master Cheng Yen tentang kesukarelaan, kasih sayang, dan cinta untuk semua makhluk.
Fotografer : Mavi Saldonido, Harold Alzaga, Jenie Sy Lao,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.