Perayaan Waisak di Tzu Chi Banda Aceh, Hari yang Penuh Makna
Waktu menunjukan pukul 10.00 WIB ketika para relawan Tzu Chi dan tamu undangan mulai berkumpul di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Banda Aceh untuk merayakan Hari Trisuci Waisak. Hari Raya Trisuci Waisak sendiri memiliki makna yang mendalam bagi insan Tzu Chi yakni untuk membalas budi pada Buddha dan mengenang kembali kemenangan Buddha Sakyamuni yang mengalahkan Iblis Mara (hawa nafsu) di bawah Pohon Bodhi pada 2.500 tahun silam.
erayaan Waisak ini dipandu oleh Huicin dan Erlin sebagai MC. setelah mendengarkan penjelasan mengenai pemandian Rupang Buddha, Insan Tzu Chi dengan tulus melantunkan Gatha Pendupaan. Setelah itu barisan persembahan yang membawa pelita, air wangi dan bunga secara perlahan dan teratur maju ke altar. Pelita melambangkan penerangan untuk semua makhluk, air wangi melambangkan kemurnian dan bunga melambangkan wanginya Dharma serta ketidakkekalan dari semua yang berwujud.
Setelah prosesi pemandian Rupang Buddha, relawan dan hadirin bersatu hati dengan tulus memanjatkan doa kepada Buddha dan Bodhisatwa agar hati manusia tersucikan, masyarakat damai dan harmonis serta bebas dari bencana. Seperti Kata Perenungan Master Cheng Yen pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi, Satu kebaikan menghalau seribu bencana.”
Suasana di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Banda Aceh berubah menjadi suasana agung seperti persamuhan Sutra Teratai di Puncak Burung Nasar. Hal ini dirasakan oleh Yuliana “Saya baru pertama kali mengikuti acara Waisak di Tzu Chi. Suasananya sangat tenang dan menakjubkan. Hal ini belum pernah saya rasakan sebelumnya,” ujarnya penuh takjub.
Perayaan Waisak di Tzu Chi Banda Aceh bukan hanya seremoni saja tetapi menjadi hari yang penuh makna untuk membalas budi Buddha dan bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi setiap harinya.
Jurnalis : Ronaldo (Tzu Chi Aceh),
Fotografer : Ismanova (Tzu Chi Aceh),
Editor : Khusnul Khotimah.