Perhatian yang Terus Mengalir untuk Warga Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Neuheun, Aceh Besar
Hampir dua puluh tahun lalu, tepatnya pada hari Minggu, 26 Desember 2004, terjadi bencana gempa dan tsunami di Aceh yang memakan korban jiwa yang sangat banyak. Dalam musibah tersebut, relawan Tzu Chi segera memberikan bantuan untuk warga korban gempa dan tsunami di Aceh. Datang paling awal dan pulang paling akhir menjadi moto relawan Tzu Chi dalam memberikan bantuan.
Tzu Chi datang ke Aceh dengan membawa semangat Master Cheng Yen (pendiri Tzu Chi) “menenteramkan raga, menenteramkan hati, dan memulihkan kehidupan” para korban tsunami. Tahap awal adalah menenteramkan raga, dimana di masa ini bantuan diprioritaskan berupa makanan, obat-obatan (penanganan medis), dan kebutuhan pokok lainnya. Tahap selanjutnya menenteramkan batin dengan menyediakan hunian sementara sambil menunggu selesainya pembangunan perumahan. Tahap akhir, Tzu Chi memberikan rumah layak huni yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 27 Desember 2005. Adanya rumah membuat warga lebih mudah memulihkan kehidupannya karena dapat fokus mencari nafkah dan kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Total ada 2.700 unit rumah yang dibangun Tzu Chi di tiga perumahan: Panteriek (716 unit), Neuhuen (850 unit), dan Meulaboh (1.134 unit).
Seminggu kemudian, pada tanggal 24 Maret 2024, relawan Tzu Chi membagikan 600 paket sembako kepada warga. Sebanyak 57 relawan Tzu Chi dari Banda Aceh dan daerah lain, bersama warga setempat bahu membahu membagikan paket kepada warga di halaman Kantor Keuchik (kepala desa) Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Neuheun. Setiap paket sembako berisi 5 kg beras, sirup (2 botol), dan minyak goreng (1,8 liter).
“Semoga bantuan ini bisa membawa kebahagiaan dan sukacita menyambut hari raya,” kata Supandi, relawan Tzu Chi Aceh, “dan semoga semakin banyak warga yang terinspirasi untuk bersama-sama menjadi barisan insan Tzu Chi di Aceh.
Fotografer : Dok. Zhen Shan Mei Banda Aceh,
Editor : Hadi Pranoto.