Pesta Beasiswa Rakyat Indonesia: Jaga Indonesia, Melalui Beasiswa
Dengan mengusung tema besar Jaga Indonesia, Melalui Beasiswa, acara ini menjadi langkah awal dari rangkaian kegiatan menuju Festival Beasiswa Merah Putih (Tahap 2) yang akan digelar pada bulan Oktober 2025. Pesta Beasiswa Rakyat Indonesia bukan hanya pameran pendidikan, tetapi juga ruang temu strategis antara pemerintah, institusi pendidikan, komunitas, pelajar, dan masyarakat umum untuk bersama-sama memperjuangkan kesetaraan akses pendidikan di seluruh penjuru tanah air.
Dalam rangkaian acara ini, peserta mendapatkan sharing inspiratif, beberapa conference, dan juga workshop yang sangat bermanfaat untuk mereka pelajari. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, peserta dapat mengikuti skema dari lembaga penyelenggara beasiswa. Setiap lembaga membuka beasiswa untuk dalam negeri hingga keluar negeri.
Sekretaris Umum Tzu Chi Indonesia, Hong Tjhin dalam sambutannya yang hangat mengucapkan selamat datang untuk semua orang yang hadir dalam acara ini. “Selamat datang di Tzu Chi Center, mungkin banyak yang baru pertama kali datang ke sini, gedung ini terbuka untuk semua orang dan cukup aman dan kokoh untuk menampung kita semua,” kata Hong Tjhin.
Di sela-sela sambutannya, Hong Tjhin juga memperkenalkan tentang Tzu Chi Indonesia kepada para tamu undangan dan peserta yang hadir di Aula Jing Si lantai 4. Di akhir sambutannya, Hong Tjhin mengutip perkataan Master Cheng Yen (pendiri Tzu Chi): “Mengutip perkataan guru kami Master Cheng Yen bahwa hakikat terpenting dari pendidikan adalah pewarisan cinta kasih dan rasa syukur, yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.”
Asisten Deputi Penanganan Kemiskinan Kemenko PMK, Katiman Kartowinomo, menjelaskan bahwa dengan diadakannya kegiatan Pesta Beasiswa Rakyat Indonesia ini dapat memperjuangkan pendidikan nasib anak-anak yang rentan atau putus sekolah. “Menurut BPS tahun 2024 ada sekitar 4,16 juta lebih anak yang putus sekolah, dimana permasalahannya yang utama adalah masalah ekonomi dan sosial. Karena itu, ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa pendidikan yang berkeadilan harus kita perjuangkan,“ tegas Katiman Kartowinomo.
Acara berlangsung meriah serta tertib dari ribuan peserta yang hadir. Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara, berkomitmen untuk dapat menghadirkan suasana yang nyaman untuk para peserta. “Cara meng-handlenya yang pasti kita kerja sama dengan tim, dalam hal ini Yayasan Buddha Tzu Chi bersama tim dari Relawan Tzu Chi, Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, tim keamanan, dan building management bersama-sama kita gotong royong mempersiapkan yang terbaik untuk menyambut para peserta,” cerita Andre Zulman, Kepala External Relation & Social Project Tzu Chi Indonesia.
Dengan niat yang baik, Yoel bercita-cita mendapatkan beasiswa untuk meringankan beban orang tuanya. “Dengan ini kan aku bisa bantu ekonomi keluarga aku, supaya aku tidak membebani mereka untuk ke depanya lagi,” tambah Yoel.
Saat ini, Yoel tengah mengenyam pendidikan dibangku kelas 11 SMK Cinta Kasih Tzu Chi jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). dengan jurusan yang saat ini dipelajari di sekolah, ia bercita-cita melanjutkan beberapa jurusan yang ia impikan untuk jenjang perkuliahan. “Untuk registrasi kita milih jurusan, terus juga kampus mana yang pengen kita tuju. Untuk kampus jujur aku belum ada pilihan, untuk jurusan karena aku SMK mungkin aku pengen ambil jurusan desain grafis atau IT untuk melanjutkan jurusan aku yang sekarang, mungkin kalau nanti aku kurang yakin di jurusan itu, aku akan ambil di jurusan hukum dan penerbangan.
Pada kesempatan kali ini, Meyzo juga mengikuti beberapa workshop yang diadakan lembaga penyedia beasiswa ke luar negeri, salah satunya adalah workshop Sosialisasi Beasiswa Pemerintah Rusia. Ia mendapatkan banyak pelajaran dari presentasi materi yang disampaikan. “Yang didapat sesuatu hal yang memang enggak cuma kita baca di online tapi kita bisa tanya langsung beberapa hal. Rusian in housenya menjelaskan ke saya dan saya sambil buka websitenya, saya baca dan ternyata ada yang saya enggak ngerti dan tinggal nanya. Baru tahu juga ternyata Rusian in house ini dia ngecover untuk biaya pelajaran bahasanya,” tambahnya.
Tak lupa juga, Tantowi Yahya memberikan apresiasi kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang telah menjadi bagian serta menjadi tuan rumah penyelenggara Pesta Beasiswa Rakyat Indonesia. “Kita memberikan apresiasi yang tinggi kepada Yayasan Buddha Tzu Chi, yang sudah memberikan fasilitas, tempat dan kemudian saya yakin dan percaya akan diikuti dengan dukungan-dukungan lainnya, sehingga misi kita untuk dapat mensosialisasikan kesempatan ini akan dapat terlaksana secara cepat dan baik,” puji Tantowi Yahya.
Selaras dengan empat misi Tzu Chi, salah satunya adalah misi pendidikan yang diamanatkan oleh Master Cheng Yen (pendiri Tzu Chi), Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia akan selalu mendukung dan berpartisipasi untuk kemajuan pendidikan anak Indonesia.
Fotografer : Fikhri Fathoni, James Yip (He Qi Barat 2),
Editor : Hadi Pranoto.