Kegiatan Internasional

Relawan dari Bohol Menunjukkan Kebaikan Hati mereka setelah Badai Odette berlalu

Pada tanggal 04 Januari, relawan Tzu Chi dari Manila dan Bohol dibagi menjadi 3 kelompok dan pergi ke daerah-daerah yang mengalami kerusakan parah akibat topan badai Odette (atau topan badai Rai).
Dua kelompok pergi dengan mobil sejauh 100 kilometer melintasi jalan setapak di daerah pegunungan untuk mencapai kota Trinidad. Satu-satunya jalan menuju kesana adalah melalui sebuah tempat wisata terkenal di Filipina, yaitu Chocolate Hills di Carmen. Sepanjang jalan menuju ke kota Trinidad, relawan Tzu Chi menyaksikan pohon-pohon yang tercabut dari akarnya, tiang listrik dan telepon bertumbangan dihantam angin kencang dari topan badai Odette. Diatas tanah, lembaran atap rumah yang bergelombang berserakan dimana-mana.

Penduduk di wilayah pemukiman La Victoria berbaris diluar sebuah gedung yang atapnya sudah terbang ditiup angin kencang dari badai Odette.
Angin kencang dari Badai Odette menerbangkan atap dari banyak rumah penduduk dan bangunan, seperti termasuk atap bangungan ini.

Dalam setiap pemberian bantuan untuk bencana, Tzu Chi selalu mengirim terlebih dahulu sebuah tim relawan ke daerah bencana. Disana, para relawan menilai situasi pasca bencana, kemudian dengan cepat mempersiapkan tempat dan memberio bantuan, dan kemudian mengidentifikasi para korban yang butuh bantuan. Informasi dari setiap calon penerima bantuan diperiksa dengan teliti sebelum mereka mendapatkan kartu distribusi bantuan, yang bisa mereka tunjukkan pada saat pemberian bantuan. Proses yang cermat ini memastikan bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. 

Para calon penerima bantuan akan mendapatkan kartu ini, yang mengijinkan mereka untuk mendapatkan distribusi bantuan.
Seorang relawan menstempel kartu distribusi bantuan.
Seorang murid sekolah Tzu Chi membantu seorang calon penerima bantuan untuk mendapatkan kartu distribusi bantuan.

Hujan sedang turun ketika relawan Tzu Chi tiba di wilayah pemukimaman La Victoria, dimana lebih dari 500 keluarga telah meunggu selama berjam-jam.
Diantara kerumunan, terlihat seorang laki-laki berusia 50-an. Dia berdiri setinggi 122 cm dan telah mengikuti relawan Tzu Chi ingin turut membantu. Dia berdiri diatas sebuah bangku mencoba menggantungkan sebuah spanduk bertuliskan “Tzu Chi peduli dengan anda – akan selalu ada bersamamu dimasa-masa sulit ini“. Melihat dia kesulitan untuk menggantungkan spanduknya, seorang penduduk yang lebih tinggi membantunya.
Kemudian, pria tersebut memberitahu relawan Tzu Chi bahwa ketika topan badai Odette mengamuk, sebuah pohon kelapa tumbang dan nyaris menimpa rumahnya. Sebatang pohon pisang dan sebatang pohon pepaya menahannya. Jika tidak, pohon kelapa itu akan menimpa langsung diatas tempat tidurnya, yang akan berakibat fatal.
Ketika relawan Tzu Chi mengunjunginya, dia sedang sendirian di rumahnya karena anggota keluarga yang lain sedang bekerja. Tersentuh dengan kebaikan hati dan perhatian dari relawan Tzu Chi, dia kemudian bergabung dengan mereka bertekad untuk membantu. 

Dua orang wanita dan anak-anak mereka berteduh dibawah sebuah payung.
Anak-anak dan remaja berteduh dibawah payung disaat relawan Tzu Chi datang.
Seorang relawan Tzu Chi memberi pengarahan kepada penduduk setempat ketika murid-murid sekolah Tzu Chi mendengarkan.

Mereka juga bertemu dengan Enrile, seorang tukang listrik. Listrik belum pulih didaerah bencana, dan banyak rumah yang perlu diperbaiki kabel listriknya. Relawan Tzu Chi bertanya, bukankah pendapatnya akan meningkat dengan banyak jaringan listrik yang harus diperbaiki ?
Ini adalah jawabannya : Orang-orang sudah tidak sanggup membayar apa apa lagi, jadi jika para tetangganya punya bahan-bahan yang diperlukan, mereka hanya perlu memanggilnya datang. Dia sendiri nyaris kehilangan nyawanya akibat badai, jadi bahwa dia bisa selamat adalah sebuah berkah yang tidak akan dia sia-siakan. Jadi dia akan membantu tetangganya gratis tanpa memunggut bayaran.
Dari penduduk lokal ini kami menemukan ini : Ketika sebuah bencana menimpa tempat-tempat yang jauh dari kota besar seperti ini, sebuah keluarga sudah sangat bersyukur menerima bantuan, walaupun bantuan itu hanya berupa  3 kg beras dan sekantong bantuan lainnya.
Adalah harapan kami dunia bisa terbebas dari bencana, tapi ketika bencana datang, dibutuhkan kebaikan hati dan bantuan dari orang-orang biasa untuk meringankan penderitaan mereka yang tertimpa bencana. Melalui bantuan dan kebaikan hati mereka lah, kita dapat membangun kembali rumah-rumah dan komuunitas yang hancur akibat bencana.

Mari bersama Yayasan Tzu Chi menolong saudara-saudara kita di Visayas untuk bangkit kembali setelah bencana mengerikan ini. Bantuan anda akan membantu mereka agar bisa mendapatkan akses ke makanan, minuman, dan kebutuhan dasar lainnya.
Mohon kirim detail tentang donasi anda dan bukti transfer ke nomor Handphone : (0967)211-0940 (yang juga merupakan akun Line/Vibe/WeChat) untuk mempermudah kami mengirimkan tanda-terima donasi anda. Terima Kasih.

Metro Bank.
Nama Rekening : Buddhist Compassion Relief Tzu Chi Foundation Philippines Inc.
Nomor Rekening : 163-3-163-07190-9

BDO
Nama Rekening : Buddhist Compassion Relief Tzu Chi Foundation Philippines Inc.
Nomor Rekening : 011-9-7800-180-0

Sumber : www.tzuchi.org.ph
Jurnalis : Winnie Uy,
Fotografer : Winnie Uy,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.