Kegiatan Internasional

Relawan Tzu Chi Merespon Insiden Kebakaran di Baseco, Manila.

Pada tanggal 24 Mei 2022, relawan Tzu Chi mengirim bantuan kepada korban kebakaran di wilayah pemukiman 649, Baseco, Manila  yang terjadi pada tanggal 19 Mei 2022 yang mengakibatkan 277 keluarga dengan total 1.021 orang anggota kehilangan tempat tinggal. 

Seorang korban selamat mencari barang yang mungkin selamat di puing-puing kebakaran.
Sisa-sisa kebakaran di wilayah pemukiman 649, Baseco, Manila.
277 keluarga dengan total 1.021 orang anggota kehilangan tempat tinggal.

Setiap keluarga menerima 10 kg beras, sembako, kompor gas, kaserol, peralatan dapur, selimut, dan alas tidur. Mereka juga mendapatkan perlengkapan kebersihan seperti masker wajah, alkohol, hand sanitizer, sabun mandi, dan sabun cuci.

Relawan Tzu Chi mempersiapkan barang-barang yang akan didistribusikan.
Relawan Tzu Chi mendistribusikan 10 kg beras, sembako, kompor gas, kaserol, peralatan dapur, selimut, dan alas tidur kepada 277 keluarga korban kebakaran.
Bantuan dari Tzu Chi untuk para korban diharapkan bisa membantu mereka untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan mereka.

“Kami melihat bagaimana Tzu Chi dengan cepat merespon dan membantu kebutuhan para korban kebakaran dan untuk itu kami sangat berterima kasih,” kata Rio Pangan, Pejabat Penanggung-jawab dari Baseco Satellite Office dari Manila Department of Social Welfare.
Selain bantuan materi, relawan juga memberikan rasa simpati kepada para korban dan mencoba membangkitkan semangat mereka. Mereka menampilkan pertunjukkan lagu “One Family” dan memimpin mereka dalam doa Tzu Chi. 

Relawan menyanyikan lagu "One Family" sebagai tanda simpati kepada para korban kebakaran.
Relawan memimpin para korban kebakaran dalam doa Tzu Chi untuk menenangkan hati dan pikiran mereka.

Merasa terhibur, Elizabeth Tagalog tidak bisa menahan tangis. “Saya berdoa agar kita semua bisa memulai kembali. Saya berharap kami semua memiliki tubuh yang sehat dan kami bisa bertahan hidup,” kata Elizabeth, seorang janda berusia 72 tahun.
Setelah kehilangan suaminya delapan bulan yang lalu, dia merasa hancur harus berduka lagi atas kehilangan yang lain – kali ini, rumahnya. “Saya merasa sedih. Saya belum sepenuhnya pulih dari kehilangan suami saya, dan sekarang ini terjadi,” tangisnya. Tetapi entah bagaimana cinta kasih Tzu Chi memberinya rasa lega dan secercah harapan, yang sangat dia syukuri.
Elizabeth memperoleh 100 Peso Filipina sehari dari pekerjaanya mengupas sekarung bawang putih di pasar, sementara putranya memperoleh 450 Peso Filipina sebagai pekerja bangunan, hanya bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari untuk bertahan hidup. Akan sulit bagi mereka untuk membangun kembali; jadi, barang-barang bantuan dari Tzu Chi sangat membantu mereka. “Saya merasa bahagia. Terima kasih banyak,” katanya.

Merasa terhibur, Elizabeth Tagalog tidak bisa menahan tangis. "Saya berdoa agar kita semua bisa memulai kembali. Saya berharap kami semua memiliki tubuh yang sehat dan kami bisa bertahan hidup," kata Elizabeth, seorang janda berusia 72 tahun.
Elizabeth, yang memperoleh 100 Peso Filipina sehari dari pekerjaanya mengupas sekarung bawang putih di pasar, menerima sebuah tikar diantara barang-barang bantuan lain untuk membantunya memulai kembali.
Tersentuh oleh kebaikan hati para relawan, Elizabeth mendonasikan sedikti uangnya ke celengan Tzu Chi.
"Saya merasa sedih. Saya belum sepenuhnya pulih dari kehilangan suami saya, dan sekarang ini terjadi," tangisnya.Tetapi entah bagaimana cinta kasih Tzu Chi memberinya rasa lega dan secercah harapan, yang sangat dia syukuri. "Saya merasa bahagia. Terima kasih banyak," katanya.

Yang tak kalah bersyukur adalah Rosalie Banjao, seorang ibu berusia 35 tahun dengan 6 orang anak dan istri seorang pekerja bangunan dengan penghasilan minimum. “Satu-satunya yang terpikir oleh saya pada saat itu adalah menyelamatkan anak-anak saya,” kenangnya tentang kejadian kebakaran tersebut. “Suami saya menyuruh saya segera keluar dari rumah dengan anak-anak. Mereka yang paling penting untuk kami.”
Trauma kehilangan rumahnya masih segar bagi Rosalie. “Saya tidak pernah menyangka hal seperti ini bisa terjadi kepada saya. Saya telah menghapus semua foto-foto kebakaran dari telepon gengam saya karena setiap kali saya melihat kembali foto-foto tersebut, saya pasti menangis. Saya tidak bisa makan dan tidur,” tangisnya. Tetapi sekarang dia merasa terhibur saat melihat relawan Tzu Chi.
“Saya merasa lega,” katanya. “Beras ini dan semua yang anda berikan sangat membantu. Kami bisa pulih dan memulai kembali. Terima kasih banyak Yayasan Tzu Chi telah mendatangi kami.”

"Satu-satunya yang terpikir oleh saya pada saat itu adalah menyelamatkan anak-anak saya," kenang Rosalie Banjao, ibu enam orang anak dan istri seorang pekerja bangunan. "Suami saya menyuruh saya segera keluar dari rumah dengan anak-anak. Mereka yang paling penting untuk kami."
"Saya merasa lega," katanya. "Beras ini dan semua yang anda berikan sangat membantu. Kami bisa pulih dan memulai kembali. Terima kasih banyak Yayasan Tzu Chi telah mendatangi kami."
Jurnalis : Ben Baquilod,
Fotografer : Jeaneal Dando,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.