Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Banyumas: Tzu Chi Memulai Proses Survei Tahap II di Purwojati
Udara pagi di Desa Purwojati, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, terasa sejuk dengan kabut tipis yang masih menggantung di antara hamparan sawah. Suasana semakin terasa tenang sesaat melintasi jembatan Sungai Serayu yang lebar dan panjang, membelah Kabupaten Banyumas.
Beberapa orang relawan kembang Tzu Chi dari Vihara Dharma Manggala tampak sudah berkumpul di Balai Desa Purwojati, mereka datang dengan sepeda motor. Aryan dan Mikhael, tim dari Tzu Chi memberikan arahan kepada relawan kembang saat melakukan survei rumah.
“Nanti ketika kita survei kita jelaskan dulu maksud kedatangan kita, tentu dengan wajah senyum ramah ya. Lalu relawan kita bagi tugas aja ada yang wawancara pemilik rumah dan ada yang memfoto kondisi rumah dari luar dan dalam rumah, trus langsung kirim di google drive,” jelas Aryan dengan senyum semangat.
Beberapa orang relawan kembang Tzu Chi dari Vihara Dharma Manggala tampak sudah berkumpul di Balai Desa Purwojati, mereka datang dengan sepeda motor. Aryan dan Mikhael, tim dari Tzu Chi memberikan arahan kepada relawan kembang saat melakukan survei rumah.
“Nanti ketika kita survei kita jelaskan dulu maksud kedatangan kita, tentu dengan wajah senyum ramah ya. Lalu relawan kita bagi tugas aja ada yang wawancara pemilik rumah dan ada yang memfoto kondisi rumah dari luar dan dalam rumah, trus langsung kirim di google drive,” jelas Aryan dengan senyum semangat.
Para relawan dibagi dalam enam grup, setiap grup terdiri dari empat sampai lima orang. Dengan menggunakan sepeda motor, mereka menyusuri jalan berbatu, bertanah, dan menanjak. Rute seperti itu lah yang harus mereka tempuh untuk menjangkau rumah-rumah warga di pelosok desa.
Hari itu, para relawan kembang Tzu Chi melakukan survei langsung ke rumah-rumah warga yang dikategorikan tidak layak huni di Desa Purwojati dan Desa Karangnangka. Didampingi oleh Bapak Wahyono dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Banyumas, kepala desa, dan ketua RT setempat.
Para relawan berkeliling menelusuri jalan-jalan kampung, melintasi area persawahan, perkebunan dan perbukitan untuk memastikan kondisi rumah dan kehidupan warga secara langsung.
“Tujuan survei ini untuk melihat sendiri kondisi rumah warga yang akan diajukan dalam program renovasi rumah tidak layak huni,” ujar Wahyono sambil menuju rumah yang berdinding bambu.
Hari itu, para relawan kembang Tzu Chi melakukan survei langsung ke rumah-rumah warga yang dikategorikan tidak layak huni di Desa Purwojati dan Desa Karangnangka. Didampingi oleh Bapak Wahyono dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Banyumas, kepala desa, dan ketua RT setempat.
Para relawan berkeliling menelusuri jalan-jalan kampung, melintasi area persawahan, perkebunan dan perbukitan untuk memastikan kondisi rumah dan kehidupan warga secara langsung.
“Tujuan survei ini untuk melihat sendiri kondisi rumah warga yang akan diajukan dalam program renovasi rumah tidak layak huni,” ujar Wahyono sambil menuju rumah yang berdinding bambu.
Menjangkau Mereka yang Sulit Terjangkau
Tidak mudah menuju lokasi-lokasi rumah yang masuk dalam program renovasi rumah. Jalan yang menanjak, becek usai hujan membuat beberapa relawan harus hati-hati mengendarai motor agar bisa terus melaju. Namun, semangat mereka tak surut sedikit pun. Setiap peluh yang menetes seolah terbayar ketika mereka tiba di rumah-rumah sederhana milik warga yang penuh harap.
Beberapa rumah yang disurvei tampak sudah tua dan rapuh. Dindingnya terbuat dari papan kayu dan gedeg anyaman bambu, sinar matahari beberapa dapat menerobos masuk di banyak titik ruangan, dan lantainya masih berupa tanah.
Beberapa rumah yang disurvei tampak sudah tua dan rapuh. Dindingnya terbuat dari papan kayu dan gedeg anyaman bambu, sinar matahari beberapa dapat menerobos masuk di banyak titik ruangan, dan lantainya masih berupa tanah.
Di dalam rumah, cahaya matahari hanya sedikit masuk dari celah-celah bambu. “Kami ingin memastikan bantuan tepat sasaran, kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” Ucap Gancang koordinator relawan kembang dari Wihara Dharma Manggala. Relawan kembang lainnya sedang mencatat data-data sambil berbincang dengan pemilik rumah.
Kehadiran kepala desa dan ketua RT setempat menjadi bentuk sinergi antara pemerintah desa dan relawan Tzu Chi. Kepala Desa Tunjung Kec. Jatilawang mengaku bangga dengan semangat para relawan yang tanpa ragu turun langsung ke lapangan, bahkan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Kehadiran kepala desa dan ketua RT setempat menjadi bentuk sinergi antara pemerintah desa dan relawan Tzu Chi. Kepala Desa Tunjung Kec. Jatilawang mengaku bangga dengan semangat para relawan yang tanpa ragu turun langsung ke lapangan, bahkan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Kecil Langkahnya, Besar Maknanya
Dengan motor para relawan kembang Tzu Chi menyusuri jalan berbukit, kebun, dan persawahan menjadi bentuk nyata dari cinta kasih dan kepedulian. Mereka percaya, kegiatan ini menjadi pelatihan diri bagi relawan sendiri untuk melihat, mendengar, dan hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Setiap catatan, setiap foto-foto, dan setiap percakapan yang dilakukan relawan kembang akan menjadi dasar bagi langkah berikutnya untuk proses verifikasi dan perencanaan renovasi rumah. Bagi para relawan kembang, kegiatan ini bukan sekadar survei, tapi panggilan hati untuk menebar welas asih tanpa batas.
Menjelang sore, setelah menempuh perjalanan panjang menyusuri jalan desa, para relawan berkumpul kembali di kantor Balai Desa Purwojati. Staf Balai desa telah menyiapkan panganan tempe mendoan, combro, dan suguhan teh hangat. Angin berhembus lembut, menyapu wajah-wajah relawan kembang yang lelah namun dengan wajah bahagia. Bagi para relawan kembang Tzu Chi, setiap rumah yang diperbaiki bukan hanya lantai, dinding, dan atap yang berdiri kembali, melainkan rasa aman, nyaman, dan sehat untuk penghuni rumah.
Jurnalis : Anand Yahya,
Fotografer : Anand Yahya, Fikhri Fathoni,
Editor : Metta Wulandari.
Menjelang sore, setelah menempuh perjalanan panjang menyusuri jalan desa, para relawan berkumpul kembali di kantor Balai Desa Purwojati. Staf Balai desa telah menyiapkan panganan tempe mendoan, combro, dan suguhan teh hangat. Angin berhembus lembut, menyapu wajah-wajah relawan kembang yang lelah namun dengan wajah bahagia. Bagi para relawan kembang Tzu Chi, setiap rumah yang diperbaiki bukan hanya lantai, dinding, dan atap yang berdiri kembali, melainkan rasa aman, nyaman, dan sehat untuk penghuni rumah.
Jurnalis : Anand Yahya,
Fotografer : Anand Yahya, Fikhri Fathoni,
Editor : Metta Wulandari.