Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bogor: Menyusuri Gang Sempit, Menjemput Harapan Warga Babakan Pasar
Senyum harapan tampak di wajah warga Kampung Pulo dan Kampung Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah. Harapan itu muncul ketika 35 relawan Relawan Tzu Chi komunitas Jakarta Barat 3 (Xie Li Bogor) datang ke Kantor Kelurahan Babakan Pasar untuk melakukan survei rumah-rumah warga yang tidak layak huni pada hari Kamis, 5 Februari 2026.
Rencananya, sebanyak 60 unit rumah di Kampung Pulo dan Kampung Geulis di wilayah Kelurahan Babakan Pasar menjadi sasaran survei program renovasi rumah dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Setelah berkoordinasi, para relawan dibagi ke dalam 12 kelompok. Didampingi pihak kelurahan, Dinas Perumahan Kota Bogor, serta ketua RT setempat, para relawan menyusuri gang-gang sempit yang memisahkan RT satu dengan lainnya. Setiap kelompok ditemani ketua RT agar lebih mudah mengenali lokasi serta warganya.
“Kalau Hujan, Lantai Selalu Basah”
Maharani, warga Kampung Geulis yang menjadi salah satu calon penerima program, mengungkapkan kunjungan relawan Tzu Chi terasa seperti harapan yang selama ini dinantikan. Rumah peninggalan orang tuanya (Murni) sudah lama tak pernah direnovasi sejak tahun 1980-an. Atapnya bocor, dinding mengelupas, dan lantai sering becek ketika hujan turun.
“Kalau hujan, atap di atas pada bocor, lantai basah. Plafon sudah pada keropos. Saya waktu dengar ada program renovasi rumah dari Tzu Chi, saya sekeluarga senang sekali. Saya disuruh lengkapi berkas kepemilikan rumah, dan langsung saya serahkan ke Pak RT. Kalau ada yang mau bantu memperbaiki, tentu saya sangat setuju,” ujar Maharani yang sehari-hari berjualan kue.
Maharani, warga Kampung Geulis yang menjadi salah satu calon penerima program, mengungkapkan kunjungan relawan Tzu Chi terasa seperti harapan yang selama ini dinantikan. Rumah peninggalan orang tuanya (Murni) sudah lama tak pernah direnovasi sejak tahun 1980-an. Atapnya bocor, dinding mengelupas, dan lantai sering becek ketika hujan turun.
“Kalau hujan, atap di atas pada bocor, lantai basah. Plafon sudah pada keropos. Saya waktu dengar ada program renovasi rumah dari Tzu Chi, saya sekeluarga senang sekali. Saya disuruh lengkapi berkas kepemilikan rumah, dan langsung saya serahkan ke Pak RT. Kalau ada yang mau bantu memperbaiki, tentu saya sangat setuju,” ujar Maharani yang sehari-hari berjualan kue.
Bagi keluarga Maharani yang terdiri dari tujuh anggota keluarga (ibu, anak, menantu, dan tiga cucu) rumah itu bukan sekadar tempat tinggal. Di sanalah mereka tumbuh dan menyimpan banyak kenangan. Namun kini, lebih dari sekadar nostalgia, mereka berharap rumah itu kembali menjadi tempat tinggal yang aman dan layak.
Rumah Tanpa Kamar Mandi
Relawan Xie Li Bogor, Dewi Margaretha, bersama Lie Ay Ling dan Christiani mendapat tugas untuk mensurvei empat rumah di RW 04, termasuk rumah Maharani. Menurut Dewi, kondisi rumah tersebut memang memprihatinkan.
“Menurut saya rumah Maharani ini layak direnovasi. Tidak ada kamar mandi dan toilet. Dapur, kamar tidur, dan ruang tamu jadi satu. Atapnya banyak yang bocor, plafon rusak dan keropos. Sangat membahayakan anggota keluarga karena bisa tertimpa. Artinya, tidak layak untuk dihuni,” jelas Dewi.
Relawan Xie Li Bogor, Dewi Margaretha, bersama Lie Ay Ling dan Christiani mendapat tugas untuk mensurvei empat rumah di RW 04, termasuk rumah Maharani. Menurut Dewi, kondisi rumah tersebut memang memprihatinkan.
“Menurut saya rumah Maharani ini layak direnovasi. Tidak ada kamar mandi dan toilet. Dapur, kamar tidur, dan ruang tamu jadi satu. Atapnya banyak yang bocor, plafon rusak dan keropos. Sangat membahayakan anggota keluarga karena bisa tertimpa. Artinya, tidak layak untuk dihuni,” jelas Dewi.
Dewi juga menekankan pentingnya kesadaran warga untuk menjaga rumah jika nantinya disetujui untuk direnovasi. “Kami sampaikan kepada pemilik rumah, kalau nanti disetujui direnovasi, rumah ini dijaga dengan baik agar nyaman untuk seluruh keluarga. Anak-anak bisa tinggal lebih sehat dan nyaman, hidup lebih tenang,” tutur Dewi penuh semangat.
Lebih dari sekadar survei, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi relawan untuk melihat langsung kehidupan warga yang tinggal dalam kondisi rumah yang tidak layak.
“Kalau kita tidak turun ke lapangan, kita tidak bisa melihat bagaimana penderitaan orang yang rumahnya tidak layak. Ada yang susah sekali, ada yang masih bisa bertahan. Dari sini kita belajar bersyukur dan bisa memberi manfaat untuk orang lain,” tambah Dewi dengan haru.
Lebih dari sekadar survei, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi relawan untuk melihat langsung kehidupan warga yang tinggal dalam kondisi rumah yang tidak layak.
“Kalau kita tidak turun ke lapangan, kita tidak bisa melihat bagaimana penderitaan orang yang rumahnya tidak layak. Ada yang susah sekali, ada yang masih bisa bertahan. Dari sini kita belajar bersyukur dan bisa memberi manfaat untuk orang lain,” tambah Dewi dengan haru.
Hampir Terbakar Karena Korsleting
Harapan serupa juga diutarakan Suratmi, warga Kampung Pulo, RT 05/04. Rumah yang ia tempati juga merupakan peninggalan orang tuanya. Suratmi bekerja sebagai pembantu masak di sebuah warung makan, sedangkan suaminya bekerja sebagai buruh harian di terminal dengan penghasilan yang tidak menentu.
Kondisi rumah Suratmi pun memprihatinkan. Banyak bagian atap bocor, tiang-tiang penyangga atap keropos, bahkan beberapa minggu sebelumnya rumahnya hampir terbakar akibat korsleting listrik. “Iya, Pak, kemarin hampir saja kebakaran rumah saya. Kabel dekat meteran listrik sudah berasap. Untung tetangga cepat matiin sikring. Saya sendirian di rumah, suami lagi kerja di luar,” ungkap Suratmi.
Harapan serupa juga diutarakan Suratmi, warga Kampung Pulo, RT 05/04. Rumah yang ia tempati juga merupakan peninggalan orang tuanya. Suratmi bekerja sebagai pembantu masak di sebuah warung makan, sedangkan suaminya bekerja sebagai buruh harian di terminal dengan penghasilan yang tidak menentu.
Kondisi rumah Suratmi pun memprihatinkan. Banyak bagian atap bocor, tiang-tiang penyangga atap keropos, bahkan beberapa minggu sebelumnya rumahnya hampir terbakar akibat korsleting listrik. “Iya, Pak, kemarin hampir saja kebakaran rumah saya. Kabel dekat meteran listrik sudah berasap. Untung tetangga cepat matiin sikring. Saya sendirian di rumah, suami lagi kerja di luar,” ungkap Suratmi.
Budiman, relawan dari Jakarta yang turut ikut survei rumah Suratmi, juga melakukan verifikasi data sekaligus melihat langsung kondisi rumah. “Ibu, kalau nanti rumah ibu lolos dan direnovasi, apakah ibu bersedia pindah sementara ke rumah saudara atau kontrakan?” tanya Budiman.
“Ya, siap Pak. Nanti saya pindah sementara di rumah saudara saya,” jawab Suratmi dengan wajah penuh harap.
“Ya, siap Pak. Nanti saya pindah sementara di rumah saudara saya,” jawab Suratmi dengan wajah penuh harap.
Dukungan Penuh dari Kelurahan
Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni ini mendapat dukungan penuh dari Lurah Babakan Pasar, Yudha Adi Manggala. “Saya ingin mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi dan seluruh keluarga besar Buddha Tzu Chi atas bantuan yang sudah diberikan kepada warga kami. Saya berharap calon penerima bantuan ini, ketika memang lulus verifikasi, dapat memanfaatkan rumah dengan sebaik-baiknya dan menjaga kebersihan rumah serta lingkungannya. Kami tegaskan, kami mendukung program ini dan pihak kelurahan tidak akan ada intervensi apa pun,” jelas Yudha.
Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni ini mendapat dukungan penuh dari Lurah Babakan Pasar, Yudha Adi Manggala. “Saya ingin mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi dan seluruh keluarga besar Buddha Tzu Chi atas bantuan yang sudah diberikan kepada warga kami. Saya berharap calon penerima bantuan ini, ketika memang lulus verifikasi, dapat memanfaatkan rumah dengan sebaik-baiknya dan menjaga kebersihan rumah serta lingkungannya. Kami tegaskan, kami mendukung program ini dan pihak kelurahan tidak akan ada intervensi apa pun,” jelas Yudha.
Pihak Kelurahan Babakan Pasar tidak hanya menyediakan aula untuk pertemuan relawan dan warga, tetapi juga mendampingi relawan Tzu Chi selama survei berlangsung. Sinergi antara staf Kelurahan Babakan Pasar, Dinas Perumahan Kota Bogor, dan relawan Tzu Chi Bogor menjadi fondasi kuat untuk menghadirkan perubahan yang lebih layak bagi warga Babakan Pasar, Bogor Tengah.
Dari permukiman padat Kampung Pulo dan Kampung Geulis segera tumbuh harapan baru. Harapan agar rumah-rumah dengan dinding retak dan atap bocor bisa segera berganti menjadi rumah yang layak tempat berteduh, bercengkerama, dan membangun masa depan generasi yang lebih baik.
Jurnalis : Anand Yahya,
Fotografer : Anand yahya, dok. Xie Li Bogor.
Dari permukiman padat Kampung Pulo dan Kampung Geulis segera tumbuh harapan baru. Harapan agar rumah-rumah dengan dinding retak dan atap bocor bisa segera berganti menjadi rumah yang layak tempat berteduh, bercengkerama, dan membangun masa depan generasi yang lebih baik.
Jurnalis : Anand Yahya,
Fotografer : Anand yahya, dok. Xie Li Bogor.