Rentetan Jalinan Cinta Kasih Lewat Sekantong Darah
Kegiatan donor darah rutin, diinisiasi oleh Tzu Chi Surabaya sejak tahun lalu. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para relawan untuk menebar berkah dan berbuat baik bagi sesama. Secara rutin, setiap tiga bulan sekali, komunitas Xie Li di Tzu Chi Surabaya mengadakan kegiatan donor darah yang selalu mendapat dukungan hangat dari PMI Surabaya. Seperti pada hari Minggu, 19 April 2025, giliran komunitas Xie Li Barat yang sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut. Acara berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di Club House Colloseum, kawasan Wisata Bukit Mas 1, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat sekitar.
Dalam pelaksanaan donor darah ini, sebanyak sembilan relawan Tzu Chi Surabaya berkolaborasi dengan tujuh anggota Palang Merah Indonesia (PMI) yang langsung menangani proses pengambilan darah. Total 57 orang mendaftarkan diri sebagai pendonor. Dari jumlah tersebut, 40 orang berhasil mendonorkan darahnya, sementara 16 orang tidak lolos karena alasan medis, dan satu orang tidak memenuhi syarat karena berasal dari luar domisili serta tidak membawa kartu donor.
Dalam pelaksanaan donor darah ini, sebanyak sembilan relawan Tzu Chi Surabaya berkolaborasi dengan tujuh anggota Palang Merah Indonesia (PMI) yang langsung menangani proses pengambilan darah. Total 57 orang mendaftarkan diri sebagai pendonor. Dari jumlah tersebut, 40 orang berhasil mendonorkan darahnya, sementara 16 orang tidak lolos karena alasan medis, dan satu orang tidak memenuhi syarat karena berasal dari luar domisili serta tidak membawa kartu donor.
Kegiatan ini dipimpin oleh Supini yang berperan sebagai PIC sekaligus penanggung jawab logistik. Penataan area acara dikoordinasikan oleh Sartono, sedangkan alur kegiatan dikendalikan oleh Painin. Untuk bagian absensi, Yuliani mengambil peran, sementara Jenny Yang bertugas sebagai tim pelayanan. Rosa hadir sebagai pemerhati acara, dan Ida Sabrina mengatur pembagian kalung nomor peserta. Edy S. menjadi penghubung antara panitia dan pihak PMI, sedangkan Joshepine dan Yoga berperan sebagai tim dokumentasi.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Para pendonor, baik yang baru pertama kali maupun yang sudah beberapa kali berdonor bersama Tzu Chi Surabaya, menunjukkan antusiasme yang tinggi. “Kegiatannya berjalan lancar. Ada beberapa pendonor yang sejak pertama kali datang hingga sekarang masih rutin ikut berpartisipasi. Kami menganggap para pendonor seperti saudara sendiri. Relawan pun melayani dengan penuh cinta kasih, sehingga para pendonor bisa merasa lebih nyaman dan rileks sebelum mendonorkan darahnya,” ungkap Supini.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Para pendonor, baik yang baru pertama kali maupun yang sudah beberapa kali berdonor bersama Tzu Chi Surabaya, menunjukkan antusiasme yang tinggi. “Kegiatannya berjalan lancar. Ada beberapa pendonor yang sejak pertama kali datang hingga sekarang masih rutin ikut berpartisipasi. Kami menganggap para pendonor seperti saudara sendiri. Relawan pun melayani dengan penuh cinta kasih, sehingga para pendonor bisa merasa lebih nyaman dan rileks sebelum mendonorkan darahnya,” ungkap Supini.
Salah satu pendonor, FX Yanuar, bahkan menjadi yang pertama hadir, tepat pukul 08.30 pagi. Ia mengungkapkan bahwa kebiasaannya berdonor sudah dimulai sejak duduk di bangku SMA. Hingga kini, ia telah menyumbangkan darah sebanyak 120 kali. “Saya rutin berolahraga dan cukup konsumsi air mineral saja,” ujarnya. FX Yanuar mengetahui informasi tentang kegiatan ini dari spanduk yang terpasang di pintu gerbang Wisata Bukit Mas 1, Surabaya. Ia pun menambahkan, “Saya harap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan. Tidak hanya bakti sosial, donor darah juga penting, baik untuk masyarakat maupun untuk kesehatan diri kita sendiri.”
Tzu Chi Surabaya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak Wisata Bukit Mas atas dukungan yang tak henti-hentinya, khususnya dalam menyediakan tempat bagi kegiatan Donor Darah Rutin yang diselenggarakan oleh Xie Li Barat. Berkat kebaikan ini, para relawan dapat terus menjaring berkah melalui kantong darah yang disumbangkan dengan penuh ketulusan.
Sebagaimana yang diajarkan oleh Master Cheng Yen, “Dengan berpandangan bahwa berbuat kebajikan adalah sebuah kewajiban, bersumbangsih tanpa pamrih, tidak melekat pada pikiran bahwa ‘perbuatan baik pasti akan dibalas dengan kebaikan’, maka batin pun akan menjadi tenang, bebas dari beban.”
Jurnalis : Ida Sabrina, Diyang Yoga W. (Tzu Chi Surabaya),
Fotografer : Diyang Yoga W., Joshepine (Tzu Chi Surabaya),
Editor : Metta Wulandari.
Sebagaimana yang diajarkan oleh Master Cheng Yen, “Dengan berpandangan bahwa berbuat kebajikan adalah sebuah kewajiban, bersumbangsih tanpa pamrih, tidak melekat pada pikiran bahwa ‘perbuatan baik pasti akan dibalas dengan kebaikan’, maka batin pun akan menjadi tenang, bebas dari beban.”
Jurnalis : Ida Sabrina, Diyang Yoga W. (Tzu Chi Surabaya),
Fotografer : Diyang Yoga W., Joshepine (Tzu Chi Surabaya),
Editor : Metta Wulandari.