Saling Memuji dan Mendukung Pencapaian Bersama dalam Training Relawan Abu Putih 3 He Qi Jakarta Barat 1
Langkah kaki para peserta dan senyum hangat relawan memenuhi lantai 2 Tzu Chi Center pada hari Minggu, 24 Mei 2026. Sejak pagi hari, suasana kebersamaan sudah terasa dalam Training Relawan Abu Putih 3 Komunitas He Qi Jakarta Barat 1. Sebanyak 62 peserta mengikuti pelatihan di Fu Hui Hall dengan didampingi 74 relawan panitia.
Peserta yang hadir dibimbing oleh mentor di setiap kelompok sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib hingga pukul 16.00 WIB. Acara dipandu oleh Rina dengan mengajak peserta untuk memberikan penghormatan kepada Buddha dan Master Cheng Yen, menyanyikan Mars Tzu Chi, serta pembacaan 10 Sila Tzu Chi sebagai pedoman relawan dalam menapaki jalan kebajikan.
Peserta yang hadir dibimbing oleh mentor di setiap kelompok sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib hingga pukul 16.00 WIB. Acara dipandu oleh Rina dengan mengajak peserta untuk memberikan penghormatan kepada Buddha dan Master Cheng Yen, menyanyikan Mars Tzu Chi, serta pembacaan 10 Sila Tzu Chi sebagai pedoman relawan dalam menapaki jalan kebajikan.
Menggalang Hati, Menjalin Jodoh Baik
Sesi talkshow “Galang Hati, Galang Dana” dipandu oleh Meidiana bersama tiga narasumber, yaitu Nelly, Surya Kheng, dan Aya. Melalui sesi ini, peserta memahami bahwa penggalangan dana sekaligus menjalin relasi dan menumbuhkan cinta kasih adalah inti kontribusi relawan.
Nelly membagikan kisah seorang donatur bernama Pak Edi yang tetap berdonasi meski usahanya sempat mengalami kesulitan. Dari usaha pulsa hingga beralih ke laundry, beliau tidak pernah berhenti berbuat baik. Ketulusan tersebut akhirnya berbuah manis ketika kedua anaknya berhasil memperoleh beasiswa pendidikan di Taiwan.
Surya Kheng menjelaskan pentingnya membangun jodoh baik mulai dari keluarga, teman, hingga rekan kerja. Sementara itu, Aya menambahkan bahwa pendekatan yang tulus dan hubungan yang hangat menjadi kunci dalam menyentuh hati masyarakat.
Nelly membagikan kisah seorang donatur bernama Pak Edi yang tetap berdonasi meski usahanya sempat mengalami kesulitan. Dari usaha pulsa hingga beralih ke laundry, beliau tidak pernah berhenti berbuat baik. Ketulusan tersebut akhirnya berbuah manis ketika kedua anaknya berhasil memperoleh beasiswa pendidikan di Taiwan.
Surya Kheng menjelaskan pentingnya membangun jodoh baik mulai dari keluarga, teman, hingga rekan kerja. Sementara itu, Aya menambahkan bahwa pendekatan yang tulus dan hubungan yang hangat menjadi kunci dalam menyentuh hati masyarakat.
Meneladani Misi Kesehatan
Materi berikutnya disampaikan oleh Suriadi mengenai Misi Kesehatan Tzu Chi. Peserta diajak mengenal awal mula misi kesehatan yang lahir dari welas asih Master Cheng Yen terhadap masyarakat yang kesulitan memperoleh layanan kesehatan.
Dari kepedulian tersebut, Tzu Chi terus mengembangkan pelayanan kesehatan, mulai dari bakti sosial medis, pembinaan relawan kesehatan, hingga pembangunan rumah sakit Tzu Chi. Suriadi menjelaskan bahwa rumah sakit Tzu Chi berprinsip tidak mencari keuntungan, tidak mewajibkan uang deposit, serta memberikan subsidi bagi pasien kurang mampu. Saat ini terdapat enam rumah sakit Tzu Chi di Taiwan dan dua rumah sakit Tzu Chi di Indonesia.
Dari kepedulian tersebut, Tzu Chi terus mengembangkan pelayanan kesehatan, mulai dari bakti sosial medis, pembinaan relawan kesehatan, hingga pembangunan rumah sakit Tzu Chi. Suriadi menjelaskan bahwa rumah sakit Tzu Chi berprinsip tidak mencari keuntungan, tidak mewajibkan uang deposit, serta memberikan subsidi bagi pasien kurang mampu. Saat ini terdapat enam rumah sakit Tzu Chi di Taiwan dan dua rumah sakit Tzu Chi di Indonesia.
Mempraktikkan Budaya Humanis
Materi Budaya Humanis dibawakan oleh Irawati Muljadi yang mengajak peserta memahami tata krama relawan, baik saat berkegiatan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Irawati menjelaskan empat sikap tata krama, yaitu berjalan seperti angin, berdiri seperti pohon cemara, duduk seperti lonceng, dan berbaring seperti busur. Peserta juga diajak menjaga kerapian penampilan, etika makan, serta sikap yang mencerminkan nilai humanis Tzu Chi dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat dalam Isyarat Tangan
Setelah makan siang, suasana kembali hidup melalui sesi isyarat tangan Shou Yi dengan lagu “Cai Se De Chi Bang” atau “Sayap Berwarna”. Gerakan yang dibawakan para relawan menggambarkan semangat untuk terus melangkah tanpa mengeluh dan tidak takut menghadapi kesulitan.
Melalui lagu ini, peserta diajak memahami bahwa sejauh apa pun perjalanan yang ditempuh, setiap insan perlu tetap menjaga semangat dan ketulusan dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Melalui lagu ini, peserta diajak memahami bahwa sejauh apa pun perjalanan yang ditempuh, setiap insan perlu tetap menjaga semangat dan ketulusan dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Menyusuri Jejak Jing Si
Kegiatan dilanjutkan dengan Jing Si Tour. Peserta diajak berkeliling mengenal sejarah dan nilai-nilai Tzu Chi melalui berbagai pos di Tzu Chi Center, mulai dari sejarah Tzu Chi, misi amal, kesehatan, pendidikan, budaya humanis, pelestarian lingkungan, hingga replika rumah Master Cheng Yen. Melalui penjelasan tour guide di setiap pos, peserta dapat memahami perjalanan Tzu Chi dan semangat welas asih yang terus diwariskan hingga saat ini.
Pesan Cinta Kasih yang Menguatkan Tekad
Menjelang akhir acara, Surya Kheng menyampaikan pesan cinta kasih yang mengajak seluruh relawan terus berjalan bersama dalam menebarkan kebajikan. “Dalam 60 tahun ke depan, mari kita bersama-sama melakukan kebajikan, sehingga ada cerita dan jejak kita dalam sejarah perjalanan Tzu Chi,” ujar Surya Kheng. Pesan tersebut selaras dengan tema pelatihan, “Saling Memuji dan Mendukung Pencapaian Bersama”, yang mengingatkan pentingnya saling mendukung dalam menapaki jalan kebajikan.
Kesan Bahagia dari Peserta Baru
Dini, peserta yang baru pertama kali mengikuti Training Relawan Abu Putih 3, mengaku bersyukur karena mendapatkan banyak pembelajaran dan merasakan hangatnya suasana kekeluargaan selama kegiatan berlangsung.
“Banyak hal baru yang saya pelajari hari ini. Saya juga merasa sangat hangat karena semua relawan saling peduli dan mendukung satu sama lain,” ujar Dini dengan sukacita. Kebahagiaan Dini semakin lengkap karena hari itu juga menjadi momen ulang tahunnya yang dirayakan bersama peserta dan panitia dengan penuh sukacita.
“Banyak hal baru yang saya pelajari hari ini. Saya juga merasa sangat hangat karena semua relawan saling peduli dan mendukung satu sama lain,” ujar Dini dengan sukacita. Kebahagiaan Dini semakin lengkap karena hari itu juga menjadi momen ulang tahunnya yang dirayakan bersama peserta dan panitia dengan penuh sukacita.
Merlin Lukman, koordinator kegiatan, menyampaikan bahwa dirinya sempat merasa gugup karena ini merupakan pengalaman pertamanya menjadi PIC Training Abu Putih. Namun, berkat dukungan para relawan senior dan seluruh panitia, kegiatan dapat berjalan dengan lancar. “Semoga melalui Training Abu Putih 3 ini, para relawan dapat terus melangkah di jalan Tzu Chi, membawa kehangatan, welas asih, dan manfaat bagi lebih banyak orang,” ujar Merlin Lukman.
Sebagai penutup, peserta kembali diajak merenungkan pesan cinta kasih dari Master Cheng Yen, “Melihat orang lain berbuat baik, kita harus ikut bersukacita dan memberikan pujian dengan tulus.”
Melalui semangat saling mendukung dan saling menghargai, para relawan diharapkan terus melangkah bersama dalam menebarkan cinta kasih dan membawa manfaat bagi sesama.
Jurnalis : Suyanti, Nadia, Yennie (He Qi Jakarta Barat 1),
Fotografer : Merry Lie, Rachmat sudarmanto, Bobby, Jenny Tandika (He Qi Jakarta Barat 1),
Editor : Anand Yahya.
Sebagai penutup, peserta kembali diajak merenungkan pesan cinta kasih dari Master Cheng Yen, “Melihat orang lain berbuat baik, kita harus ikut bersukacita dan memberikan pujian dengan tulus.”
Melalui semangat saling mendukung dan saling menghargai, para relawan diharapkan terus melangkah bersama dalam menebarkan cinta kasih dan membawa manfaat bagi sesama.
Jurnalis : Suyanti, Nadia, Yennie (He Qi Jakarta Barat 1),
Fotografer : Merry Lie, Rachmat sudarmanto, Bobby, Jenny Tandika (He Qi Jakarta Barat 1),
Editor : Anand Yahya.