Sampaikan Cinta Kasih saat Banjir Malaysia
“Kami adalah relawan Tzu Chi. Apakah anda membutuhkan makanan ?” Relawan Tzu Chi berdiri ditengah hujan di luar pagar rumah penduduk yang tertimpa bencana banjir di Malaysia.
“Terima kasih banyak. Kami kelaparan saat ini. Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Saya tidak bisa keluar. Saya biasanya menggunakan kompor induksi untuk memasak, tapi saat ini saya tidak berani mencolokkannya ke listrik.” jawab seorang ibu rumah tangga yang bersyukur ketika menerima sekotak makanan hangat.
Hujan deras di Malaysia menyebabkan banjir di berbagai daerah. Klang adalah salah satu wilayah yang mengalami kerusakan parah. Banyak rumah penduduk disana yang tenggelam dalam banjir, jadi relawan Tzu Chi di Kuala Lumpur dan Cylinder Chapters segera dikerahkan. Mereka segera melakukan survey lokasi dan menyiapkan makanan hangat dan obat-obatan.
Hingga hari Jum’at pagi tanggal 17 Desember, hujan lebat masih belum berhenti, sejauh mata memandang air menutupi daratan. Pada malam hari tanggal 18 Desember, Badan Meteorologi Malaysia mengeluarkan peringatan merah untuk kondisi cuaca di Klang dan Pahang. Sebelas dari tiga puluh lima sungai di Selangor memiliki debit air yang tinggi diatas ambang bahaya. Kerusakan parah telah dilaporkan terjadi di berbagai wilayah.
Penyebab banjir adalah karena tanggal 18 Desember merupakan hari ke-15 di penanggalan kalender bulan. Gravitasi bulan menyebabkan permukaan laut naik. Itu kemudian menyebabkan banjir akibat pasang air laut. Menghadapi air dari lautan luas, beberapa orang mengatakan banjir kali ini adalah banjir yang terparah dalam 30 tahun terakhir.
Ditengah hujan yang masih terus turun, relawan Tzu Chi memasak dan menyiapkan 400 kotak makan siang di dapur pusat di Klang. Mereka membagikannya ketika melakukan survey lokasi. Dengan bantuan sebuah rumah makan, relawan Tzu Chi sanggup menyiapkan 2.000 kotak makan siang.
Relawan Tzu Chi mengemudikan kenderaan roda empat khusus ke daerah yang ditimpa banjir dan membantu mengevakuasi korban banjir. Sambil melakukan survey, relawan Tzu Chi tetap memberi pertolongan kepada para korban. Mereka mengunjungi rumah demi rumah untuk membagikan makanan hangat kepada para korban banjir, dan memastikan mereka punya makanan.
Ketika sedang membagikan makanan, relawan Tzu Chi bertemu dengan seorang penderita diabetes yang tinggal di sebuah rumah namun obat diabetesnya tertinggal di rumah lain. Para relawan kemudian menjemput obat-obat yang dibutuhkan walaupun kondisi banjir masih tinggi.
Setelah banjir surut, para relawan Tzu Chi merayakan Natal dengan cara yang tidak biasa namun sangat bermakna. Dari tanggal 24 Desember sampai tanggal 26 Desember, relawan Tzu Chi mulai membantu para korban banjir membersihkan rumah dan lingkungannya.
Dari tanggal 18 Desember, relawan Tzu Chi bergerak melakukan survey lokasi bencana dan pusat-pusat pengungsian. Mereka juga membagikan makanan hangat, makanan kering, selimut, pakaian, tikar, air minum kemasan, dan keperluan lainnya, serta memberikan cinta kasih kepada para korban.
Sejauh ini, Tzu Chi Malaysia telah mengerahkan 1.091 relawan. Bantuan yang mereka berikan mencapai wilayah seperti Klang, Syah Alam, Dengkil, Puchong, Kuala Lumpur, Kota Kemuning, dan Hulu Langat, serta membantu sebanyak 24.961 korban. Mereka telah membagikan 22.156 paket makanan hangat kepada keluarga yang terdampar.
Di seluruh dunia, kita telah melihat, mendengar, dan merasakan segala macam bencana di berbagai negara. Dunia ini adalah rumah yang luas dan besar bagi para relawan Tzu Chi. Dimana ada yang membutuhkan, cinta kasih mereka akan ada disana. Kekuatan cinta kasih adalah sangat luar biasa.
Mari kita sama-sama mendoakan para korban bencana agar mereka selalu menerima bantuan tepat pada saat dibutuhkan dan untuk semua orang agar selalu hidup aman dan damai.
Foto dari : DAAI TV & Tzu Chi Foundation,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.