Satu Hati, Satu Langkah Menuju Kebajikan
Di bawah langit Minggu yang cerah, sebanyak 60 relawan dari Tzu Chi School (TCS), Tzu Chi Hospital (TCH), dan komunitas berkumpul untuk mengikuti Training Abu Putih ke-2. Didukung penuh oleh 26 panitia, pelatihan ini menjadi tonggak sejarah baru karena untuk pertama kalinya diselenggarakan secara mandiri oleh relawan He Qi Jakarta Utara 2. Sebelumnya, Training Abu Putih selalu dilaksanakan bersama Jakarta Utara 1.
Semangat kemandirian ini lahir dari tekad kuat untuk terus bertumbuh dalam pembinaan relawan. Salah satu sorotan utama adalah keterlibatan aktif relawan dari badan misi Tzu Chi School yang mengambil peran sebagai pembawa materi, MC, hingga PIC. Sebuah drama pendek yang dibawakan oleh Lina Hon, Atika, Dora, Poppy, Yee Con Tong, dan Ali pun sukses menyentuh hati, mengajak peserta mengubah rasa haru menjadi tindakan nyata.
Semangat kemandirian ini lahir dari tekad kuat untuk terus bertumbuh dalam pembinaan relawan. Salah satu sorotan utama adalah keterlibatan aktif relawan dari badan misi Tzu Chi School yang mengambil peran sebagai pembawa materi, MC, hingga PIC. Sebuah drama pendek yang dibawakan oleh Lina Hon, Atika, Dora, Poppy, Yee Con Tong, dan Ali pun sukses menyentuh hati, mengajak peserta mengubah rasa haru menjadi tindakan nyata.
“Peserta diajak merenung bagaimana mengaplikasikan nilai Gan En (bersyukur), Zun Zhong (menghormati), dan Ai (cinta kasih) dalam setiap langkah,” ungkap Lina Hon, Koordinator Bidang Pelatihan He Qi Jakarta Utara 2.
Inspirasi drama ini berawal dari kisah banjir di Sumatera yang didengar Yee Con Tong dalam Xun Fa Xiang. Ia menekankan bahwa welas asih di Tzu Chi berarti bertindak. Mengutip prinsip Zuo Zhong Xue, Xue Zhong Jue (belajar sambil bekerja, belajar untuk mencapai kesadaran), ia mengingatkan pentingnya transformasi batin dalam setiap tindakan.
“Setelah melihat bencana, perasaan apa yang muncul? Sedih? Lalu apa yang bisa kita lakukan setelah merasa sedih? Di Tzu Chi, welas asih berarti bertindak untuk meringankan penderitaan,” tuturnya.
Inspirasi drama ini berawal dari kisah banjir di Sumatera yang didengar Yee Con Tong dalam Xun Fa Xiang. Ia menekankan bahwa welas asih di Tzu Chi berarti bertindak. Mengutip prinsip Zuo Zhong Xue, Xue Zhong Jue (belajar sambil bekerja, belajar untuk mencapai kesadaran), ia mengingatkan pentingnya transformasi batin dalam setiap tindakan.
“Setelah melihat bencana, perasaan apa yang muncul? Sedih? Lalu apa yang bisa kita lakukan setelah merasa sedih? Di Tzu Chi, welas asih berarti bertindak untuk meringankan penderitaan,” tuturnya.
Ia juga mengutip nilai pendidikan yang disampaikan Iing Felicia Joe shijie, yaitu 做中學, 學中覺 (dalam bekerja kita belajar, dalam belajar kita memperoleh kesadaran). “Seperti kata Master Cheng Yen, lakukan saja hal yang benar. Itu berarti kita bertindak. Transformasi batin sangat penting. Dalam kata ‘terima kasih’ ada makna menerima dan memberi; sebuah siklus kebajikan yang indah,” lanjutnya.
Di balik layar, kebersamaan para koordinator bidang menjadi kunci kelancaran acara. Wida Maryani, sang PIC utama, merasakan langsung indahnya budaya membimbing di Tzu Chi. Meski baru pertama kali memegang tanggung jawab besar, dukungan dari Lina Hon dan Fera Ho membuatnya percaya diri.
“Bagi kami, ini bukan sekadar tugas, melainkan ruang untuk saling menguatkan,” ujar Wida.
Di balik layar, kebersamaan para koordinator bidang menjadi kunci kelancaran acara. Wida Maryani, sang PIC utama, merasakan langsung indahnya budaya membimbing di Tzu Chi. Meski baru pertama kali memegang tanggung jawab besar, dukungan dari Lina Hon dan Fera Ho membuatnya percaya diri.
“Bagi kami, ini bukan sekadar tugas, melainkan ruang untuk saling menguatkan,” ujar Wida.
Pelatihan ini ditutup dengan pesan hangat dari Lina Hon yang mengajak relawan untuk konsisten di jalan kebajikan. “Jangan ragu untuk maju. Meski langkah kita pelan, selama berjalan bersama, kita pasti akan sampai ke tujuan.”
Training Abu Putih ke-2 ini pun menjadi ruang pembinaan hati, tempat rasa syukur dipupuk dan cinta kasih diwujudkan dalam tindakan nyata.
Jurnalis : Poppy Juliana Tanaka (He Qi Jakarta Utara 2),
Fotografer : Raymond Anthoni (He Qi Jakarta Utara 2),
Editor : Khusnul Khotimah.
Training Abu Putih ke-2 ini pun menjadi ruang pembinaan hati, tempat rasa syukur dipupuk dan cinta kasih diwujudkan dalam tindakan nyata.
Jurnalis : Poppy Juliana Tanaka (He Qi Jakarta Utara 2),
Fotografer : Raymond Anthoni (He Qi Jakarta Utara 2),
Editor : Khusnul Khotimah.