Kumpulan Ceramah Master Cheng Yen

Senantiasa Mempraktikkan Kebajikan dan Memupuk Jalinan Jodoh Berkah

Dua perwakilan relawan dari tim teknis juga sudah lama berada di Griya Jing Si untuk membantu berbagai pekerjaan pembangunan. Kami akan sepenuhnya mengikuti arahan Master dan para bhiksuni Griya Jing Si untuk mendirikan bangunan sekokoh mungkin,” kata Liang Chang-zhi, relawan Tzu Chi.

Saya berencana untuk tinggal di sini dalam jangka panjang. Saya berharap Master memberi saya kesempatan. Saya akan sungguh-sungguh mengerjakan berbagai pekerjaan perbaikan di Griya Jing Si sebagai ladang berkah. Terima kasih, Master,” kata Lin Shi-jie, relawan Tzu Chi.

Saya membantu di kebun sayur Griya Jing Si. Dalam keseharian, saya menjalani kehidupan seperti biasa dan berusaha menyatu dengan seluruh kehidupan di sini. Saya berterima kasih kepada Master yang telah memberikan ladang berkah ini kepada kami. Terima kasih, Master,” kata Yao Fu-chun, relawan Tzu Chi.

Saya bersyukur dapat menyaksikan Tzu Chi yang telah melewati 60 tahun dan melangkah menuju satu abad. Saya juga bersyukur karena setiap hari dapat berada di aula yang baru dan berinteraksi di ruang tamu Master dengan sukacita. Jangan biarkan diri kita berhenti bertumbuh. Kehidupan merupakan lanjutan dari jiwa kebijaksanaan. Hendaknya kita menggenggam setiap hari untuk menjaga tekad awal dan tekun menggarap ladang berkah dari kehidupan ke kehidupan,” kata Huang Chun-e, relawan Tzu Chi.

Saya sangat gugup. Saya hanya berusaha melatih diri dengan sungguh-sungguh. Mungkin masih ada hal-hal yang belum saya lakukan dengan baik, tetapi saya akan terus berusaha,” kata Fu Chun-jiao, relawan Tzu Chi.
Berkat kalian, dapur kita menjadi hidup. Berhubung banyak orang datang ke sini, kalian membuat semuanya dapat menikmati makanan hangat. Semua orang pun merasa sukacita dan menjalin jodoh baik. Yang ingin saya sampaikan hanyalah terima kasih. Sumbangsih kalian sangatlah besar. Rasa syukur yang saya ungkapkan mengandung rasa terima kasih yang tak terhingga.
Seperti Kakak Liang dan Kakak Zhang yang telah lama berada di sini, serta beberapa relawan lainnya yang juga telah lama berada di Griya Jing Si dan membantu pekerjaan di Pabrik Xieli kita. Kasih sayang kalian setara dengan para bhiksuni Griya Jing Si yang juga menjalani pelatihan diri. Jangan berkata, “Saya tidak meninggalkan kehidupan duniawi, apakah yang saya lakukan ini disebut melatih diri?”
Kalian yang berada di sini, semuanya memiliki hati yang bajik. Apa pun yang kalian lakukan merupakan hal-hal baik. Kalian telah menyebarkan ajaran baik, bertutur kata baik, dan berperilaku baik. Apa yang kalian pikirkan ialah bagaimana membawa manfaat bagi masyarakat. Saya sering melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Saya akan bertanya, selama menjalani kehidupan ini, apakah saya lebih banyak melakukan kebaikan? Apakah saya pernah melakukan keburukan?
Belakangan ini, saya juga menginventarisasi kehidupan. Saya merasa bahwa sepanjang hidup ini, sepertinya saya memang memiliki kecenderungan untuk mengajak orang lain melakukan kebaikan. Jadi, hingga saat ini, saya merasa sangat bersyukur karena bertemu dengan orang-orang baik. Setiap orang menjalankan tugasnya dengan tertib. Dalam menjalankan misi Tzu Chi, insan Tzu Chi selalu melakukannya dengan hati yang penuh ketulusan. Oleh karena itulah, kita dapat terus berjalan hingga hari ini.
Di seluruh dunia, ketika insan Tzu Chi memiliki jalinan jodoh dan melihat ada kebutuhan, mereka akan mengajukan kasus bantuan. Mereka juga akan melakukan survei kasus, sama seperti yang kita lakukan di Taiwan. Jadi, semuanya telah menjalankannya dengan baik. Saya merasa sangat bersyukur.
Setiap orang mendedikasikan diri dengan ketulusan dan tekad yang sungguh-sungguh. Mereka menjalankan Tzu Chi dengan langkah yang mantap. Hal ini pun dapat memengaruhi banyak orang. Jadi, yang paling penting bukanlah seberapa banyak hal yang kita lakukan, melainkan ketulusan hati. Saya sangat berterima kasih kepada para insan Tzu Chi yang menjalankan segala pekerjaan Tzu Chi.
Selama puluhan tahun ini, Taiwan berada dalam keadaan aman dan damai. Saya selalu mengatakan bahwa kita semua harus menggunakan niat dan tindakan baik untuk menciptakan berkah. Ini disebut dengan energi berkah. Selama puluhan tahun ini, cinta kasih yang dimiliki masyarakat Taiwan ialah cinta kasih yang tanpa pamrih dan tulus. Semua orang benar-benar telah melakukannya. Saya sangat berterima kasih kepada semuanya.
Namun, saya juga sangat khawatir terhadap keadaan saat ini. Dalam ajaran Buddha, dikatakan bahwa kita berada di era kemunduran Dharma, yaitu ketika karma buruk semua makhluk makin berat. Jadi, terkadang neraca itu akan berat sebelah. Ketika karma buruk semua makhluk makin berat, neraca pun akan mulai miring ke satu sisi. Jadi, saya juga terus berusaha dan berharap semua orang dapat berbuat baik. Kalian juga demikian. Jangan hanya berkata, “Saya sudah melakukan bagian saya.” Saya mengerti bahwa kalian telah melakukan dengan sungguh-sungguh.
Kalian juga dapat mengajak teman-teman untuk datang dan menyampaikan kepada mereka tentang apa yang dilakukan oleh Tzu Chi. Kita harus membuat mereka tahu bahwa di dunia ini ada begitu banyak orang baik. Dengan begitu, mereka pun dapat turut mengerahkan tenaga, mengapresiasi apa yang kita lakukan, dan mendukung kita mewujudkannya. Dengan demikian, kita dapat membantu lebih banyak orang.
Kalian semua tahu bahwa ketika seseorang bergabung, mereka akan berbagi tentang bagaimana perilaku mereka dahulu dan bagaimana perubahan mereka sekarang. Ketika mendengarnya, saya merasa sukacita. Jika saya bersukacita, tentu orang lain yang mendengarnya juga akan merasa demikian. Saya telah mendengar begitu banyak kisah seperti ini dan tetap merasa sangat kagum. Jika orang lain mendengarnya, tentu mereka akan tersentuh.
Hendaknya kita menjaga niat baik dan selalu melakukan hal yang benar. Setelah menyadari bahwa kita melakukan hal yang benar, kita harus sungguh-sungguh meneruskannya. Kita hendaknya menapaki jalan yang benar dalam kehidupan kita. Hendaknya kita sepenuh hati. Saya sangat berterima kasih kepada kalian.
Kalian semua harus menjaga kesehatan. Saat ini, cuaca sangat panas. Jangan terlalu lama berada di bawah terik matahari. Kalian juga harus melindungi diri dan menjaga tubuh tetap sejuk. Jika cuaca panas, jangan terlalu lama terkena sinar matahari. Kalian harus tahu cara menjaga diri. Kita juga dapat saling menjaga dengan berkata, “Kakak, matahari sudah makin terik. Mari masuk dan beristirahat sebentar.”
Setelah masuk, kalian bisa saling berbagi pengalaman tentang pemahaman kalian terhadap Dharma, perasaan terhadap Tzu Chi, dan tekad apa yang telah dibangkitkan dalam Tzu Chi. Kita juga dapat memuji dan menceritakan kebaikan orang lain. Inilah yang disebut dengan menyebarkan Dharma dan membawa manfaat bagi semua makhluk. Hal ini sangatlah baik. Saya sangat berterima kasih kepada kalian.
Saya sering berpikir ingin melihat seluas apa ladang yang kalian garap. Saya juga ingin tahu kondisi tempat tinggal kalian dan apakah kalian merasa nyaman. Saya selalu menyaksikan Da Ai TV. Saya melihat kalian di sana melayani dengan kesatuan dan keharmonisan. Saya dapat melihatnya melalui Da Ai TV. Ini membuat saya sangat bersyukur. Namun, bagaimanapun juga, saya berharap kalian di sana dapat menjalani semuanya dengan penuh sukacita. Jangan sampai kalian merasa terlalu lelah.
Ketika berada di tempat itu, kita harus terus menerima Dharma. Menerima Dharma adalah hal yang sangat penting. Lakukanlah sesuai dengan kemampuan fisik kita. Jangan terlalu memaksakan diri dan jangan sampai bebannya terlalu berat. Apakah kalian mengerti? (Mengerti.) Saya merasa sangat bersyukur.

Senantiasa mempraktikkan kebajikan dan membawa manfaat bagi dunia
Menaati aturan dan membina ketulusan
Tekun dan bersemangat di era kemunduran Dharma
Memupuk jalinan jodoh berkah dengan kesatuan dan keharmonisan

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 16 September 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 18 September 2026