Senyum Penyapu Jalanan, Saat 1.000 Paket Cinta Kasih Menyapa Sudut Kota Siantar
Minggu, 15 Maret 2026, menjadi hari yang penuh berkah bagi warga Kota Pematangsiantar. Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Perwakilan Pematangsiantar kembali menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan 1.000 paket Cinta Kasih kepada warga yang membutuhkan. Bertempat di Depo Pendidikan dan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi, Jalan Ahmad Yani, sebanyak 50 relawan bersama 50 relawan kembang (calon relawan) bahu-membahu melayani warga dengan sepenuh hati.
Setiap paket bantuan terdiri dari 10 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan 1/2 kg bihun. Penerima manfaat merupakan sosok-sosok pejuang di baris terdepan kebersihan dan pelayanan kota, mulai dari penyapu jalanan, pembantu rumah tangga, penjaga parkir, hingga warga prasejahtera di pinggiran Kecamatan Siantar Barat. Selain untuk meringankan beban ekonomi menjelang Idulfitri, kegiatan ini juga menjadi jembatan bagi Tzu Chi untuk mengenalkan visi dan misi kemanusiaannya kepada masyarakat luas.
Setiap paket bantuan terdiri dari 10 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan 1/2 kg bihun. Penerima manfaat merupakan sosok-sosok pejuang di baris terdepan kebersihan dan pelayanan kota, mulai dari penyapu jalanan, pembantu rumah tangga, penjaga parkir, hingga warga prasejahtera di pinggiran Kecamatan Siantar Barat. Selain untuk meringankan beban ekonomi menjelang Idulfitri, kegiatan ini juga menjadi jembatan bagi Tzu Chi untuk mengenalkan visi dan misi kemanusiaannya kepada masyarakat luas.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dibuka dengan suasana hangat. MC menyapa tamu dengan pantun ceria yang mengundang tawa. Kehangatan semakin terasa saat Camat Siantar Barat, Bapak Herwan A.R. Saragih, SH., menyampaikan apresiasinya atas bantuan bagi warga dan petugas kebersihan di wilayahnya.
“Kegiatan ini sangat kami apresiasi dan menjadi inspirasi untuk kelak dapat membantu saudara kita yang kurang mampu, semoga yang memberikan donasi dan seluruh panitia, diberikan umur yang panjang, rezeki yang melimpah dan selalu dalam lindungan Tuhan,” harapnya.
Apresiasi senada disampaikan oleh Supriadin dari Ramil 02 Siantar Timur. Ia terkesan melihat relawan Tzu Chi yang terjun langsung ke lapangan saat pembagian kupon hingga distribusi paket. “Semoga Tzu Chi terus eksis kedepannya dalam berbagi sosial dan sesuai dengan harapan warga bagi yang sangat membutuhkan kedepannya,” tuturnya.
“Kegiatan ini sangat kami apresiasi dan menjadi inspirasi untuk kelak dapat membantu saudara kita yang kurang mampu, semoga yang memberikan donasi dan seluruh panitia, diberikan umur yang panjang, rezeki yang melimpah dan selalu dalam lindungan Tuhan,” harapnya.
Apresiasi senada disampaikan oleh Supriadin dari Ramil 02 Siantar Timur. Ia terkesan melihat relawan Tzu Chi yang terjun langsung ke lapangan saat pembagian kupon hingga distribusi paket. “Semoga Tzu Chi terus eksis kedepannya dalam berbagi sosial dan sesuai dengan harapan warga bagi yang sangat membutuhkan kedepannya,” tuturnya.
Di sela-sela acara, relawan memberikan edukasi mengenai semangat Tzu Chi yang membantu tanpa memandang suku, agama, ras, dan bangsa. Warga juga diajak untuk ikut menabur kebajikan melalui celengan bambu, sebuah filosofi dana kecil yang jika dikumpulkan bersama dapat memberikan dampak besar. Tayangan video bantuan Tzu Chi saat banjir Aceh di bulan November 2026 menjadi bukti nyata kasih yang melampaui segala perbedaan.
Semangat berbagi ini pun merambah hingga ke generasi muda. Bapak Pardono, guru agama Buddha Sekolah Sultan Agung, membawa 50 siswanya untuk ikut bersumbangsih sebagai relawan pendamping. “Sangat senang anak-anak kami diberi kesempatan membantu kegiatan Tzu Chi ini, di sini anak remaja bisa melihat langsung dan merasakan sendiri menolong sesama tanpa melihat perbedaan,” ungkapnya bangga.
Lydia, selaku penanggung jawab kegiatan, tak mampu menyembunyikan rasa syukur atas kelancaran acara. “Sangat senang dan berterima kasih kepada warga yang sudah memberikan berkah kepada Yayasan Buddha Tzuchi dalam kegiatan pembagian paket cinta kasih, semoga paket cinta kasih ini bisa memberikan kebahagian dan membawa senyum untuk warga siantar yang menerimanya,” ujar Lydia dengan penuh haru.
Semangat berbagi ini pun merambah hingga ke generasi muda. Bapak Pardono, guru agama Buddha Sekolah Sultan Agung, membawa 50 siswanya untuk ikut bersumbangsih sebagai relawan pendamping. “Sangat senang anak-anak kami diberi kesempatan membantu kegiatan Tzu Chi ini, di sini anak remaja bisa melihat langsung dan merasakan sendiri menolong sesama tanpa melihat perbedaan,” ungkapnya bangga.
Lydia, selaku penanggung jawab kegiatan, tak mampu menyembunyikan rasa syukur atas kelancaran acara. “Sangat senang dan berterima kasih kepada warga yang sudah memberikan berkah kepada Yayasan Buddha Tzuchi dalam kegiatan pembagian paket cinta kasih, semoga paket cinta kasih ini bisa memberikan kebahagian dan membawa senyum untuk warga siantar yang menerimanya,” ujar Lydia dengan penuh haru.
Kebahagiaan itu pun nyata dirasakan oleh Jakson Simanjuntak, seorang pengangkut sampah kota. Baginya, bantuan ini sangat berarti untuk dapur keluarganya. “Saya sangat senang sekali dengan adanya bantuan amal dari Yayasan TzuChi Siantar, bisa membantu kami meringankan beban biaya hidup,” katanya singkat namun penuh syukur.
Pemandangan relawan yang memikul beras dan menggandeng tangan warga menjadi penutup yang indah. Bagi para relawan, kata terima kasih dan senyuman tulus dari para penerima manfaat adalah obat paling mujarab untuk menghilangkan rasa lelah. Semoga paket Lebaran ini terus menginspirasi masyarakat Pematangsiantar untuk bersama-sama menyebarkan kebajikan tanpa henti.
Jurnalis : Iwan (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Ai ly, Yenny Phan (Tzu Chi Medan),
Editor : Khusnul Khotimah.
Pemandangan relawan yang memikul beras dan menggandeng tangan warga menjadi penutup yang indah. Bagi para relawan, kata terima kasih dan senyuman tulus dari para penerima manfaat adalah obat paling mujarab untuk menghilangkan rasa lelah. Semoga paket Lebaran ini terus menginspirasi masyarakat Pematangsiantar untuk bersama-sama menyebarkan kebajikan tanpa henti.
Jurnalis : Iwan (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Ai ly, Yenny Phan (Tzu Chi Medan),
Editor : Khusnul Khotimah.