Kegiatan di Wilayah Sumatera

Setiap Anak Memiliki Potensi yang Tak Terhingga

Waktu berjalan begitu cepat hingga tiba saatnya acara Penutupan Kelas Teratai Tahun Ajaran 2025/2026 di Kantor Tzu Chi Pekanbaru pada hari Minggu, 7 Juni 2026. Kegiatan kali ini dihadiri oleh 20 anak Teratai, 10 orang tua, dan 15 relawan.
“Anak-anak teratai inikan, anak-anak yang kita bantu biaya pendidikannya, jadi kita memberikan sharing tentang budi pekerti. Jadi anak-anak ini, walaupun berada di lingkungan yang mungkin kurang mendukung, mereka tetap memiliki moral dan budi pekerti yang baik,” ungkap Yuliana, koordinator kelas.
Acara dibuka dengan sambutan hangat oleh Restuti, relawan Tzu Chi. Setelah itu, anak-anak diajak menonton video Kilas Balik Kelas Teratai Tahun Ajaran 2025/2026, dilanjutkan dengan video Master Cheng Yen Bercerita yang berjudul “Segelas Susu Kedelai”.
Saat me-review video tersebut, Ahui, relawan Tzu Chi berpesan. “Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun yang bisa kita lakukan, genggam baik-baik tiap kesempatan untuk berbuat baik,” katanya.
Acara Penutupan Kelas Teratai Tahun Ajaran 2025/2026 di Kantor Tzu Chi Pekanbaru dibuka dengan sapaan hangat Restuti, relawan Tzu Chi.
Prinz Yeshua Tandra, salah satu anak teratai yang tampil dengan storytelling berbahasa inggris, menyampaikan perasaannya yang selalu senang setiap kali mengikuti kelas teratai.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi penampilan anak-anak Kelas Teratai oleh Yanti, relawan Tzu Chi. Setiap anak tampil sesuai nomor urut yang diperoleh saat absensi. Mereka menampilkan beragam bakat, seperti mendongeng, membaca puisi, bernyanyi, berpidato, storytelling bahasa Inggris, menari, hingga mempresentasikan hasil gambar.
Beberapa penampilan menarik di antaranya Raziq Hanan yang mendongeng, Hanna Sitohang yang membacakan puisi “Menjaga Lingkungan”, Ryukenzo yang menyanyikan lagu “Menggapai Mentari”, serta Prinz Yeshua yang membawakan storytelling berjudul “A New Student”. Anak-anak lainnya juga tampil percaya diri, termasuk Naysilla Permata yang membuat relawan yang hadir takjub lewat pidato singkatnya, Jollyne Valencia yang menyanyikan lagu Mandarin “Ting Wo Shuo Xie Xie Ni”, serta Beryl Algis dan Zul Alfi yang menceritakan tema gambar mereka.
Melalui penampilan hari ini, masing-masing anak telah menunjukkan potensi mereka dengan baik. Relawan Tzu Chi yang menjadi juri yaitu Elisah, Tishe, dan Herman kemudian memilih tiga penampilan favorit, yaitu Queen Okta dengan lagu “Goodness of God”, Beryl Algis dengan lagu “Demi Cinta”, dan Zul Alfi dengan gambar bertema lingkungan hidup.

Di akhir cara relawan Tzu Chi memberikan bingkisan untuk para anak teratai sebagai bentuk apresiasi atas penampilan dan kerja keras mereka.
Prinz Yeshua Tandra, salah satu anak teratai yang tampil dengan storytelling berbahasa Inggris, menyampaikan perasaannya yang selalu senang setiap kali mengikuti Kelas Teratai. “Kami kalau sampai situ, suasananya bawaannya senang, happy gitu. Kami belajar banyak dari Yayasan Buddha Tzu Chi,” ujarnya.
Hal yang sama juga dirasakan oleh adiknya, Ryukenzo Yobel Tandra. Baginya bisa bisa belajar hal yang baru adalah sesuatu yang menyenangkan, “Bisa belajar dan mengerti berbagai hal yang baru, dan bisa bermain sesuatu yang menyenangkan,” ungkapnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sharing dari anak teratai yang tamat sekolah tahun ini. Salah satunya adalah Gibran Michael Tobing. “Saya ucapkan terima kasih ke Shigu dan Shibo, mulai dari awal pertama saya masuk, dulu saya juga awalnya dapat belajar dari sini juga. Terus makasih kepada Shigu dan Shibo yang telah membantu saya menjadi saya yang lebih baik lagi,” tuturnya.

Jurnalis : Yuliana (Tzu Chi Pekanbaru),
Fotografer : Fendy (Tzu Chi Pekanbaru),
Editor : Fikhri Fathoni.