Setiap Anak Memiliki Potensi yang Tak Terhingga
Acara dibuka dengan sambutan hangat oleh Restuti, relawan Tzu Chi. Setelah itu, anak-anak diajak menonton video Kilas Balik Kelas Teratai Tahun Ajaran 2025/2026, dilanjutkan dengan video Master Cheng Yen Bercerita yang berjudul “Segelas Susu Kedelai”.
Saat me-review video tersebut, Ahui, relawan Tzu Chi berpesan. “Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun yang bisa kita lakukan, genggam baik-baik tiap kesempatan untuk berbuat baik,” katanya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi penampilan anak-anak Kelas Teratai oleh Yanti, relawan Tzu Chi. Setiap anak tampil sesuai nomor urut yang diperoleh saat absensi. Mereka menampilkan beragam bakat, seperti mendongeng, membaca puisi, bernyanyi, berpidato, storytelling bahasa Inggris, menari, hingga mempresentasikan hasil gambar.
Beberapa penampilan menarik di antaranya Raziq Hanan yang mendongeng, Hanna Sitohang yang membacakan puisi “Menjaga Lingkungan”, Ryukenzo yang menyanyikan lagu “Menggapai Mentari”, serta Prinz Yeshua yang membawakan storytelling berjudul “A New Student”. Anak-anak lainnya juga tampil percaya diri, termasuk Naysilla Permata yang membuat relawan yang hadir takjub lewat pidato singkatnya, Jollyne Valencia yang menyanyikan lagu Mandarin “Ting Wo Shuo Xie Xie Ni”, serta Beryl Algis dan Zul Alfi yang menceritakan tema gambar mereka.
Melalui penampilan hari ini, masing-masing anak telah menunjukkan potensi mereka dengan baik. Relawan Tzu Chi yang menjadi juri yaitu Elisah, Tishe, dan Herman kemudian memilih tiga penampilan favorit, yaitu Queen Okta dengan lagu “Goodness of God”, Beryl Algis dengan lagu “Demi Cinta”, dan Zul Alfi dengan gambar bertema lingkungan hidup.
Jurnalis : Yuliana (Tzu Chi Pekanbaru),
Fotografer : Fendy (Tzu Chi Pekanbaru),
Editor : Fikhri Fathoni.