Sore Bisa Masak Lagi, Bantuan Tzu Chi Tangerang Ringankan Beban Korban Banjir di Kecamatan Priuk
Di tengah kondisi banjir yang masih menyisakan genangan di wilayah Periuk, Tangerang, relawan Tzu Chi Tangerang hadir menyalurkan bantuan bagi warga terdampak, Senin, 26 Januari 2026. Bantuan disalurkan langsung ke posko dan dapur umum yang menjadi tumpuan kebutuhan harian para pengungsi. Penyaluran bantuan hari ini merupakan tindak lanjut dari survei lapangan yang telah dilakukan sehari sebelumnya.
“Untuk hari ini kami fokus di dapur umum wilayah Priuk. Kondisi banjir memang sudah mulai surut di beberapa titik, tapi di bagian dalam masih ada yang tinggi,” ujar Edi Sheen, relawan Tzu Chi Tangerang.
Dapur umum yang beroperasi di wilayah Priuk dikelola oleh BNPB dengan dukungan berbagai pihak, termasuk warga pengungsi dan ibu-ibu dari PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). Setiap harinya, dapur umum tersebut memasak sekitar 1.150 hingga 1.200 porsi makanan, yang kemudian didistribusikan sebanyak tiga kali ke beberapa titik pengungsian.
“Pengungsinya tersebar di beberapa lokasi. Ada yang tinggal di tenda darurat, ada juga yang memanfaatkan fasilitas masjid,” jelas Edi.
“Untuk hari ini kami fokus di dapur umum wilayah Priuk. Kondisi banjir memang sudah mulai surut di beberapa titik, tapi di bagian dalam masih ada yang tinggi,” ujar Edi Sheen, relawan Tzu Chi Tangerang.
Dapur umum yang beroperasi di wilayah Priuk dikelola oleh BNPB dengan dukungan berbagai pihak, termasuk warga pengungsi dan ibu-ibu dari PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). Setiap harinya, dapur umum tersebut memasak sekitar 1.150 hingga 1.200 porsi makanan, yang kemudian didistribusikan sebanyak tiga kali ke beberapa titik pengungsian.
“Pengungsinya tersebar di beberapa lokasi. Ada yang tinggal di tenda darurat, ada juga yang memanfaatkan fasilitas masjid,” jelas Edi.
Dalam penyaluran kali ini, relawan Tzu Chi membawa berbagai kebutuhan pokok, di antaranya beras 110 kilogram, minyak goreng, mi instan, kecap manis, teh celup, serta air minum kemasan. Bantuan tersebut langsung dimanfaatkan untuk keberlanjutan operasional dapur umum.
Bagi lima relawan Tzu Chi yang menyalurkan bantuan pada hari ini, satu momen paling berkesan adalah saat mengetahui stok beras di dapur umum hampir habis.
“Ketika kami datang membawa 110 kilogram beras, responnya luar biasa. Walaupun jumlahnya tidak besar, tapi itu bisa menyambung kebutuhan mereka untuk memasak siang dan sore hari,” tuturnya.
Para ibu PKK dapur umum bahkan mengungkapkan rasa syukur karena bantuan tersebut memungkinkan mereka kembali memasak nasi untuk pengungsi sore hari.
“Kalimat sederhana seperti ‘Alhamdulillah, sore bisa masak nasi lagi’ itu sangat menyentuh. Di situ kami merasa bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Bagi lima relawan Tzu Chi yang menyalurkan bantuan pada hari ini, satu momen paling berkesan adalah saat mengetahui stok beras di dapur umum hampir habis.
“Ketika kami datang membawa 110 kilogram beras, responnya luar biasa. Walaupun jumlahnya tidak besar, tapi itu bisa menyambung kebutuhan mereka untuk memasak siang dan sore hari,” tuturnya.
Para ibu PKK dapur umum bahkan mengungkapkan rasa syukur karena bantuan tersebut memungkinkan mereka kembali memasak nasi untuk pengungsi sore hari.
“Kalimat sederhana seperti ‘Alhamdulillah, sore bisa masak nasi lagi’ itu sangat menyentuh. Di situ kami merasa bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Hingga hari ini, sebagian warga sudah berani kembali ke rumah, itupun di area yang genangannya telah surut. Sebagian ada yang masih bertahan di pengungsian. Relawan Tzu Chi Tangerang masih terus melakukan pemantauan dan survei lanjutan untuk menentukan bentuk bantuan pascabanjir selanjutnya, seperti kebutuhan alat kebersihan dan perlengkapan pendukung lainnya.
“Kami akan terus menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan di lapangan. Yang paling penting saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi,” pungkas Edi.
Seiring berkurangnya intensitas hujan di kawasan Tangerang, kondisi banjir di sejumlah titik mulai berangsur surut. BPBD Kota Tangerang mencatat, dari 15 titik banjir di Kecamatan Periuk, saat ini tersisa empat lokasi yang masih terendam.
Jurnalis : Zhen Shan Mei He Qi Tangerang,
Fotografer : Zhen Shan Mei He Qi Tangerang,
Editor : Khusnul Khotimah.
“Kami akan terus menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan di lapangan. Yang paling penting saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi,” pungkas Edi.
Seiring berkurangnya intensitas hujan di kawasan Tangerang, kondisi banjir di sejumlah titik mulai berangsur surut. BPBD Kota Tangerang mencatat, dari 15 titik banjir di Kecamatan Periuk, saat ini tersisa empat lokasi yang masih terendam.
Jurnalis : Zhen Shan Mei He Qi Tangerang,
Fotografer : Zhen Shan Mei He Qi Tangerang,
Editor : Khusnul Khotimah.